HANA LOVE STORY

HANA LOVE STORY
Bab 23


__ADS_3

"Kak Randy jangan terlalu percaya sama mitos mitos. Emang situ paranormal apa? Bisa mengetahui apakah orang itu masih jejaka atau masih perawan dari penglihatan fisik saja! Diteropong pake apa?"


"Tapi kenyataannya begitu, Han! Meski gak seratus persen tepat sih. Kalau aku lihat ini ya, teman kamu yang bernama Citra dan Putri itu sudah....!"


"Cukup, kak Randy! Jangan teruskan. Kalau tak benar sangkaan kak Randy itu jatuhnya fitnah...!" ia bisa menebak kemana arah bicara Randy. Manusia sok tahu menurutnya.


"Dan fitnah lebih kejam dari pembunuhan, iya kan? Kamu mau bilang begitu?"


"Kalian kan sahabatan, tentu dalam beberapa hal, kalian saling terbuka Coba aja tanya baik baik sama mereka! Jadi kamu bisa tahu apa yang aku katakan benar apa salah!" Randy tak jua mau mengalah, ucapan ucapan Randy barusan membuat Hana geregetan.


"Cukup! Aku gak mau dengar! Atau aku turunin aja dari mobil, gak jadi deh makan siangnya!" sentak Hana pada Randy, Randy memelankan laju mobilnya, lalu berhenti di bahu jalan yang agak lebar, hingga mobil benar benar ditepi. Randy menatap Hana yang terlihat memerah mata dan hidungnya kembang kempis.


"Kak Randy memandang hina sahabat sahabat aku, itu artinya kak Randy juga memikirkan hal yang sama padaku. Memandang rendah aku! Cukup, aku tak mau lagi berteman dengan kak Randy!"


"Aku mau pulang naik taksi aja!" Hana berusaha membuka pintu mobil, namun sia sia karena Randy menguncinya.


"Buka, pintunya kak! Aku mau pulang naik taksi aja!"


"Ngapain ngajak makan sama orang yang kamu anggap hina? Biarkan aku keluar, aku gak akan ganggu kak Randy." Randy hanya diam mendengarkan luapan amarah Hana, gadis itu bahkan sampai tersengal sengal menahan kesal.


"Han, kamu salah paham? Oke, aku minta maaf. Bukan maksud aku menghina sahabatmu apalagi dan terutama kamu. Sungguh! Please maafkan aku!" Randy mengatupkan kedua tangannya di dada.


"Maaf, ya! bukan maksud aku nyinggung perasaan kamu, oke!"


Dasar songong banget nih orang! Gerutu Hana benar benar kesal.


Hana hanya diam, saat Randy melanjutkan perjalanan. Hingga mereka tiba di suatu tempat makan. Bukan resto yang mewah, namun sangat berkesan karena view-nya yang indah. Dengan duduk lesehan menghadap hamparan sawah dan pepohonan hijau nan asri, semilir angin berhembus membuat nyaman dari udara diluar yang sangat terik.


Sejenak Hana lupa akan kekesalannya, ia tersenyum senang saat semilir angin menerpa wajahnya, dan melambai lambaikan ujung jilbabnya.

__ADS_1


"Kak Randy tahu aja tempat yang view-nya bagus seperti ini?" komentar Hana pertama kali setelah masuk. Ia mengedarkan pandangan pada area sawah yang membentang.


"Dapet rekomendasi dari teman, dan baru kali ini bisa terwujud datang ke tempat ini. Habisnya, nunggu yang mau diajak sini."


"Maaf ya! bukannya ke tempat yang mewah, tapi malah di ajak makan di pinggir sawah begini!" Hana langsung menggeleng tak setuju.


"Di tempat seperti ini malah lebih menyenangkan kok, aku suka, seger rasanya liat yang hijau hijau!" Hana menghirup udara dalam dalam, terlihat begitu menikmati suasana. Randy tersenyum senang dibuatnya.


"Kata temen aku sih disini kalau malam lebih indah lagi, dan terkesan romantis. Cocok buat mereka yang datang bersama pasangannya. Tuh, banyak dikelilingi lampu warna warni dan ada pertunjukan tarik suara, terkadang juga ada permainan sulap juga." Randy menunjukkan panggung kecil tak jauh dari mereka.


"Oiya?"


Mereka memesan menu andalan di tempat makan itu, setelah pelayan pergi Randy meneruskan kata katanya.


"Pengen deh, satu hari nanti kesini pas dinner sama kamu, mau ya?" tanya Randy terlihat penuh harap dengan tatapan memohon. Hana mengerutkan bibirnya.


"Liat aja nanti gimananya kak. Mmm...!" Hana seperti terpikir sesuatu, pikiran jailnya tiba tiba hinggap di kepala. Ia menahan senyum.


"Syaithon yang terkutuk!" jawab Randy sembari meringis.


" Nah, tahu itu. Gimana? Kalau kak Randy setuju, aku kasih tahu Citra sama Putri?" Hana berbinar penuh kesenangan bisa menggoda Randy yang terlihat cemberut.


"Yaah, padahal aku kesini kan maunya berdua sama kamu aja, Han!" ucapnya sedikit memelas.


"Tapi bolehlah, tak apa pergi sama mereka. Sekalian aja ajak pasangan mereka juga, aku yang traktir deh nanti!" giliran Hana yang kini melongo. Maksud hati ingin Randy menolak keinginannya dan membatalkan keinginan dinner dengan dirinya, malah berujung dia menyetujui keputusan Hana.


"Konfirmasi ke aku ya, kalau mereka acc mau diajak dinner bareng? Triple date!" Randy tersenyum menatap Hana yang memelototinya.


"Double date, buat Putri dan Citra. Kan nggak sama aku dan kamu!" tegas Hana.

__ADS_1


Makanan pesanan telah sampai di meja mereka. Terlihat menggugah selera. Mereka berdua makan dengan nikmat tanpa suara.


Sehabis Maghrib, Hana sedang mengecek bahan bahan untuk kue besok, memastikan jika tak ada bahan yang kehabisan. Terdengar bel rumahnya berbunyi, sekali.


"Siapa ya Han! yang datang Maghrib begini?" tanya ibu yang baru meletakkan segelas teh hangat dimeja depan suaminya.


"Ya, dilihat dulu Bu! Apa mungkin Randy?" terka pak Hadi.


"Udah agak lama ya, anak itu gak kesini, Yah. Kita serasa punya anak lelaki. Ya udah ibu liat ke depan dulu!" Bu Mira segera ke depan dan setelah membuka pintu tak lama kemudian kembali ke belakang menemui Hana.


"Han, tuh ada tamu nyari kamu?" Hana mendongak dari catatan bukunya.


"Siapa Bu?"


"Waduh, ibu gak tanya siapa namanya. Tapi dia bilang teman SMA kamu! Sana gih keluar, biar ibu aja yang bikinin minum dulu!" Hana mengangguk.


"Oiya, laki laki apa perempuan, Bu?"


"Laki laki, ganteng Han!" Ibu mengacungkan jempolnya, Hana mengerucutkan bibir. Ia lalu merapikan bajunya kemudian mengenakan jilbab instan hitam tak jauh darinya. Setelah mengaca dan terasa penampilannya gak memalukan, ia pun berlalu ke depan.


Teman SMA, siapa ya?


Hana segera keluar, dan terkejut mendapati seseorang yang tengah duduk di sofa ruang tamu.


"Mas...Salman!"


*********


Untuk bab satu ini, jangan dianggap serius ya? Ntar ada yang tanya lagi, memang othor bisa ya membedakan cewek or cowok yang udah gak Ting Ting lagi. Terus terang othor pun tak tahu, just for fun aja. Cuma cerita kehaluan othor yang tanpa ilmu dan terkesan dipaksain. Orang halu kan gak salah ya, walau dalam kenyataan atau real life itu menyalahi aturan, dan gak ada benarnya.

__ADS_1


Waah, terkezut aku... cover diganti ma pihak NT. Bagus, saya suka. Tahu aja nih admin NT kalo authornya ga bisa bikin cover. Makasih ya!


__ADS_2