
Artika dan Afkar akhirnya memutuskan untuk memasak bersama-sama. Mereka membagi tugas, agar pekerjaannya cepat selesai.
Afkar bertugas untuk memotong sayuran dan Artika yang akan memasaknya. Afkar menata meja makan dan Artika yang akan menata makanan di atas meja.
Afkar sangat senang melihat Artika yang begitu cekatan dalam memasak, sungguh tipe istri idaman bagi Afkar.
Begitu pula Artika yang terpesona melihat Afkar dengan lihainya memotong berbagai sayuran. Afkar sudah seperti koki profesional.
Mereka berdua telah selesai memasak dan menghidangkan hasil masakan mereka berdua diatas meja makan.
"Aku tidak menyangka jika kamu begitu ahli dalam menggunakan pisau" ucap Artika memuji Afkar.
"Aku sudah terbiasa melakukan pekerjaan rumah dan memasak Artika. Dulu saat aku kuliah di luar negeri aku sering melakukan itu semua" jelas Afkar.
Artika kagum pada Afkar, dia tak menyangka jika pria seperti Afkar mau mengerjakan pekerjaan rumah dan juga memasak.
"Kapan kakakmu akan datang, apakah kamu sudah memberitahunya" tanya Artika.
"Mungkin sebentar lagi, tadi aku sudah menghubunginya" jawab Afkar.
"Mami, kapan kita akan makan. Aydan sudah tak sabar ingin memakan udang goreng itu" ucap Aydan sambil menunjuk udang goreng yang berada di atas meja.
"Sebentar lagi Aydan, kita tunggu ayah Azreel ya. Kita akan makan bersama-sama dengan Ayah Azreel" jawab Afkar memberi pengertian pada Aydan.
"Aydan tanya sama mami, bukan sama papi" ucap Aydan memanyunkan bibirnya.
"Aydan ingin udang goreng"tanya Artika pada Aydan. Dengan cepat Aydan menganggukkan kepalanya.
" Baiklah , Ini makan lah udang gorengnya" ucap Artika seraya mengambil beberapa ekor udang goreng lalu meletakan di dalam piring Aydan.
Dengan cepat Aydan memakan udang goreng tersebut. Artika tersenyum melihat tingkah Aydan.
Hp Afkar berbunyi menandakan adanya panggilan masuk, dengan segera Afkar mengambil HPnya, ternyata yang menelpon adalah kakaknya yang mengatakan kalau dia sudah sampai di depan rumah Artika.
Dengan cepat Afkar membuka pagar dan menyuruh kakaknya masuk. Afkar sengaja menyuruh kakaknya untuk naik taxi, karena halaman rumah Artika tidak bisa memarkir mobil lagi.
__ADS_1
Kalau parkir di tepi jalan, Afkar takut akan menganggu pengguna jalan yang lain.
Afkar segera mengajak kakaknya untuk masuk ke dalam rumah Artika.
"Ayo kak, Artika dan Aydan sudah menunggu di meja makan" ajak Afkar pada kakaknya.Mereka berdua telah sampai di meja makan.
Artika yang melihat Afkar dan kakaknya sudah sampai di meja makan dengan cepat menyambut mereka.
"Kakak, kenalkan ini Artika wanita yang aku ceritakan pada kakak. Dan Artika kenalkan ini kakakku, kak Azreel ayah kandungnya Aydan" ucap Afkar memperkenalkan mereka berdua .
Azreel pun segera menjabat tangan Artika dan menyebutkan nama mereka masing-masing. Artika mempersilahkan Azreel untuk duduk.
Mereka langsung memulai acara makan siangnya, karena memang sudah waktunya untuk makan siang.
Azreel, Afkar dan Aydan makan dengan begitu lahapnya, masakan Artika memang benar-benar enak.
Azreel dan Afkar makan hingga semua makanan yang ada di meja itu habis.
Artika senang melihat itu semua, semua makanan yang di masak olehnya habis dan tak tersisa.
Sedangkan Artika membereskan meja makan, dan mencuci semua piring kotor. Setelah selesai, Artika langsung menyusul Afkar dan Azreel di rumah tamu serta membawa puding dan buah apel yang sudah di potong-potong.
Tak lupa Artika memberikan Aydan buah pisang dan puding coklat kepada Aydan yang sedang menonton tv.
"Kak Azreel, Afkar silahkan di makan ini ada puding coklat dan buah" ucap Artika seraya meletakkan puding dan buah di atas meja.
"Terima kasih Artika" ucap Azreel dan Afkar bersamaan. Artika hanya tersenyum.
"Artika, kamu tinggal sendirian di sini" tanya Azreel basa basi, sebenarnya Azreel sudah mengetahui tentang kondisi keluarga Artika.
"Iya kak, saya tinggal sendirian di rumah ini. Rumah ini sebenarnya peninggalan almarhum nenek. Nenek sudah meninggal 3 tahun yang lalu" jawab Artika.
"Lalu orangtuamu"tanya Azreel lagi.
"Emm.. Ibu saya sudah meninggal ketika saya masih kelas 2 SMP Kak. A....ayah saya sudah menikah lagi dan sekarang berada di kota Z" jawab Artika, sebenarnya Artika ragu untuk menjawab pertanyaan dari Azreel.
__ADS_1
"Oh.. maafkan saya, saya tidak tahu jika ibumu sudah meninggal" ucap Azreel mengalihkan pembicaraan. Azreel tahu Artika merasa tidak nyaman untuk membahas masalah keluarganya.
" Jadi setelah ayah kamu menikah. Kamu langsung tinggal bersama nenekmu di kota ini" sambung Azreel lagi.
"Tidak apa-apa kak. Iya setelah ayah menikah saya langsung tinggal bersama nenek saya di kota ini, karena kasihan nenek tinggal sendirian. Jadi saya memutuskan untuk menemani nenek" jawab Artika menutupi kejadian yang sebenarnya.
"Oh begitu, lantas sekarangkan nenek mu sudah tiada, kenapa kamu masih berada di kota ini" tanya Azreel lagi.
"Saya masih ingin menyelesaikan kuliah saya dulu kak, nanti setelah selesai saya akan kembali ke rumah ayah saya" ucap Artika.
"Artika, terima kasih sudah mau menerima Aydan. Kamu tahu Aydan memang anak kandungku, tapi dia lebih akrab dan lengket sama Afkar" ucap Azreel dengan tulus.
"Kamu tahu, kalau kakak akan bertugas, Aydan tidak pernah menangisi kakak, atau menelpon kakak. Tapi kalau Afkar yang akan pergi dia akan langsung menangis dan tak jarang dia akan mengamuk di rumah jika Afkar pergi tapi tak mengajak dia" jelas Azreel.
"Benarkah kak" ucap Artika serasa tidak percaya akan ucapan Azreel.
"Benar Artika, kakak terkadang merasa iri, Aydan adalah anak kandung kakak, tapi kenapa dia tidak bisa jauh dari Afkar, saat Afkar keluar negeri selama 4 hari dan dia tidak membawa Aydan. Aydan langsung demam, panasnya sangat tinggi, padahal kakak ada di samping Aydan tapi Aydan tidak menghiraukan kakak" ucap Azreel sedih bila mengingat itu semua.
"Tapi kakak senang sekarang, Aydan sudah mulai dekat dengan kakak. semenjak Aydan sudah besar" sambung Azreel lagi.
"Terima kasih Afkar sudah mau menjaga Aydan untuk kakak, terima kasih Artika kamu sudah mau menerima Afkar dan juga Aydan. Kakak merestui hubungan kalian berdua. Kakak berharap semoga kalian cepat menikah" ucap Azreel pada Afkar dan Artika.
"Kakak tidak perlu berterima kasih padaku kak, aku sudah menganggap Aydan seperti anak kandungku sendiri" ucap Afkar.
"Kakak juga tidak perlu berterima kasih kepadaku , saya sangat menyukai Aydan kak, dia anak yang pintar dan menggemaskan. Saya dan Aydan memiliki nasib yang sama. Kami berdua sama-sama tidak memiliki ibu" ucap Artika pada Azreel.
"Terima kasih kak, sudah merestui hubungan saya dan Afkar" sambung Artika lagi.
Artika sangat bahagia, bahwa kak Azreel merestui hubungannya dengan Afkar.
.Terima kasih telah membaca karya saya
Mohon maaf bila terdapat banyak kekurangan
Mohon kritik dan sarannya
__ADS_1
Jang lupa Vote,like, komen dan share yaaa