
Setelah mereka bertiga duduk, tidak ada yang memulai percakapan. Xavier bertanya-tanya di dalam hatinya,untuk apa Xavaier dan Ryan mengajaknya ke taman belakang. Apa yang akan di bicarakan oleh mereka pikir Afkar.
"Afkar, apa kamu tidak penasaran tentang siapa aku sebenarnya. Adakah yang ingin kamu tanyakan kepadaku?""tanya Ryan membuka pembicaraan antara mereka.
Ryan tahu jika Afkar sangat penasaran tentang siapa sebenarnya dirinya, maka dari itu Ryan akan memberi tahu Afkar siapa sebenarnya dia.
"Kamu benar Ryan, aku sangat penasaran akan siapa sebenarnya kamu. Artika telah menceritakan semuanya kepadaku, bahwa selama ini dia tinggal di kediamanmu. Kamu tahu jika selama ini aku tidak pernah berhenti menyuruh anak buahku untuk mencari Artika. Tapi semuanya sia-sia"ujar Afkar pada Ryan.
Selama 2 tahun kepergian Artika, Afkar tidak pernah berhenti untuk mencarinya. Afkar telah mengerahkan anak buahnya untuk mencari Artika hingga ke daerah pelosok Indonesia.
Afkar juga sudah menyuruh anak buahnya untuk mencari Artika di luar negeri, bahkan di London pun, anak buah Afkar pernah mencari Artika. Namun semuanya sia-sia, Artika seperti di telan bumi. Tidak ada jejak tentang Artika sedikit pun yang dapat di temui.
"Aku adalah ketua dari Eagle Eye"ucap Ryan dengan tenang, namun penuh dengan aura yang mengintimidasi.
"Sebenarnya aku sudah tahu jika kamu adalah anggota Eagle Eye, tapi ternyata kamu bukan sekedar anggota biasa melainkan seorang ketua. Aku tak menyangka jika aku bisa bertemu denganmu" ucap Afkar pada Ryan.
"Dari mana kamu tahu?"tanya Ryan pada Afkar, kenapa Afkar dengan mudah mengetahui jika dirinya adalah anggota Eagle Eye.
Afkar pun menceritakan pada Ryan bahwa Afkar melihat simbol yang ada di guci ruang tamu Ryan. Namun Afkar tak menyangka jika Ryan adalah seorang ketua, pantasan saja kediaman Ryan di jaga dengan ketat.
"Pantas saja jika aku tidak bisa menemukan Artika, ternyata selama ini kamu telah melindungi Artika. Tapi aku sangat berterima kasih padamu,karena telah melindungi dan menjaga Artika dengan sangat baik" ucap Afkar dengan tulus.
"Tak masalah, aku sudah menganggap Artika seperti adikku" ujar Ryan pda Afkar.
Afkar merasa lega mendengar ucapan Ryan yang mengatakan jika dirinya hanya menganggap Artika seperti adiknya.
__ADS_1
"Bagaimana bisa kamu bertemu dengan Artika dalam waktu secepat ini" tanya Xavier pada Afkar, setelah lama diam dan hanya mendengarkan percakapan antara Ryan dan Afkar.
Afkar mengatakan jika dirinya tak sengaja bertemu dengan Artika saat membawa Aydan ke Kew Garden. Afkar juga mengatakan jika dirinya dan Artika memang di takdirkan untuk berjodoh. Afkar sudah mencari Artika kemana-mana, tapi semua hasilnya nihil. Namun takdir mempertemukan mereka kembali.
"Bagaimana dengan istrimu. Apakah dia tahu kamu bertemu dengan Artika lagi" tanya Xavier pada Afkar.
"Aku sudah bercerai, pernikahan kamu hanya bertahan 1 bulan. Kamu tahu sendiri bagaimana kejadian waktu itu. Namun, semua orang tidak mempercayai ku. Dan aku sudah membuktikan jika aku tidak bersalah" jawab Afkar dengan tenang.
"Aku tahu jika kamu tidak bersalah dalam hal itu. Tapi kesalahannya adalah kamu sebagai seorang laki-laki tidak tegas dalam mengambil keputusan" ujar Xavier pada Afkar.
"Jika kamu tahu aku tidak bersalah, mengapa kamu tidak membantuku, malahan kamu membiarkan pernikahanku dan Artika batal Vier?" tanya Afkar penasaran mengapa Xavier tidak membantunya.
"Simple. Aku hanya ingin melihat bagaimana perjuanganmu untuk mempertahankan Artika. Namun aku mengerti kenapa kamu mengambil keputusan itu"jawan Xavier dengan santai.
"Asal kamu tahu selama ini aku dan Ryan mengawasi semua kegiatan dan gerak gerik kamu. Jadi aku tahu apa yang kamu lakukan selama Artika pergi" sambung Xavier lagi.
Afkar dan segan-segan untuk menghancurkan keluarga Lara, walaupun Lara adalah kerabat dekat di keluarganya. Ketegasan yang seperti itulah yang diinginkan oleh Xavier pada Afkar.
"Lantas kenapa kamu masih menyembunyikan Artika, kenapa kamu tidak membiarkan aku menemukan Artika"tanya Afkar pada Xavier dengan penuh rasa penasaran.
"Aku ingin Artika, melanjutkan pendidikannya dan mencapai cita-citanya dulu, karena sekarang semuanya telah Artika capai. Aku ingin melihat Artika bahagia" jawab Xavier.
Xavier menceritakan jika Artika masih belum bisa melupakan Afkar, bahkan Artika sering menangis di dalam kamarnya. Namun Artika sangat pandai menyembunyikan kesedihannya.
"Aku berjanji akan membuat Artika selalu bahagia Vier, dan aku tidak akan membuat Artika menangis lagi. Aku sangat mencintainya " ujar Afkar pada Xavier.
__ADS_1
"Jika kamu membuat Artika bersedih dan mengeluarkan air mata lagi, aku bersumpah akan membawa Artika pergi dan tidak ada satu orangpun yang bisa menemukan Artika" ucap Ryan dengan penuh ancaman pada Afkar.
"Aku ingin kamu menikah dengan Artika Minggu depan"ucap Xavier dengan tiba-tiba pada Afkar.
Afkar begitu kaget mendengar ucapan Xavier, yang meminta dirinya menikah dengan Artika Minggu depan. Afkar masih diam belum merespon ucapan Xavier.
"Jika kamu benar-benar mencintai Artika, aku katakan sekali lagi menikahlah dengan Artika Minggu depan. Siapkan pernikahan paling mewah untuk Artika, jika kamu tidak sanggup maka aku akan membawa Artika pergi"sambung Xavier lagi.
"Aku memang sangat mencintai Artika, dan aku juga ingin segera menikah dengannya, tapi jika kamu menyuruhku untuk mempersiapkan pernikahan yang mewah dalam waktu 1 Minggu aku rasa itu sulit" ujar Afkar.
Ryan hanya menjadi pendengar percakapan antara Xavier dan juga Afkar. Ryan sama sekali tidak ingin ikut campur. Ryan hanya ingin menjadi penengah antara Xavier dan juga Afkar.
"Afkar, kamu adalah seorang CEO terkenal dan kamu juga memiliki uang, apa yang sulit di lakukan, jika kita memiliki uang semuanya akan mudah"ujar Xavier dengan sombongnya.
Afkar menjelaskan semuanya pada Xavier, bahwa dirinya ingin memberikan pernikahan yang sempurna untuk Artika. Jadi dia akan mempersiapkan segalanya dengan matang. Afkar juga menceritakan pada Xavier tentang pernikahan impian Artika yang ingin mengadakan pernikahan di pantai.
"Aku memiliki resort di Indonesia tepatnya di kota B, kalian menikah di sana saja. Afkar segeralah pulang dan persiapkan semuanya"ucap Ryan pada Afkar.
"Artika biarkan kami yang akan membawanya ke Indonesia, anak buahku akan membantumu di sana. Untuk masalah gaun pernikahan hubungi Lia, karena Artika sangat menyukai Lia. Ingat waktumu hanya 1 minggu" ucap Xavier pada Afkar.
Xavier sengaja menyuruh Afkar untuk menghubungi Lia, Xavier sangat ingin bertemu dengan Lia. Karena ada sesuatu yang ingin di sampaikannya pada Lia.
Terima kasih telah membaca karya saya
Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan
__ADS_1
Mohon kritik dan sarannya.
Jangan lupa untuk vote,like,komen dan share ya