Handsome Young Master

Handsome Young Master
Episode 93


__ADS_3

Gisha masih mengkompres luka gio dengan sangat hati-hati dan telaten sekali gisha pun memandang gio dan berkata di dalam hati nya.


"Ini orang kalau sikap nya lagi kaya gini tampan juga sayang nya kalau udah kumat pasti deh mulut nya lemes, "Gisha berkata dalam hati dan gio pun merasa ke sakitan.


"Aw sakit pelan-pelan dong mengkompres nya, "Gio pun komplen ke gisha.


"Ini juga sudah pelan-pelan tau"Gisha mulai kesal.


"Alasan aja kamu dendam ya sama saya? "


"Yasudah nih kompres saja sendiri jadi orang tuh jangan curigaan, "


Gisha meninggal kan gio dan memberikan air kompresan kepada gio lalu gisha pergi gio pun merasa bersalah karena perkataan nya tadi, namun gio pun gengsi kalau minta maaf duluan jadi ia memutuskan untuk mengkompres lukanya sendiri.


"Aw sakit banget lagi, "Gio mengkompres sendiri luka nya, sedangkan gisha memperhatikan gio.


"Kasian juga sih harus mengkompres sendiri lukanya"Gisha merasa kasihan iya pun memutuskan untuk membantu mengkompres kembali.


"Sini biar saya kompres kan, "Gisha menghampiri gio sambil mengambil handuk kecil.


"Mau apa kamu, "Gio langsung terkejut.


"Ya mau kompresin bapa lagi lah kasian saya liat nya, "


"Tidak usah saya bisa sendiri,lagi pula saya tidak perlu di kasiahanin"


"Yasudah kalau bisa sendiri mah, dasar manusia kasar, "Menceloteh sendiri.


"Ngomong apa kamu tadi"


"Engga ngomong apa-apa,bapa tidur di kamar saya saja, "

__ADS_1


"Hmm iya, oh ya kamu manggil saya jangan bapa emang saya kelihatan tua apa? "


"Terus saya panggil apa dong kan biasanya juga begitu"


"Panggil aja nama saya, "


"Baik lah"


"Di sebelah mana kamar mu? "Tanya gio.


"Di sebelah situ hayo ikuti saya, "


Gisha pun mengatarkan gio ke kamar nya sebenar nya gisha tidak rela kamar nya di tempatin oleh gio namun gimana lagi gisha pun kasihan kepada gio kalau harus tidur di sofa lagi pula gio babak belur karena dia jadi mau engga mau deh, gio pun telah sampai di kamar gisha dan gisha pun keluar dari kamar nya.


"Apa ini kamar dia apakah nyaman dia tidur di sini ku rasa tidak nyaman, "Gio sambil melihat-lihat isi kamar gisha.


"Gue yakin engga bakalan bisa tidur ini mah, "Gio terus menceloteh.


"Memang kamar saya mau tidak senyaman tempat tidur bapa jadi engga usah mengomentari kamar saya"


"Saya tidak mengomentari hanya saja ruangan nya terlalu sempit dan satu lagi banyak boneka-boneka lagi pula, "


"Ya terserah saya ini kan kamar saya kenapa bapa mengomentari kalau tidak mau di sini yasudah keluar saja dari kamar saya, "


"Baik lah saya akan ke luar dari kamar kamu, "


Ibu pun mendengar ke ributan di kamar gisha ibu pun menghampiri nya dan ternyata gisha dan gio sedang beradu mulut lalu ibu pun menegur mereka berdua.


"Kalian berdua ada apa sih ribut-ribut gitu?"Ibu pun menayakan apa yang di ributkan.


"Itu tuh bu dia nya duluan mana ngejek rumah kita lagi "Gisha mengadu ke ibu nya.

__ADS_1


"Lah merengek lagi ke ibu nya, "Gio hanya terdiam.


"Sudah-sudah ini udah malam harus nya kalian itu istirahat bukan malah ribut gini, maaf ya nak gio emang rumah kami segini ada nya jadi istirahat aja jangan dengerin kata gisha. "


"Iya tante maaf saya juga bukan menghina atau apa, "Gio pun tersenyum kepada ibu gisha.


"Iya tidak apa-apa nak gio silahkan istirahat, "


"Iya tante terimakasih"


"Ayo gisha kita keluar nak gio ingin beristirahat "Ibu mengajak gisha keluar.


"Tapi bu"Gisha tidak rela ibu nya membela gio.


"Ayo sha "Ajak ibu.


"Iya bu, "Gisha menuruti kata ibu.


"Gue pun tersenyum kepada ibu dan gisha"Namun gio meledek gisha dan tersenyum yang mempunyai arti ke gisha.


"Awas ya kamu, "Gisha pun dendam.


Gisha dan ibu pun meninggal kan gio lalau ibu mengajak gisha untuk tidur karena sudah larut malam juga jadi ibu mengajak gisha untuk tidur gisha pun tidur bersama ibu nya.


.


.


.


**happy Reading☺🤗🤗

__ADS_1


Jangan lupa vote, like and comen☺🙏**


__ADS_2