Guru Cantik Pujaan Hati

Guru Cantik Pujaan Hati
Bab 60


__ADS_3

Artika kembali pulang ke mansion Ryan, serta membawa Aydan bersamanya. Saat Artika berpamitan untuk pulang, Aydan tidak ingin berpisah dengan Artika. Aydan menangis dengan histeris saat Artika akan meninggalkan dirinya.


Dengan terpaksa Artika membawa Aydan pulang karena tidak tega yang melihat Aydan menangis. Segala perlengkapan Aydan akan di antarkan oleh Afkar ke Mansion Ryan nantinya.


Artika masuk ke dalam mansion, dengan menggandeng tangan Aydan. Aydan menjadi pusat perhatian para anak buah Ryan yang sedang berjaga di sekitar mansion.


Mereka hanya heran melihat Artika yang pulang dengan membawa seorang anak kecil yang begitu tampan dan berwajah dingin. Semenjak Artika pergi, sikap Aydan berubah menjadi dingin, tidak ada keceriaan lagi di wajahnya.


Tidak ada lagi Aydan yang selalu mengamuk saat di tinggal oleh Afkar, tidak ada lagi Aydan yang manja. Sekarang hanya ada Aydan yang berwajah datar tanpa ekspresi.


Artika mengajak Aydan masuk kedalam mansion. Para pelayan yang melihat Artika membawa seorang anak kecil pulang, dengan seketika menjadi heboh. Banyak pelayan yang bertanya pada Artika tentang Aydan.


Artika hanya menjawab jika Aydan adalah anaknya. Tapi semua pelayan tidak percaya jika Aydan adalah anaknya. Mereka semua tahu jika Artika belum menikah, dan umur Artika juga masih sangat muda untuk memiliki anak yang sudah berumur 7 tahun.


Tidak hanya para anak buah Ryan dan pelayan di mansion yang di buat heboh dengan kedatangan Aydan. Raissa bahkan lebih heboh di bandingkan mereka.


"Arti, kamu culik anak siapa, kenapa dia begitu tampan. Aku penasaran setampan apa ayahnya" ujar Raissa seraya memperhatikan wajah tampan Aydan.


Raissa juga membayangkan tentang ketampanan dan kecantikkan orang tua Aydan. Raissa tidak henti-hentinya memuji Aydan dan mengajak Aydan mengobrol. Tapi Aydan hanya mengacuhkan Raissa, Aydan hanya terfokus pada Artika.


Aydan takut jika Artika pergi meninggalkan dirinya. Aydan selalu saja mengikuti gerak gerik Artika, bahkan saat Artika ke kamar mandi Aydan dengan setia menunggu Artika di depan pintu.


"Heii Boy, duduklah di sini, Arti tidak akan pergi, dia hanya ingin mandi. Apakah kamu akan berdiri di depan pintu kamar mandi, hingga Arti selesai mandi" ucap Raissa pada Aydan.


"Diamlah, Tante berisik. Aydan akan menunggu mami di sini" ucap Aydan dengan nada datarnya.


Raissa langsung terdiam mendengar ucapan Aydan, Raissa tidak menyangka jika Aydan begitu berani mengatai dirinya berisik. Selama ini hanya Ryan saja yang berani mengatakan jika dirinya berisik.

__ADS_1


Tak lama Artika membuka pintu kamar mandi dan hendak keluar, karena telah menyelesaikan ritual mandinya. Artika juga sudah berganti pakaian. Artika heran melihat Aydan yang berdiri di depan pintu kamar mandi tersebut.


"Aydan, kenapa kamu berdiri di sini?" tanya Artika dengan lembut pada Aydan.


"Aydan takut mami pergi, Aydan gak mau di tinggal lagi" jawab Aydan pada Artika.


Hati Artika begitu sakit mendengar jawaban dari Aydan, sebesar itukah efek kepergian Artika pada Aydan. Artika menjelaskan kepada Aydan jika dirinya tidak akan pergi dan meninggalkan Aydan lagi.


Artika mengajak Aydan untuk duduk di sofa yang dan di dalam kamar Artika. Aydan hanya menuruti ucapan Artika. Raissa sangat heran melihat sikap Aydan yang begitu hangat dan manja terhadap Artika.


Tapi saat Raissa mengajak Aydan mengobrol dan menyuruh Aydan duduk, Aydan sama sekali tidak menghiraukan Raissa.


"Arti, sebenarnya Aydan ini anak siapa, kenapa dia menuruti ucapanmu, dan dia juga memanggil kamu dengan sebutan Mami?" tanya Raissa dengan penuh rasa penasaran.


"Aydan anaknya Papi Afkar dan juga mami Artika Tante" jawab Aydan atas pertanyaan Raissa.


Artikapun menjelaskan pada Raissa siapa sebenarnya Aydan. Artika menceritakan jika dirinya tidak sengaja bertemu dengan Afkar dan Aydan saat dia berada di Kew Garden.


Artika juga memberitahukan pada Raissa jika Afkar dan istrinya sudah bercerai dan juga sebab perceraian mereka. Afkar juga mengajak Artika untuk kembali bersama seperti hubungan mereka dulu, karena di dalam hubungan mereka tidak pernah ada kata perpisahan.


"Aku yakin jika kalian berdua memang di takdirkan untuk berjodoh. Kalian sudah lama terpisah, bahkan Afkar juga sudah menikahi wanita lain, yah walaupun pernikahan mereka adalah hasil jebakan. Namun pada akhirnya kalian di pertemukan kembali" ujar Raissa setelah mendengar cerita dari Artika.


"Entahlah, aku juga tidak tahu. Untuk masalah jodoh itu semua takdir Tuhan, Raissa" ucap Artika.


"Arti, jika kamu menikah jangan lupa untuk mengundangku. Aku sangat ingin pergi ke Indonesia, tapi kak Ryan selalu saja tidak mengizinkan"pinta Raissa pada Artika.


Artika hanya tersenyum, mendengar permintaan dari Raissa. Artika sendiri tidak tahu, akan seperti apa kelanjutan hubungannya dengan Afkar.

__ADS_1


Afkar sudah sampai di depan gerbang mansion Ryan. Namun Afkar tidak di izinkan untuk masuk ke dalam mansion, karena mereka tidak mengenal Afkar, dan Afkar pun tidak mengenal Ryan.


Afkar memberitahukan maksud kedatangannya yang ingin mengantarkan perlengkapan Aydan, dan ingin bertemu dengan Artika. Anak buah Ryan pun menelpon Artika untuk memastikan apakah Artika mengenal Afkar atau tidak.


Afkarpun di izinkan,untuk masuk kedalam mansion setelah mendapat perintah dari Artika. Setelah masuk ke dalam mansion, Afkar di suruh duduk di ruang tamu. Namun ada dua orang anak buah Ryan yang mengikuti Afkar, dan mengawasi Afkar. Tak lama Artika, Raissa berserta Aydan datang menuju keruang tamu, dan duduk bersama Afkar.


"Maaf mas, karena membuatmu menunggu. Ini adalah mansion kak Ryan, yang aku ceritakan padamu tadi. Ini adalah Raissa adik dari kak Ryan sekaligus sahabat baikku selama di sini"ujar Artika pada Afkar sekaligus memperkenalkan Raissa pada Afkar.


Afkar dan Raisaa saling bersalaman dan menyebutkan nama mereka masing-masing.


"Pantas saja aku sangat susah untuk melacak keberadaan kamu sayang, ternyata selama ini kamu di lindungi oleh mafia terbesar di London" gumam Afkar dalam hatinya.


Afkar baru mengetahui jika Ryan adalah anggota mafia terbesar di London, setelah melihat lambang mata elang di guci yang berada di belakang Artika.


"Oh iya mas, mana perlengkapan Aydan. Nanti aku akan menyuruh salah satu pelayan untuk membantu Aydan mandi dan berganti pakaian" tanya Artika pada Afkar.


Afkar segera memberikan perlengkapan Aydan pada Artika. Artika segera memanggil salah satu pelayan untuk membantu Aydan.


"Mas kamu makan malam di sini saja, sekalian aku kenalkan kepada kak Ryan nanti. Mungkin sebentar lagi kak Ryan pulang" pinta Artika pada Afkar.


Afkar hanya menuruti permintaan Artika. Afkar juga penasaran siapa sebenarnya Ryan, jika dia hanya anggota mafia biasa,tidak mungkin mansionnya di jaga dengan ketat.


Terima kasih telah membaca karya saya


Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan


Mohon kritik dan sarannya

__ADS_1


Jangan lupa untuk Vote,like,komen dan share yaaa


__ADS_2