Guru Cantik Pujaan Hati

Guru Cantik Pujaan Hati
Bab 37


__ADS_3

Setelah Anggun pergi, Afkar langsung kembali ke dalam kamarnya dan bersiap untuk istirahat. Tak perlu menunggu waktu yang lama karena tubuhnya sudah merasa lelah, Afkar dengan cepat tertidur di atas ranjang empuk hotel tersebut.


Berbeda dengan Afkar, Anggun yang merasa kesal, karena di hina oleh Afkar. Anggun pun pulang kerumahnya dengan wajah yang cemberut.


Anggun langsung naik ke lantai dua menuju ke kamarnya, tanpa menyapa kedua orang tuanya yang sedang duduk di ruang Tv.


Tuan Hari dan Nyonya Diana menjadi heran dengan tingkah putri kesayangannya, yang tak seperti biasanya.


"Ma, sepertinya ada yang aneh sama Anggun. Tak biasa-biasanya dia bersikap seperti itu" ujar Tuan Hari pada istrinya.


"Papa benar, sepertinya dia lagi ada masalah pa. Biar mama susul ke kamar nya saja. Biar mama yang mencari tahu ada apa sebenarnya" ucap Nyonya Diana pada suaminya.


Tuan Hari hanya menganggukkan kepalanya. Dengan segera Nyonya Diana naik ke lantai 2 menuju kamar Anggun.


Tokk....Tokk...Tokk...


"Anggun, sayang ini mama nak, mama boleh masuk gak?" tanya Nyonya Diana seraya terus mengetuk pintu kamar Anggun.


"Masuk aja ma, pintunya gak di kunci!" jawab Anggun pada Nyonya Diana dari dalam kamarnya.


Setelah mendapat jawaban dari Anggun, Nyonya Diana langsung masuk ke dalam kamar Anggun.


Anggun sedang duduk di depan meja rias, untuk membersihkan make upnya. Nyonya Diana langsung duduk di tepi ranjang milik Anggun.


"Anggun, kenapa wajah kamu cemberut begitu nak. Apakah kamu ada masalah" tanya Nyonya Diana dengan lembut pada Anggun.


"Mama tahu, tadi Anggun bertemu dengan tunangannya Artika perempuan murahan itu, dan dia menghina Anggun ma" jawab Artika dengan wajah kesalnya.


"Dia bilang Anggun tidak pantas untuk menjadi seorang model, dan dia bilang pakaian Anggun seperti kekurangan kain. Lebih parahnya lagi dia bilang Anggun ini seperti ondel-ondel ma. Hikkss....Hikksss....hikss" sambung Anggun seraya menangis mengeluarkan air mata buayanya.


"APAAAAA...... BERANI-BERANINYA DIA MENGHINA PUTRI KESAYANGANKU" teriak Nyonya Diana, mendengar ucapan Anggun.


Mendengar teriakan istrinya, Tuan Hari segera naik ke lantai dua rumahnya. Tuan Hari yakin pasti ada sesuatu yang salah dengan putrinya.


Setelah sampai di depan kamar Anggun, Tuan Hari langsung begitu saja, karena memang pintu kamar Anggun tidak terkunci.

__ADS_1


Tuan Hari heran melihat Anggun yang sedang menangis, begitu pula dengan wajah Nyonya Diana yang nampak sedang kesal dan menahan amarah.


"Ada apa ma? Kenapa mama berteriak, bahkan teriakan mama terdengar sampai ke bawah?" tanya Tuan Hari pada Nyonya Diana.


"Bagaimana mama tidak berteriak Pa. Mama sekarang sedang kesal. Papa tahu berani-beraninya pria itu menghina Anggun anak kita pa!" ujar Nyonya Diana dengan penuh kekesalan.


"Maksud mama pria itu siapa ma. Kenapa bisa dia menghina Anggun?" tanya Tuan Hari yang tak mengerti ucapan sang istri.


"Apa papa tahu, bahwa Artika telah bertunangan"tanya Nyonya Diana.


"Papa sama sekali tidak tahu ma"jawab Tuan Hari, yang memang tidak pernah mengetahui kabar Artika sama sekali.


Semenjak Artika di usir dari rumah, Tuan Hari sudah tidak menganggap Artika sebagai anaknya lagi. Bahkan kabar Artikapun dia tidak tahu.


"Anggun sekarang kamu jelaskan sama papa kamu, mengenai Artika dan juga tunangannya" ujar Nyonya Diana pada Anggun.


"Artika memang sudah bertunangan pa, Anggun mengetahui sekitar 4 bulan yang lalu waktu Anggun ke Kota A untuk melakukan pemotretan, Anggun tak sengaja bertemu Artika dan tunangannya di sebuak Mall" jelas Anggun pada Tuan Hari.


Anggun sangat pintar memutar balikkan fakta, Anggun bercerita jika Artika menghina dirinya di depan tunangan Artika. padahal Anggun hanya ingin menyapa dan menanyakan kabar Artika saja.


Tapi sayangnya Anggun malah mendapat penghinaan dari Afkar, dan Afkar mengatakan jika Artika yang mengajarkan dia untuk menghina Anggun. Ucap Anggun dengan isak tangisnya.


Tuan Hari tak menyangka jika Artika tidak berubah, bahkan setelah di usir dari rumah.


"Dosa apa yang telah ku perbuat di masalalu, sehingga aku mempunyai anak seperti Artika ma" ujar Tuan Hari pada Nyonya Diana istrinya.


"Mama juga tidak habis pikir pa, kenapa Artika bisa berubah seperti itu Pa. Apa mungkin Artika tidak terima jika Aku menjadi ibu sambungnya" ucap Nyonya Diana seraya meneteskan air matanya.


"Mama benar Pa, mungkin Artika tidak bisa menerima Anggun sebagai saudaranya. Jika begitu biarlah kami pergi dari rumah ini" ucap Anggun pada Tuan Hari.


"Siapa yang mengizinkan kalian pergi dari rumah ini, kalian tidak boleh meninggalkan rumah ini" ucap Tuan Hari dengan tegas.


"Biarkan saja anak tidak tahu diri itu, anak itu benar-benar membuat malu, bahkan dia juga mengajarkan tunangannya untuk menghina keluarganya sendiri. Anak itu benar-benar tidak tahu diri, dia bertunangan saja tidak meminta restu dariku sebagai Ayahnya" sambung Tuan Hari dengan kesal.


"Awas saja jika dia berani datang kerumah ini, aku akan memberikan dia pelajaran yang tidak akan pernah bisa dia lupakan" ucap Tuan Hari lagi dengan menahan amarahnya.

__ADS_1


"Papa sabar pa. Ingat kesehatan papa jangan terlalu banyak pikiran" ucap Nyonya Diana menasehati suaminya.


"Mama benar pa. Papa harus menjaga kesehatan papa, Anggun ingin jika Anggun menikah nanti papa yang akan mengantar Anggun menuju Altar pernikahan Anggun pa" ucap Anggun dengan lembut pada Tuan Hari.


"Yesss... lihat lah Artika, papa berpihak kepadaku. Kau akan mendapatkan balasan, karena tunanganmu sudah menghinaku. hahahaaaa...." ucap Anggun dalam hatinya.


"Sebaiknya Papa beristirahat sekarang, besok pagi kan papa ada meeting penting. Papa harus beristirahat lebih awal biar tenaga papa Fit saat menghadiri meeting besok" ucap Nyonya Diana pada Tuan Hari.


"Baiklah ma, papa akan segera beristirahat" ucap Tuan Hari pada Nyonya Diana.


"Mama akan menemani Anggun di sini dulu, nanti mama akan menyusul papa" ujar Nyonya Diana.


Tuan Hari hanya menganggukkan kepalanya dan segera berjalan keluar dari kamar Anggun. Setelah Tuan Hari keluar, dengan cepat Nyonya Diana mengunci pintu.


"Sekarang cepat kamu ceritakan pada mama, apa sebenarnya yang terjadi. Jangan membohongi mama Anggun, mama sudah bisa menebak apa yang ada di kepala kamu" ujar Nyonya Diana pada Anggun.


"Aku memang tidak akan bisa membohongi mama. Baiklah aku kan jelaskan pada mama. Aku ingin merebut tunangan Artika ma, aku ingin memisahkan Artika dari tunangannya." ucap Anggun dengan santainya.


"Setelah aku mendapatkan tunangan Artika, dan dia meninggalkan Artika aku juga akan meninggalkannya" sambung Anggun lagi.


"Jika kamu sudah memiliki rencana seperti itu, kenapa tidak kamu jalankan saja rencanamu. Setahu mama tidak ada satu orang pria pun yang menolak pesona yang kamu miliki" ucap Nyonya Diana.


"Tapi sayangnya tidak mudah untuk mendapatkan tunangan Artika ma, pesonaku tidak berlaku untuknya, bahkan aku juga sudah menggodanya. Bukannya dia tergoda, dia malah menghina aku ma" ucap Anggun frustasi.


"Jika dia tidak mau meninggalkan Artika, maka kita buat Artika yang akan meninggalkan dirinya" ucap Nyonya Diana menyeringai.


Anggun sudah paham akan maksud dari perkataan mamanya, mereka berduapun menyusun berbagai rencana untuk memisahkan Anggun dan Afkar.


Terima kasih sudah membaca karya saya


Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan


Mohon kritik dan sarannya


Jangan lupa Vote,like,komen dan share yaa

__ADS_1


__ADS_2