HANA LOVE STORY

HANA LOVE STORY
Bab 36


__ADS_3

Hana tengkurap diatas ranjang kamarnya, sembari memainkan ponselnya. Berkali kali membuka aplikasi pesan dan WhatsApp, tak ada kabar dari 0rang yang ditunggunya 2 hari Randy tak ada kabar berita, terakhir ia menerima chat dari Randy mengabarkan bahwa ia sedang di rumah sakit, sedang menunggui Yuri yang tengah sakit. Dan Hana membalas dengan mengharap semoga Yuri lekas sembuh.


***


Siang hari itu Randy mengantar Hilma ke panti setelah semalam menunggu Yuri di rumah sakit. Digantikan oleh Fitri dan dan Herman. Sesampainya di halaman panti Randy mengerutkan kening melihat sepeda yang dikenalinya milik Hana.


Apa Hana disini, ya?


Pertanyaan batinnya terjawab setelah dari ruangan tempat anak anak berkumpul, ia melihat Hana duduk dikelilingi anak anak SD. Walaupun hanya melihat punggungnya ia bisa mengenalinya.


"Bund, aku kesana dulu, ada Hana!" bunda Hilma mengiyakan. Wajahnya yang kuyu dan tubuhnya lunglai karena kurang tidur, menjadi sedikit lebih cerah.


Randy memperhatikan Hana yang di rubung beberapa anak panti dari belakang, terdengar mereka melakukan tanya jawab tentang agama.


"Ayo siapa yang bisa jawab pertanyaan Kakak?"


"Siapa yang tahu nama Ayah Nabi Muhammad? Yang bisa angkat tangan!” Dari sepuluh anak yang ada, semua mengangkat tangan tinggi dan berseru aku...aku...aku ...


Membuat Hana tertawa senang dengan kehebohan mereka. Lalu Hana menunjuk salah satu dari mereka dan anak itupun menjawab dengan lugas.


“Abdullah bin Abdul Muthalib.” jawab seorang anak perempuan berambut sebahu dengan tegas dan lantang.


“Betul sekali adek. Seratus untuk...!”


“Mida!” Gadis kecil itu menjawab sesuai namanya.


“Mida pinter sekali. Atau apa emang soal yang Kak Hana kasih terlalu mudah, ya?”


“Yaaaa!” Koor mereka menjawabnya.


“Ya udah kalau gitu, Kak Hana kasih soal yang lebih sulit, ya.”


"Mmm, tahun dimana Nabi Muhammad lahir dinamai Tahun Gajah. Karena apa? Karena itu waktu itu ada tentara Raja Abrahah mengendarai gajah hendak menyerang dan merobohkan Ka'bah dan digagalkan oleh Alloh dengan lantaran burung ababil yang melemparinya dengan batu dan kerikil panas yang diambil dari neraka. Mereka pun kocar-kacir, lari tunggang langgang tak jadi menyerang Ka'bah. Sekarang pertanyaannya adalah...bagaimana bunyi surah Alquran yang yang menceritakan tentang peristiwa itu? Yang tahu boleh angkat tangan...." Hana menatap satu persatu anak anak disekelilingnya.


"Bagaimana ada yang bisa gak? Kalian pasti tahu Surah pendek juz Amma yang ada kata Fiil dan Ababil?" sontak anak anak itupun mengangkat tangan.


"Aku bisa..."


"Aku bisa .."


"Aku bisa..."


Dan anak laki laki yang ditunjuk Hana pun melafalkan surat Al Fiil dengan lancar beserta artinya.


"Pinter sekali adek....!"


"Fauzan!"


Ehhm....


Terdengar deheman di belakang hana yang langsung menolehkan wajah.

__ADS_1


“Eh, Kak Randy dah datang!”


“Adek adek semua, belajarnya udahan dulu ya, lain kali disambung lagi.” semua anak menjawab serempak.


“Ya Kaaak!” mereka menghampiri Randy dan menyalaminya, lalu keluar ruangan. Randy duduk di lantai beralaskan karpet hijau bersebelahan dengan Hana.


“Gimana keadaan Yuri, Kak! Apa,dia udah sadar?” Randy menatap calon istri yang ada disebelahnya itu. Lalu menghela napas berat. Lalu menggeleng.


“Begitulah, Han. Aku jadi bingung!”


“Kasihan sekali dia, Kak! Semoga aja ia mendapatkan obatnya dan bisa sembuh.” Ucap Hana berdoa tulus untuk Yuri. Randy merasa semakin ditekan rasa bingung dan gelisah.


“Udah, gak usah terlalu bersedih gitu. Manusia itu udah ditentuin takdirnya dari masih dalam kandungan ibunya. Percaya aja, bahwa yang terjadi pada Yuri adalah ketentuanNya, yang tak bisa diganggu gugat oleh siapapun. Berdoa saja semoga dia mendapatkan obatnya.” Randy menoleh lagi pada Hana, tatapan netra mereka bertemu.


Andai kamu tahu, Hana. Jika aku memilih mengiyakan permintaan Bunda, apa kamu akan membatalkan pernikahan kita dan menjauhiku. Atau menerima kenyataan bahwa aku kan menduakanmu, walau aku tak mencintainya.


Uhhh...


Tiba tiba Randy terhuyung ke samping. Rupanya Hana dengan sengaja membenturkan bahunya dengan bahu Randy, karena pemuda itu melamun di hadapannya.


“Ih, Kak Randy makanya jangan bengong mulu. Rasain, weekkk!” Hana memeletkan lidahnya dan segera berdiri menjauh. Tahu dirinya dijahili Hana, Randy ikut berdiri, saat tangan Randy akan meraih tangan Hana, Hana berlari dan Randy mengejarnya.


“Awas kamu, ya! “ Randy tersenyum lebar. Dan ia terus mengejar Hana yang mengitari dalam ruangan itu sambil tertawa.


Ahahaha... ahahaa... keduanya terus saling kejar. Hingga Hana menghentikan langkahnya diseberang tiang penyangga ruangan.


"Ampun Kak, Ampun. Nyerah deh!!" Hana menangkup tangan di depan dada masih dengan tertawa setelah mengitari ruangan itu beberapa kali dan mulai terengah dan capek.


"Awas ya, kamu." ada pikiran di hati Randy andai halal untuk menyentuh, gadis itu pasti sudah ia gulung dalam dekapannya. Memeluk ia erat hingga terlupa rasa gundah gulana. Dan semua itu tak luput dari pandangan bunda Hilma dari kejauhan, ia yang ingin menemui Hana menghentikan langkah kakinya.


"Jadi pengen gigit kamu, dek Hana!" Hana tersipu, mendengar Randy memanggilnya Dek. Dan ia tutupi dengan memeletkan lidahnya lalu melengos.


"Tunggu, sayang!"


"Ihhh! Apa sih sayang sayang. Geli tau dengernya juga." protes Hana hendak berlari lagi, namun Randy berhasil menangkap tangannya.


"Bener bener ku gigit ya kamu nanti. Siapa suruh ngegemesin. Dan ... jail." Randy menatap wajah gadis yang berusaha menutupi wajah malunya dengan melengos membelakanginya itu, tangannya masih setia menggenggam tangan Hana.


"Habisnya kak Randy bengong mulu, aku kan cuman mau menghibur kak Randy. Tapi ini tangannya lepasin dulu." pinta Hana menoleh pada Randy sekilas lalu menunduk. Pipinya merona malu.


"Gak bakalan aku lepas."


"Ihh, apaan sih. Nanti ada yang liat dikiranya kita ngapain lagi." menengok ke kanan dan ke kiri.


"Biarin, mereka semua juga tahu, kamu calon bidadariku!"


"Lebay ih...mana ada bidadari. Adanya tuh cuman di surga bidadari tuh!"


"Iya, nanti kita sama sama sampai tua, sampai maut memisahkan. Sampai di surga nanti, in shaa Alloh!" Hana terharu dan menggumamkan kata Aamiin.(Semoga Alloh Mengabulkan.)


"Lepas dulu, Kak! Nanti diliat orang." Hana menarik lagi tangannya, namun genggaman Randy tak bisa terlepas, masih berusaha menahan Hana.

__ADS_1


"Bilang dulu, I love you, sayang!"


"Nggak!"


"Gak bakalan ku lepas kalau gitu!"


"Bilang dulu, i love you kak Randy sayangku!"


"Ihh, dibilangin gak mau. Malu, tauk!"


"Gak usah malu, wong nanti kita juga bakalan sering berdua, sekamar berdua, bahkan seranjang berdua. Ngapa ngapain berdua. Please, lah gak usah malu! Ayo bilang dulu." pinta Randy sungguh sungguh. Beneran niat menggoda maksudnya.


"Ya ampun, kak Randy dibilangin aku malu kok ngeyel sih!" terdengar Hana mulai kesal. Bibirnya mengerucut, membuat Randy meneguk ludahnya sendiri. Baginya ekspresi Hana sungguh menggemaskan.


Tak mau larut dalam khayalan, khawatir ada yang ketiga diantara mereka berdua, akhirnya Randy melepas genggamannya.


Hana tersenyum puas, lalu memandang Randy yang juga memandangnya tersenyum manis.


"I love you, sayang!" ucap Hana tanpa suara lalu meletakkan jari tangannya di bibir. Hana melakukan kiss bye seraya menjauh, berlari keluar ruangan khawatir Randy menangkap tangannya lagi. Dan tertawa bahagia bisa mengerjai calon suaminya.


****


"Dek Hana, menurutmu bagaimana laki laki yang berpoligami itu?" Randy memberanikan diri bertanya pada Hana, sebelum dirinya melangkah lebih jauh. Jawaban Hana sangat mungkin akan mempengaruhi keputusannya, karena bunda Hilma masih mendesak Randy untuk segera mengambil keputusan. Sampai kini sudah 4 hari Yuri mengalami koma. Semasa hidupnya, Yuri anak yang pendiam dan moody.


Kini mereka dalam perjalanan menuju kafe. Hana menatap Randy yang sedang menyetir lekat.


"Emangnya kenapa? Nikah aja belum, kok udah mikirin poligami. Jangan jangan kak Randy udah punya pikiran buat nikah lebih dari satu, ya?" Hana mendelik tajam. Apa apaan ini, menikah aja belum, udah bicara tentang poligami.


"Hehehe, gak usah marah. Aku cuman nanya doang, masa gak boleh. Kalau aku tuh cintanya cuman sama kamu, gak mungkin mendua hati secara sengaja."


"Alah gombal. Udah berapa kali sehari ini Kakak gombalin aku. Ini pasti kak Randy sering gombalin cewek diluar sana!" Hana bersungut sungut. Randy tertawa setelah meliriknya, merasa gemas dengan tingkah laku wanita disampingnya.


"Aku lagi mode serius nanya, sayang. Coba jawab sesuai pemikiranmu."


"Baiklah!" walau Hana penasaran dan tak mengerti, ia pun tetap menjawab. Ia terlihat bermimik serius dan menegakkan tubuhnya yang duduk di jok penumpang samping kemudi.


"Ada beberapa alasan yang dijadikan oleh laki laki atau suami untuk berpoligami. Misalkan seorang isteri tidak bisa menjalankan kewajibannya sebagai isteri karena suatu sebab. Contohnya jika istri sakit dalam waktu lama dan tak bisa memenuhi kebutuhan biologis suaminya, karena dikhawatirkan suami mencari kepuasan diluar rumah dengan berzina, kan lebih baik menikah lagi. Atau misalkan si isteri tidak bisa memberikan keturunan, sedang suami sangat ingin mempunyai keturunan."


"Tapi tentu dengan syarat syarat yang telah ditetapkan, baik oleh negara maupun agama. Salah satunya, mendapat izin dari istri pertama."


"Dan juga bisa berlaku adil pada istri istrinya."


"Kalau seandainya suami menikah tanpa sepengetahuan istri pertama, apa yang terjadi?"


"Aku yakin sebenarnya kak Randy juga tahu jawabannya."


"Aku minim ilmu agama, tolong kasih tahu aku! Sebagai anaknya Pak Hadi, aku yakin ilmu agamamu lebih baik ketimbang aku, Dek Hana!" sekali lagi wajah Hana merona mendengar Randy memanggilnya Dek. Seperti, ada manis manisnya gitu.


"Sebenarnya sama aja, kak. Aku juga minim ilmu agama. Tapi akan aku coba jawab sebisaku."


"Secara hukum agama, laki laki yang menikah lagi tanpa izin dari istri pertama tetap sah asal memenuhi syarat sah atau rukun nikah."

__ADS_1


"Tapi dalam hukum negara, jika laki laki menikah tanpa sepengetahuan atau izin dari istri pertama, maka pernikahan kedua dari laki laki itu mengalami cacat hukum. Dan, tentu yang dirugikan disini adalah pihak wanita."


" Katakanlah nikahnya itu nikah siri, akan ada banyak kerugian yang terjadi pada wanita tersebut. Mulai dari tak bisa menuntut haknya jika sang suami tak memberi tanggung jawabnya memberi nafkah yang layak misalnya, atau meninggalkannya begitu saja. Tak adanya buku nikah karena memang pernikahan tak tercatat di kantor urusan agama. Jika pernikahan itu menghasilkan anak pun, tak ada nama ayah pada akte kelahirannya dan sederet kerugian yang lain bakalan ditanggung wanita yang nikah siri." Hana menghela napas panjang setelah bicara panjang lebar, menelisik wajah yang serius mengemudi itu.


__ADS_2