Guru Cantik Pujaan Hati

Guru Cantik Pujaan Hati
Bab 16


__ADS_3

Waktu dengan cepat berlalu, dari malam menjadi siang, dan siang sudah menjadi malam.


Sekarang Afkar sedang berada di depan rumah Artika dengan sebuah kotak yang di hias di tangannya. Afkar segera menekan bel dengan tidak sabar, agar Artika dengan segera membukakan pintu untuknya.


Artika yang tengah asyik menonton film Korea di ruang tamunya langsung terburu-beru berlari keluar rumahnya, untuk membuka pagar.


Artika heran siapa yang bertamu malam-malam begini, Artika juga tidak membuat janji dengan siapapun.


Afkar memang sengaja tidak memberitahu Artika kalau dia akan kerumah Artika, serta ingin mengajak Artika untuk menjadi pasangannya, menghadiri pesta pertunangan rekan bisnis sekaligus teman masa SMA nya.


"Afkar" ucap Artika kaget setela membuka pagarnya, ternyata Afkarlah yang datang ke rumahnya.


Artika memperhatikan penampilan Afkar malam ini yang sangat tampan, dan tak seperti biasanya.


Afkar saat ini tengah mengenakan tuxedo berwarna merah maroon dengan dasi kupu-kupu hitam. Tatanan rambut Afkar juga sangat rapi.


Artika begitu terpesona melihat penampilan Afkar. Artika tidak menyangka bahwa Afkar adalah seorang duda dengan 1 anak yang berumur 5 tahun.


Melihat penampilan Afkar yang seperti ini dan umur Afkar yang masih sangat muda. Artika masih tidak menyangka bahwa Afkar adalah seorang duda.


Afkar yang melihat Artika yang menatap dirinya secara intens, Afkar tahu jika Artika begitu terpesona pada dirinya.


"Eheemm..." Afkar bedehem supaya Artika sadar bahwa dirinya ada di depan Artika dan bahkan Artika belum mempersilahkan dirinya masuk.


Artika langsung tersadar setelah mendengar dehaman Afkar.


"Ada apa Afkar? kenapa kamu ke sini tanpa memberitahu aku duluan, kamu kan bisa telepon atau SMS aku" cerocos Artika.


"Kamu kalau mau tanya nanti aja yaaa. Kamu gak suruh aku masuk dulu gitu, tawarin aku minum dulu, ini juga mobil aku parkir di pinggir jalan, nanti bisa jadi penghalang mobil orang lain yang mau lewat" ujar Afkar membalas Artika


Artika yang mendengar perkataan Afkar langsung membuka lebar-lebar pagarnya, dan mempersilahkan Afkar memarkirkan mobilnya di halaman rumahnya


"Artika, ini buat kamu" ucap Afkar memberikan kotak yang sedang di pegangnya.

__ADS_1


Artika langsung mengambil kotak itu, dan hendak bertanya apa isi kotaknya. Tapi Afkar sudah masuk kedalam mobilnya, untuk memarkirkan mobilnya di halaman rumah Artika.


Artika langsung masuk ke dalam rumahnya dan duduk di ruang tamu.Afkar pun langsung masuk ke dalam rumah Artika setelah memarkir mobilnya.


Artika dan Afkar sengaja membuka pagar dan pintu rumah Artika, karena tak enak dengan para tetangga takutnya mereka akan curiga kalau Afkar dan Artika berbuat hal-hal yang tidak di inginkan.


Karena Artika hanya tinggal seorang diri di rumahnya.


"Artika, malam ini aku akan mengajak kamu untuk menjadi pasanganku untuk menghadiri pesta pertunangan rekan bisnisku"ujar Afkar pada Artika.


"Kamu yakin Afkar, akan mengajak aku untuk menjadi pasanganmu di pesta rekan bisnismu" tanya Artika penasaran akan perkataan Afkar.


"Iya Artika, hanya kamu teman wanita yang aku punya. Jadi aku mohon kamu mau yaa, aku juga sudah membeli kan kamu gaun, itu yang ada di kotak itu pakailah" ucap Afkar seraya menunjuk kotak yang Artika letakkan di atas meja.


"Kamu tidak malu untuk mengajak aku Afkar, jujur saja aku tidak pernah menghadiri pesta-pesta seperti ini. Aku takut akan membuat kamu malu nantinya" ucap Artika sambil menunduk.


"Sudahlah, kamu tidak akan mempermalukan aku. Aku mohon Artika, jika kamu tidak mau menjadi pasanganku di pesta itu. Aku juga tidak akan pergi" ucap Afkar.


"Kenapa begitu, kamu harus pergi Afkar inikan pesta rekan bisnismu" ucap Artika.


Artika pun langsung mengambil kartu undangan yang di tunjukkan Afkar dan langsung membacanya. Setelah membaca kartu undangan itu, Artika pun mau menjadi pasangan Afkar.


"Terima kasih Artika, kamu sudah mauembantuku. Acaranya di mulai jam 8 malam. Masih ada waktu 1 jam untuk kamu bersiap-siap. Pakai lah gaun yang ada di kotak itu"ucap Afkar memberitahu Artika.


"Baiklah Afkar, semoga gaun yang kamu bawa ini cocok denganku. Dan kamu juga harus bersabar nungguin aku dandan, kamu tahukan kalau cewek dandan nya lama" ujar Artika.


"Makanya aku datang lebih awal ke sini, karena aku sudah tahu kalau cewek dandan itu lama" ledek Afkar pada Artika.


"Ya sudah aku ke kamar dulu, mau siap-siap. Kamu duduk aja di depan Tv sambil nungguin aku, ada cemilan juga di sana, kalau kamu mau minum ambil aja di dapur. Anggap aja rumah sendiri" ucap Artika.


"Oke, gampang kalau masalah itu. Sudah sana kamu buruan siap-siap nanti kita terlambat" ucap Afkar.


Artika segera pergi masuk ke dalam kamarnya, dan bersiap-siap. Karena ini ada sebuah pesta pertunangan rekan bisnis Afkar, Artika akan berdandan untuk menyesuaikan dengan penampilan Afkar.

__ADS_1


Artika tidak ingin mempermalukan Afkar, biar bagaimana pun Artika akan menjadi pasangan Afkar di pesta itu.


Setelah selesai dengan wajahnya, Artika langsung membuka kotak yang berisi sebuah gaun yang di berikan oleh Afkar.


Artika begitu kagum akan gaun yang di berikan oleh Afkar. Sebuah gaun berwarna merah maroon dengan lengan Sabrina dengan model bagian bawahnya ekor duyung.


Artika langsung mencoba gaun tersebut, dan ternyata sangat pas dengan ukuran tubuhnya.


Gaun tersebut mengekspos leher jenjang dan bahu putih milik Artika, serta lekuk tubuh ideal Artika sangat jelas terbentuk dengan gaun tersebut.


Di dalam kotak tersebut juga terdapat anting, gelang dan kalung, Artika dengan cepat memakai semua itu. Kemudian Artika menata rambutnya secantik mungkin.


Artika juga memakai heels berwarna hitam setinggi 5 cm miliknya, karena Artika tidak biasa memakai heels yang terlalu tinggi.


Sekitar 40 menit Artika sudah selesai dengan dandannya, Artika sangat kagum akan penampilannya sendiri malam ini.Benarkah ini dirinya secantik ini.


Artika pun keluar dari dalam kamarnya dan menghampiri Afkar yang duduk di ruang Tv.


Tak...tak...tak...


Suara heels Artika, Afkar yang mendengar suara heels milik Artika langsung menoleh kearah Artika.


Artika begitu terpesona melihat penampilan Artika saat ini, Dengan mulut nya sedikit menganga.


"Afkar, kenapa kamu seperti itu, nanti mulutmu di masuki lalat jika kamu terus menganga seperti itu" ujar Artika sambil terkekeh yang melihat ekspresi Afkar.


Afkar langsung tersadar setelah mendengar ucapan Artika.


"Kamu sangat cantik malam ini. Ayo kita pergi, nanti kita akan terlembat" ucap Afkar seraya menggenggam tangan Artika


Terima kasih telah mampir membaca karya saya.


Mohon maaf apabila terdapat banyak kesalahan

__ADS_1


Mohon kritik dan sarannya.


Jangan lupa Vote,like,komen dan Share yaa..


__ADS_2