Guru Cantik Pujaan Hati

Guru Cantik Pujaan Hati
Bab 19


__ADS_3

"Apa maksudmu Afkar, mengapa kamu mengatakan kalau Aydan bukan anak kamu, lalu Aydan anak siapa?"tanya Artika.


"Aydan sebenarnya adalah keponakanku, dia anak dari kakakku. Istri kakakku meninggal saat melahirkan Aydan, karena mengalami pendarahan" jelas Afkar.


"Kakakku adalah seorang pilot, sehingga dia jarang berada di rumah. Aydan sangat akrab denganku sehingga dia memanggilku papi, dan aku pun begitu menyayangi Aydan. Semua keluargaku begitu memanjakan Aydan, karena kami tidak bisa menggantikan kasih sayang seorang ibu yang seharusnya Aydan rasakan" sambung Afkar lagi.


"Keluarga dari pihak kakak ipar ku tidak menerima kehadiran Aydan, menurut mereka Aydan adalah penyebab meninggalnya kakak iparku, sehingga sampai sekarang Aydan tidak pernah bertemu dengan keluarga dari pihak ibunya" imbuh Afkar lagi.


Artika tercengang mendengar ucapan Afkar, ternyata Aydan bernasib malang, sama seperti dirinya yang tidak di inginkan oleh keluarganya.


"Lantas apa yang menjadi alasan kamu mengaku kalau kamu adalah seorang duda, padahal kenyataannya kamu belum pernah menikah" tanya Artika lagi.


"Aku sengaja melakuan itu semua, aku ingin melihat adakah seorang wanita yang tulus menerimaku apa adanya. Kamu tahu sendiri jika Aydan lebih dekat denganku daripada Ayahnya sendiri"jelas Afkar.


"Aku ingin wanita itu juga bisa menerima kehadiran Aydan di tengah-tengah kami nantinya walaupun Aydan bukan anak kandungku. Dan aku ingin wanita yang mendampingiku bisa menggantikan kasih sayang seorang ibu yang tidak pernah Aydan rasakan" sambung Afkar lagi.


"Kenapa kamu memilihku, padahal kita baru saja bertemu dan baru saling mengenal. Kamu tak pernah tahu tentang kehidupanku sebelumnya, tentang masalaluku" ujar Artika lagi.


"Karena aku sudah memutuskan untuk memilihmu, aku tak peduli dengan masalalu kamu, karena aku tidak terpaku akan masalalu, yang aku nanti adalah masa depan . Kita bisa saling mengenal secara perlahan-lahan" jelas Afkar.


"Apakah kamu tidak berpikir, bagaimana jika aku bukan wanita yang baik-baik"tanya Artika lagi.


Afkar hanya tersenyum, bagaimana bisa Afkar berpikir bahwa Artika bukan wanita yang baik sedangkan semua tentang Artika sudah di selidiki oleh Bundanya.


"Karena aku sudah memilihmu, maka dari itu aku yakin bahwa kamu wanita yang baik" ucap Afkar dengan nada tegasnya.


"Kenapa kamu melamarku secara tiba-tiba, padahal kamu baru saja menyatakan perasaanmu padaku?" tanya Artika penasaran kenapa Afkar melamar dirinya secara tiba-tiba.


Mendengar pertanyaan Artika, Afkar menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Jujur saja, aku takut kehilangan kamu. Aku takut di dahului oleh orang lain" jelas Afkar.

__ADS_1


"Tapi Afkar" ucap Artika ragu untuk meneruskan ucapannya. Artika berpikir dirinya masih begitu muda, belum selesai kuliah, Artika juga masih ingin melanjutkan pendidikannya.


"Aku tahu apa yang ada di dalam pikiran kamu. Aku tidak akan melarang kamu untuk berkarier, melanjutkan pendidikan kamu, jika kamu ingin menggapai cita-citamu, aku akan dengan senang hati mendukungmu" jelas Afkar.


"Apakah kamu cenayang yang bisa membaca pikiran orang lain" tanya Artika.


Afkar terkekeh mendengar pertanyaan Artika. " Aku bukan cenayang, Aku hanya bisa membaca apa yang kamu khawatirkan" jawab Afkar.


"Tapi Afkar, aku memang menerima perasaan dan lamaran kamu, tapi aku belum siap jika kamu ingin menikahi ku" ucap Artika dengan nada serius.


"Iya Artika, aku mengerti, aku juga tidak bisa memaksa kamu untuk segera menikah denganku, aku siap menunggu kamu. Aku akan menunggu hingga kamu siap menikah denganku" ucap Afkar dengan nada seriusnya.


""Aku sengaja melamar kamu malam ini setelah aku manyatakan perasaanku, supaya saat aku tak berada di dekatmu tak akan ada pria yang berani mendekatimu, karena sudah ada cincin yang melingkar di jarimu" ucap Afkar dengan bangganya.


"Aku ini adalah tipe pria yang posesif, pencemburu jadi sebisa mungkin aku sudah menyiapkan antisipasi supaya kamu tidak di dekati oleh pria lain" sambung Afkar dengan bangganya.


Artika senang mendengar penjelasan yang Afkar berikan padanya, itu berarti Afkar benar-benar menyayangi dirinya.


"Terima kasih Afkar. Kamu sudah mau memilihku" ucap Artika dengan tulus dengan mata yang bekaca-kaca menahan tangisnya.


"Artika, aku juga ingin jujur akan pekerjaanku yang sebenarnya. Aku tak ingin jika nantinya ada kesalah pahaman di antara kita" ucap Afkar dengan nada seriusnya.


"Maksud kamu apa Afkar, kamu bekerja dengan cara yang halalkan. Aku tak pernah mempermasalahkan apapun pekerjaan kamu, selama itu halal" ujar Artika.


"Kamu tenang saja, aku mencari uang dengan cara yang halal kok. Sebenarnya aku adalah seorang CEO di AG COMPANY, aku sengaja merahasiakan identitas asliku dari semua orang, hanya beberapa orang saja yang tahu. Apakah kamu tahu tentang AG COMPANY" tanya Afkar pada Artika, karena semua kalangan tahu akan AG COMPANY.


"Maaf Afkar, aku tidak tahu. Hidupku terlalu sulit untuk mengetahui itu semua, lagian itu juga bukan urusanku" ucap Artika dengan cueknya.


"Itu dulu bukan urusanmu, sekarang itu menjadi urusanmu karena kamu adalah TUNANGAN dari CEO AG COMPANY" ucap Afkar menekankan kata tunangan pada Artika.


"Baiklah Tuan CEO yang terhormat. Kenapa kamu menyembunyikan identitasmu?" tanya Artika penasaran.

__ADS_1


"Aku ingin hidup tenang, tanpa gangguan. Dan tentunya tidak di usik oleh para penjilat" jelas Afkar pada Artika.


Artika mengangguk mengerti akan ucapan Afkar. Sekarang Artika sudah sampai di depan rumahnya. Tapi mereka berdua masih berada di dalam mobil Afkar.


"Afkar, perhiasan ini nanti akan aku kembalikan kepadamu" ucap Artika seraya menunjuk perhiasan yang tangah di kenakan olehnya.


"Tidak perlu, itu untukmu sebagai tanda jadian kita malam ini" ucap Afkar sambil tersenyum.


"Tapi ini terlalu mahal Afkar, aku tak pantas menerimanya, lagian ini juga sudah ada cincin dari kamu tadi" jelas Artika.


"Artika, aku tidak pernah menerima penolakan. Lagian itu semua sudah 1 set, coba saja kamu perhatikan" jelas Afkar.


Artikapun memperhatikan dengan seksama, kalung, gelang serta anting yang di pakainya. Dan memang benar ada kesamaannya.


"Baiklah Afkar, aku aku menyimpannya saja, ini terlalu mewah" ucap Artika.


"Silah kamu simpan saja kalau begitu, jika kamu merasa tidak nyaman memakainya. Tapi tidak dengan cincin itu, kamu tidak boleh melepaskannya, kamu mengerti kan" ujar Afkar pada Artika.


Artika hanya menganggukkan kepalanya. Afkar langsung meraih tengkuk Artika dan langsung mencium bibir ranum Artika, yang sudah menjadi candu baginya.


Artika yang mendapat serangan medadak seperti itu, matanya hanya melotot tak percaya akan apa yang di lakukan oleh Afkar.


Setelah melepas ciumannya Afkar langsung menyuruh Artika masuk ke dalam rumah karena sudah larut malam.


Artika pun menuruti apa yang di katakan oleh Afkar. Setelah melihat Artika masuk ke dalam rumahnya dengan aman.


Afkar langsung melakukan mobilnya untuk pulang kerumahnya dengan perasaan yang berbunga-bunga, tak henti-hentinya Afkar tersenyum.


Terima kasih telah membaca karya saya


Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan

__ADS_1


Mohon kritik dan sarannya


Jangan lupa Vote,like,komen dan share yaa


__ADS_2