Handsome Young Master

Handsome Young Master
Episode 114


__ADS_3

Gisha memulai presentasi nya ia sangat memukau sekali saat presentasi sampai -sampai gio memuji nya.


"Bagus sekali presentasi nya dan sangat detail juga cara menyampaikan nya"Puji gio dalam hati nya.


"Baik lah ini presentasi yang saya sampai kan, apakah ada yang mau di tanyakan? "Ucap gisha.


"Tidak ada bu semuanya sudah lengkap dan mengerti "Ucap salah satu staf.


"Baik kalau begitu terimakasih atas waktunya "Ucap gisha sambil tersenyum.


Gisha kembali lagi ke tempat duduk nya, sekarang giliran gio yang berbicara.


"Baik kalau sudah mengerti semua kita akhir saja meeting hari ini"Ucap gio.


Semua karyawan pun membreskan berkas-berkas yang ada di tangannya dan bersalaman kepada semuanya.


"Kita makan siang dulu sebelum pulang. "Ajak gio.


"Baik pak."Gisha hanya bisa mengikuti gio.


Mereka berdua pun mencari restoran untuk makan, karena emang belum makan jadi gisha dan gio memutuskan untuk mencari makan terlebih dahulu sebelum makan. Setelah tiba di restoran gisha dan gio duduk dan memesan makanan.


"Mau pesan apa?"Tanya gio.


"Saya pesan ini aja Mba dan minum nya ini. "Gisha malah menujuk ke buku menu kepada sang pelayan pertanyaan gio malah di abaykan oleh gisha.


"Baik lah kalau begitu. "Ucap gio di dalam hatinya.


Di meja itu tidak ada satu pun yang berbicara sama sekali, entahlah mereka berdua kadang kaya tom anda jery kadang juga tidak. Tiba-tiba gisha merasa perut nya tidak enak namun ia menahannya, pesanan pun sudah datang gisha langsung melahap makanan nya.


"Makannya pelan-pelang dong. "Gio protes karena gisha makan begitu cepat.


"Biarin terserah saya dong."Tiba-tiba gisha begitu sensi.


"Makan itu pelan-pelan aja kaya orang baru makan aja. "Ketus gio.


"Bapak juga makan aja engga usah protes saya."Jawab gisha.


"Ini orang kalau di kasih tau suka nyetel. "Tibal gio.

__ADS_1


"Yaudah sih pak gimana saya aja. "Gisha malah makin kesal.


"Yaudah terserah kamu aja. "


"Uhuk - unik. "Gisha pun tersedak.


"Kenapa kamu? Makanya kalau makan pelan-pelan. "Gio memperingati gisha lagi sambil menyodorkan minum kepada gisha.


"Iya ini juga pelan-pelan ko, makasih pak. "Jawab gisha.


Beberapa menit kemudian mereka telah selesai makan nya,gisha dan gio pun memutuskan untuk pergi dari tempat itu dan pulang ke rumah. Sesampainya mereka berdua tiba di mobilnya gisha dan gio masuk ke dalam mobil dan menyetirnya,setiba nya di jalan tiba-tiba perut gisha merasakan sakit sampai muka gisha kelihatan pucat.


"Si gisha kenapa ko kelihatan pucat ya. "Batin gio.


"Apakah perjalan nya masih lama ya. "Batin gisha.


"Sha kamu kenapa? "Tanya gio sedikit khawatir.


"Engga kenapa-kenapa ko pak. "Jawab gisha.


"Muka kamu kelihatan pucat loh."


"Kamu sakit? Perasaan tadi biasa aja. "


"Kaya nya saya lagi... "Gisha tidak meneruskan omongannya.


"Kenapa kamu? "Tanya gio karena ia mulai panik.


"Engga kenapa-kenapa ko pak. "Jawab gisha.


"Muka kamu tuh pucet banget kalau kenapa-kenapa nanti saya juga yang repot. "Jawab gio sedikit emosi.


"Yuadah saya kasih tau saya lagi sakit perut pak. "Jawab gisha.


"Bukan nya dari tadi ngomong, kan bisa nyari toliet dulu kan. "Ketus gio.


"Masalahnya ini tuh bukan sakit perut karena pengen itu pak. "Jawab gisha sambil nahan sakit.


"Terus apa dong, emang ada ya sakit peut kalai bukan pengen itu. "Tanya gio keheranan.

__ADS_1


"Nanti deh saya jelasin, yang penting bapak nyari apotek kalau engga toko apa ke pasti ada obat nya. "Jawab gisha.


"Baik lah nanti kita berhenti dulu. "


Gio pun sepanjang mencari apotek namun belum ketemu, sepanjang jalan belum ketemu nya dan akhirnya menemukan nya juga.


"Sudah sampai itu apotek nya. "Gio berbicara.


"Oh iya udah sampai ya, bentar ya pak saya mau beli dulu."Gisha pun mau turun dari mobil namun perut nya sangat sakit sampai ia sulit untuk bangun.


"Kamu kenapa? "Tanya gio.


"Engga apa-apa ko pak. "Jawab gisha, gisha bakalan tau kalau dia bakalan datang bulan makanya dia selalu jaga-jaga kalau soal pembalut namun ia lupa tidak meminum obat sakit perut nya.


"Kaya nya kamu engga bisa jalan biar saya aja yang beli kan. "


"Tapi pak, takut bapa malu beli nya. "Ucap gisha,gisha sudah melepaskan selbet mobil.


"Malu kenapa kan beli obat kenapa harus malu. "Jawab gio.


"Ya takut bapa malu aja, engga apa-apa biar aku aja bisa ko pak. "Jawab gisha.


"Engga bakalan emang beli obat apa? "Tanya gio.


"Nama obat nya kiranti pak."Jawab gisha.


"Okeh biar saya aja di yang beli,engga tega saya liat kamu harus jalan sambil nahan perut gitu. "


"Tapi pak.. "


Gio keluar dari mobil dan menuju ke apotek tersebut untuk membeli yang di butuhkan gisha, tanpa dia tahu apa obat itu dan jarang sekali cowo yang membelikan kaya gitu.


.


.


.


**Happy reading ☺🤗🤗

__ADS_1


Jangan lupa vote, like and comen☺🙏**


__ADS_2