
Afkar mengajak Artika dan Lia ke apartemen milik Lia, agar tidak ada orang yang mendengarkan pembicaraan mereka.
Afkar tahu jika dirinya sedang di awasi, para bodyguard yang mengikuti Afkar dari jarak jauh sudah melaporkan kepada Afkar, jika ada seseorang yang diam-diam mengikuti Afkar.
"Lia, apakah apartemenmu kedap suara?"tanya Afkar pada Lia.
"Iya apartemen aku kedap suara, kamu ngapain sih Afkar, kok tanya-tanya Apartemen aku kedap suara apa gak?"jawab Lia dengan jengkel atas pertanyaan Afkar.
"Mas, kamu mau ngomong apa sih mas, kamu mau jelasin apa lagi sama aku?" tanya Artika pada Afkar.
"Aku ingin kamu tahu sayang, aku sama sekali gak ada niatan untuk memperkosa Lara, aku sangat yakin jika aku telah di jebak olehnya" jelas Afkar pada Artika.
"Maksud kamu gimana sih mas, di jebak gimana maksudnya aku gak ngerti" ucap Artika yang bingung mendengar penjelasan dari Afkar.
"Sayang, apa kamu gak merasakan ada kejanggalan dari kejadian aku dan Lara" tanya Afkar pada Artika.
"Aku gak tahu mas, aku bisa mikir lagi" ucap Artika seraya menundukkan kepalanya.
"Afkar, aku merasa apa yang kamu katakan ada benarnya juga. Aku baru menyadari jika banyak kejanggalan dari kejadian ini" ucap Lia pada Afkar.
Afkar pun menceritakan saat Lara memberi dirinya minuman dan camilan favoritnya pada malam itu. Lara juga menghubungi Afkar untuk meminta bantuan pada Afkar dan Afkarpun membantunya. Kemudian terjadilah kejadian itu semua, dan saat pagi hari Lara menangis dan berteriak histeris, teriakan Lara berhenti saat Afkar setuju untuk menikahi dirinya.
"Dan kamu Lia, kejanggalan apa yang kamu rasakan Lia?"tanya Afkar pada Lia.
"Saat aku merias Lara di acara pemberkatan kalian, aku tidak menemukan luka lebam di bagian tubuh Lara. Dan satu hal lagi, jika dia hanya ingin meminta pertanggung jawaban kamu, tentunya dia tidak akan protes, jika aku yang merias wajahnya. Dan kamu tahu saat pesta resepsi itu dia tidak meminta aku untuk merias wajahnya lagi, dia bilang tidak cocok dengan hasil make up ku di wajahnya" jelas Lia mengingat kejadian kemarin.
"Oke, tepat sekali Lia, dan bukan hanya itu saja, Lara sama sekali tidak mengalami trauma saat aku mendekatinya, dan pada acara resepsi pernikahan, dia kelihatan sangat bahagia" jelas Afkar lagi.
"Kamu benar Afkar, dia sangat bahagia saat menyalami para tamu undangan di pesta tadi malam" ucap Lia membenarkan perkataan Afkar.
__ADS_1
"Aku tahu Lia, jika wanita mengalami pelecehan seksual saja bisa meninggalkan rasa trauma apalagi jika sampai di perkosa, akan seperti apa rasa trauma mereka" ucap Afkar dengan tenang.
Artika hanya menyimak semua ucapan Afkar dan Lia, memang benar apa yang di katakan oleh Afkar dan Lia tentang Lara.
"Kamu benar Afkar, kamu harus segera membongkar kebusukan Lara Afkar" ucap Lia dengan penuh semangat.
"Aku sedang mengumpulkan semua bukti Lia, aku tidak ingin memberikan ampun pada orang yang sudah berani mengusikku, apalagi membuat wanita yang aku cintai menangis" ucap Afkar tersenyum menyeringai.
"Lara ingin mengajakku bermain game bersama dirinya, maka aku akan ikut dalam permainannya, maka dari itu aku datang ke sini, aku ingin mengajak kalian bermain game bersamaku" ucap Afkar pada Lia dan Artika.
Afkar menjelaskan semua rencana yang telah di susun olehnya pada Artika dan Lia. Afkar sengaja mempertahankan pernikahannya dan Lara hingga 1 tahun, karena Afkar akan mengumpulkan semua kebusukan Lara.
Tidak perlu menunggu waktu 1 tahun, jika semuanya sudah lengkap maka Afkar, akan membongkar semuanya, dan akan menghancurkan Lara dan semua yang terlibat.
Afkar akan menyuruh Artika untuk pergi keluar negeri dalam waktu dekat, dengan alasan Artika tidak ingin mengganggu Afkar lagi.
Afkar sudah menebak apa yang akan di lakukan oleh Lara, Afkar tidak ingin jika Artika dalam bahaya, maka dari itu Afkar akan menyuruh Artika pergi ke luar negeri.
"Mas, apa mas yakin akan berhasil dengan rencana mas ini" tanya Artika dengan khawatir jika rencana Afkar tidak berhasil untuk mengungkap kejahatan Lara.
"Sayang, kamu jangan meragukan kemampuan mas, oke. Yang terpenting adalah keselamatan kamu, itu yang paling penting" ucap Afkar dengan tenang.
"Afkar, apa yang harus aku lakukan?" tanya Lia pada Afkar, karena Afkar mengajaknya untuk bermain di permainan ini.
"Lia aku yakin dalam waktu dekat ini, Lara pasti akan menemui Artika, dan meminta Artika untuk menjauhiku. Jadi aku ingin kau mengawasi Artika saat bertemu Lara nanti" jawab Afkar pada Lia dengan penuh keyakinan
"Kenapa mas bisa seyakin itu sih mas, jika mbak Lara akan menemui ku dan meminta aku untuk menajuhimu" tanya Artika.
"Sayang, kamu itu wanita yang baik dan polos, maka dari itu Lara akan memanfaatkan kebaikan dan kepolosan kamu" ucap Afkar.
__ADS_1
"Lalu Afkar kapan Artika akan pergi keluar negeri?" tanya Lia pada Afkar.
"Setelah Lara menemui Artika, dan meminta Artika menjauhiku. Aku akan membuat seolah-olah aku tidak mengetahui tentang kepergian Artika" jawab Afkar dengan tenang.
"Jadi sayang, apakah kamu sudah memutuskan negara mana yang akan menjadi tujuanmu untuk melanjutkan pendidikan"tanya Afkar pada Artika.
"Emm... mas bolehkah aku melanjutkan pendidikanku di Amerika, aku ingin dekat dengan Kakek Bayu dan Kak Xavier" tanya Artika seraya menundukkan wajahnya, karena takut jika Afkar tidak menyetujui keinginannya.
"Justru itu yang lebih baik sayang, jika kamu di Amerika akan ada Xavier yang akan menjagamu di sana" ucap Afkar dengan nada senangnya.
"Jadi mas, mas mengizinkanku ke Amerika" tanya Artika tak percaya jika Afkar mengizinkan dirinya pergi ke Amerika.
Afkar hanya menganggukkan kepalanya, melihat Afkar yang menganggukkan kepalanya Artika dengan cepat memeluk Afkar dan mengucapkan terima kasih.
"Sayang apakah kamu begitu senang meninggalkan aku di sini sendirian"tanya Afkar dengan wajah cemberutnya.
"Bukan begitu mas, sebenarnya aku tak ingin jauh dan berpisah darimu mas, tapi mas kan tahu sendiri hanya kakek Bayu dan kak Xavier yang begitu peduli padaku" ucap Artika dengan wajah sendunya.
"Sayang, kamu jangan bersedih, mas janji akan sering mengunjungimu di sana" ucap Afkar menenangkan Artika.
"Apakah kalian berdua tidak menganggap keberadaanku di sini dengan santainya kalian bermesraan di depanku" ucap Lia yang sudah bosan melihat kemesraan Afkar dan Artika.
"Lia, jika kamu ingin bermesraan carilah pasangan, dan jangan iri saat orang yang memiliki pasangan sedang bermesraan. Kamu begitu karena kamu sudah lama menjomblo" ucap Afkar meledek Lia.
"Heeeiii... Afkar, jangan kamu ingatkan tentang statusku yang jomblo" teriak Lia pada Afkar yang kesal karena Afkar menyinggung statusnya yang sedang jomblo.
Terima kasih telah membaca karya saya
Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan
__ADS_1
Mohon kritik dan sarannya
Jangan lupa Vote, like , komen dan share yaa