Guru Cantik Pujaan Hati

Guru Cantik Pujaan Hati
Bab 51


__ADS_3

Afkar dan seluruh keluarganya telah berkumpul di restoran, begitu juga dengan keluarga Lara.Hanya Lara saja yang belum hadir.


"Afkar, kemana Lara, kenapa dia tidak datang bersamamu" tanya Nyonya Anita yang tidak melihat kehadiran Lara.


"Afkar tidah tahu" jawab Afkar dengan cueknya.


"Tapi Afkar Lara sudah menjadi istrimu sekarang, dia adalah tanggung jawabmu sekarang" ucap Tante Ema pada Afkar.


Afkar diam saja tanpa menjawab ucapan Tante Ema, dia hanya fokus untuk memakan sarapannya.


Tak berselang lama, Lara datang dan duduk di samping Afkar, melihat Lara yang duduk di sampingnya Afkar segera pindah dan duduk di samping kakaknya Azreel.


Semua orang yang melihat sikap Afkar, hanya bisa diam dan mereka mencoba memaklumi sikap Afkar saja.


Tapi tidak dengan kedua orang tua Lara, mereka tidak terima anak mereka diperlakukan seperti itu.


"Afkar, kalian akan berbulan madu kemana?" tanya Ayah Lara pada Afkar.


"Aku tidak akan berbulan madu kemanapun" ucap Afkar tanpa basa basi.


"Afkar, bukankah kamu dan Artika sudah merencanakan akan berbulan madu di Paris selama 2 Minggu. Karena kamu tidak menikah dengannya maka tidak salahkan kalau kamu dan Lara saja yang kesana untuk berbulan madu" ucap Tante Ema yang merasa tidak enak hati pada adik iparnya.Ayah Lara adalah adik dari suami Tante Ema.


"Aku memang merencanakan berbulan madu ke Paris selama 2 Minggu bersama Artika, bahkan tiket dan hotel juga sudah aku pesan. Seharusnya sore ini kami sudah berangkat ke sana" jelas Afkar dengan tenang.


"Bagus dong kalau begitu, karena semuanya sudah kamu persiapkan jadi kamu dan Lara bisa pergi ke sana untuk berbulan madu, kan sayang semuanya sudah kamu persiapkan" ujar Ibunya Lara.


"Tapi sayangnya aku tidak menikah dengan Artika, jadi semua itu batal. Aku juga tidak merasa rugi karena sudah mempersiapkan semuanya untuk Artika, walaupun akhirnya aku tidak pergi ke sana" ucap Afkar dengan nada sombongnya.


Ibunya Lara hanya bisa menahan rasa kesal dalam hati saja mendengar ucapan Afkar.


"Aku ingin memberitahukan kepada semuanya, Aku akan segera menceraikan Lara, karena aku sudah bertanggung jawab terhadapnya" ucap Afkar dengan tiba-tiba memecah keheningan.

__ADS_1


"Apa maksudmu Afkar, kalian baru saja menikah, kenapa kamu akan menceraikan Lara" tanya Tante Ema yang heran dengan keputusan Afkar.


"Aku rasa kalian semua sudah tahu jawabannya tanpa perlu aku menjelaskan" jawab Afkar dengan cueknya.


"Afkar, kamu telah menodai anakku, dan kamu harus bertanggung jawab, apa ini yang di namakan tanggung jawab" ucap Ayah Lara pada Afkar.


"Aku sudah bertanggung jawab dengan menikahinya, jika aku menceraikannya itu tidak masalah bukan, aku yakin akan ada laki-laki lain yang bisa menerima dirinya" ucap Afkar pada Ayah Lara.


"Sudahlah, kita akan mencari solusi terbaik untuk semua ini. Aku tahu jika Afkar tidak mencintai Lara, begitupun Lara, mungkin Afkar melakukan hal itu karena Afkar khilaf" ucap Azreel menengahi perdebatan tersebut.


"Menurutku jika memang Afkar akan menceraikan Lara, tunggulah sampai 1 tahun lagi, kalian baru saja menikah kemarin, apa kata orang jika kalian langsung bercerai" sambung Azreel lagi.


"Bunda setuju dengan pendapat Azreel. Itu lebih baik, tunggulah dalam waktu 1 tahun lagi, jika kalian berdua memang tidak bisa untuk saling mencintai maka perceraian lah jalan terbaikny, ingat pernikahan bukanlah hal yang main-main" ucap Nyonya Anita membenarkan pendapat anak sulungnya.


"Lara setuju Tante, Afkar aku mohon padamu setidaknya kita bisa menjalani pernikahan ini sampai 1 tahun dulu, jika kita berdua tidak bisa saling mencintai maka kita akan berpisah, dan aku juga tidak akan malu jika kita bercerai setelah menikah selama 1 tahun" ucap Lara memohon pada Afkar.


"Lara, kamu yakin, ingat Lara status janda di hadapan masyarakat itu sangat tidak baik" ucap Ibu Lara dengan nada khawatir terhadap keputusan putrinya.


"Ma, Lara yakin dengan keputusan Lara" ucap Lara dengan tenang. Lara berpikir dalam waktu 1 tahun dia pasti bisa membuat Afkar mencintai dirinya.


"Kau lihat saja Afkar, aku akan membuat dirimu tidak bisa menceraikan aku, apa yang sudah menjadi milikku tetap akan menjadi milikku apapun caranya" gumam Lara dalam hatinya.


"Kau akan merasakan hidup seperti di neraka Lara, karena kau sudah dengan berani mengusik hidupku, kau salah mencari lawan Lara" ucap Afkar dalam hati.


Afkar segera meninggalkan hotel tersebut, dia akan mencari Artika dan menjelaskan semuanya pada Artika. Karena sudah mengetahui dimana Artika berada, Afkar segera memacu mobilnya dengan kecepatan penuh. Afkar takut jika Artika pergi meninggalkan dirinya.


Sekitar 45 menit mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, akhirnya Afkar tiba di butik milik Lia. Dengan langkah tergesa-gesa Afkar masuk kedalam butik seraya mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Artika.


Afkar pun menemukan keberadaan Artika yang sedang duduk di sofa seraya membaca majalah fashion. Senyum Afkar langsung mengembang seraya berjalan ke arah Artika.


"Sayaaaang..."ucap Afkar seraya duduk di samping, dan memeluk pinggang Artika.

__ADS_1


"Mas, kok kamu bisa ada di sini?" tanya Artika yang heran melihat Afkar yang duduk di sampingnya.


"Memangnya kenapa kalau aku disini, kamu juga pergi dari hotel gak bilang-bilang dulu sama aku" jawab Afkar dengan kesal karena Artika pergi tanpa berpamitan pada dirinya.


"Mas, aku mohon jangan seperti ini, lepasin tangan kamu dari pinggang aku" ucap Artika memelas kepada Afkar.


"Gak akan, kalau aku lepasin, ntar kamu pergi ninggalin aku sendirian"ucap Afkar seraya mengeratkan tangannya.


"Aku mau ngomong sama kamu, ada hal penting yang ingin aku bahas sama kamu" ucap Afkar pada Artika.


"Iya, tapi tolong lepasin dulu tangan kamu, malu di lihatin orang lain" ucap Artika seraya melepaskan tangan Afkar.


"Lho Afkar, kok kamu bisa di sini?" tanya Lia yang baru datang, dan heran melihat Afkar duduk di samping Artika.


"Memangnya kenapa kalau aku di sini" jawab Afkar dengan santainya.


"Mana Lara istrimu, kok gak kamu bawa?" tanya Lia yang tidak menemukan keberadaan Lara.


"Ckk.. jangan bahas dia, dan dia hanya menjadi istri sementara saja"decak Afkar yang kesal karena mendengar nama Lara.


"Kenapa kamu ngomong gitu mas, pernikahan itu bukan untuk dipermainkan mas" ucap Artika


"Aku tahu sayang" ucap Afkar seraya mencuri ciuman di pipi Artika.


"Mas, kenapa kamu cium aku sih, kamu itu suami orang mas, aku tidak mau di cap sebagai perebut suami orang dan perusak rumah tangga orang mas" ucap Artika yang kesal dengan tingkah Afkar.


"Siapa yang berani ngomong seperti itu sayang, jika ada yang berani bilang bahwa kamu perebut suami orang, Aku akan menjahit mulutnya" ucap Afkar dengan santainya.


Terima kasih telah membaca karya saya


Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan

__ADS_1


Mohon kritik dan sarannya


Jangan lupa Vote,like, komen dan share yaa


__ADS_2