
Gisha dan gio sudah ada di dalam gisha begitu gugup karena ia akan bertemu sama mamah dan papah nya gio, gio langsung membawa gisha ke meja makan di sana sudah ada mamah gio namun papah nya belum kelihatan.
"Mah. "Ucap gio.
"Eh anak mamah sudah datang. "Ucap ibu ana.
"Ini mah kenalin gisha, gisha ini kenalin mamah aku. "Ucap gio yang mengenal kan satu sama lain.
"Oh ini yang namanya gisha. "Ucap ibu ana.
"Iya tante. "Ucap gisha dan mencium tangan ibu ana.
"Ayo silahkan duduk, tante mau manggil papah nya gio dulu yah sebentar. "Ucap ibu ana.
"Iya tante. "Ucap gisha.
Ibu ana pun pergi meninggal kan gio dan gisha di meja makan ia memanggil suami nya untuk bergabung bersama mereka, ibu ana sudah berada di kamar.
"Pah. "Panggil ibu ana.
"Iya mah ada apa. "jawab pak gunawan.
"Itu gio sudah ada di meja makan. "Ucap ibu ana.
"Iya nanti ke sana. "Ucap pak gunawan.
"Yaudah mamah ke meja makan lagi ya soalnya engga enak kalau di tinggal lama. "Ucap mamah ke pak gunawan.
"Iya mah. "Ucap pak gunawan.
Ibu ana kembali lagi ke meja makan ia pun tersenyum kepada gisha.
"Oh ya mah mana papah nya. "Ucap gio.
"Masih di kamar bentar lagi ke sini ko. "Ucap ibu ana.
"Oh iya. "Ucap gio.
"Oh iya ngomong -ngomong kamu kerja di mana nak gisha? "Tanya ibu.
"Kerja di. "Ucap gisha yang menggantung.
"Kerja di perusahaan aku mah, gisha sebagai sekertaris aku. "Ucap gio tanpa ragu.
"Apa! ko bisa. "Ucap ibu ana yang kaget.
Tiba -tiba pak gunawan pun datang.
"Maaf ya menunggu lama. "Ucap pak gunawan.
"Engga apa-apa ko pah. "Ucap gio.
__ADS_1
"Ini pah kenalin pacar aku namanya gisha. "Ucap gio yang memperkenal kan gisha ke papah nya.
"Hay om. "Ucap gisha dan mencium tangan pak gunawan.
"Oh ini yang namanya gisha cantik juga yah. "Ucap pak gunawan.
"Oh jelas dong pacar aku gitu loh. "Ucap gio.
"Sudah-sudah jangan ngobrol terus kita makan. "Ucap ibu ana.
"Oh iya ayo gisha silahkan makan jangan malu-malu. "Ucap pak gunawan.
"Iya om. "Ucap gisha tersenyum.
Mereka pun menyantap makan nya tak ada satu orang pun yang berbicara, mereka semua menikmati makanannya. Tak lama kemudian mereka semua telah selesai makan mamah gio kelihatan tidak suka sama gisha berbanding dengan papah nya gio ia sangat menyukai gisha.
Setelah makan mereka berbicang sedikit setelah mengobrol banyak gisha pun pamit karena sudah malam.
"Om tante,gisha pamit ya untuk pulang. "Ucap gisha ke mamah dan papah nya gio.
"Nanti aja pulang nya. "Ucap pak gunawan.
"Sudah malam om tidak enak kalau pulang terlalu larut. "Ucap gisha.
"Yasudah kalau begitu, gio anterin sampai rumah nya awas sampai lecet tuh. "Ucap pak gunawan.
"Asiap. "Ucap gio.
"Iya sama-sama gisha, om juga makasih kamu sudah mau datang ke sini. "Ucap pak gunawan.
"Iya om sama-sama juga, aku pamit ya om tante. "Ucap gisha dan mencium tangan ke dua nya.
Gisha dan gio keluar dari rumah nya, gio dan gisha berjalan beriringan mereka sudah berada di depan dan mobil pun sudah berada di depan juga karena sudah di siap kan oleh supir gio dan gio pun mengantarkan gisha pulang.
Di rumah pak gunawan.
Ibu ana pun heran terhadap suami nya kenapa ia begitu sangat senang ada gisha di rumah ini dan mamah pun bertanya ke pak gunawan.
"Pah."Ucap ibu ana.
"Apa mah. "Jawab pak gunawan.
"Papah yakin gio bisa bersama gisha? "Tanya mamah.
"Ya yakin lah gisha orang nya baik ko. "Ucap pak gunawan.
"Tapi pah dia itu sekertaris nya gio masa sih pacaran sama bos gimana cerita nya. "Ucap ibu ana.
"Emang nya kenapa mah ada masalah bukan? "Tanya pak gunawan.
"Yang benar aja pah masa atasan sama bawahan sih. "Ucap ibu ana.
__ADS_1
"Mamah jangan ngomong kaya gitu sejak kapan jabatan jadi prioritas?"Tanya pak gunawan ke ibu ana.
"Bukan nya gitu pah, tapi kan masalahnya mereka satu kantor. "Ucap mamah.
"Kalau papah sih engga perduli dia mau kaya gimana yang jelas dia harus baik, sopan santun. "Ucap pak gunawan.
"Iyah pah mamah paham ko kalau ke situ nya tapi kan. "Ucap mamah.
"Gini yah mah,sejak gio bersama gisha si gio banyak perubahan kan? "Tanya pak gunawan.
"Iya sih pah, yaudah deh mamah mah ikutin kalian aja yang penting anak kita bahagia pah. "Ucap ibu ana.
"Iya lah mah, gio kan sudah besar juga dia tau ko mana yang benar mana yang salah. "Ucap pak gunawan.
"Iya pah. "Ucap ibu ana.
Dan akhirnya ibu ana pun setuju kalau gio bersama gisha karena ibu ana mendengarkan nasihat dari suami nya, bahwa jabatan itu bukan faktor utama hanya saja yang perlu kita tau adalah atitude nya.
Di dalam mobil gio.
Gisha hanya terdiam saja ia menatap ke arah jalan raya gisha tidak mengajak gio mengobrol gisha masih saja keingat dengan perkataan mamah nya gio, gisha pun sadar bahwa dia hanya sekertarid nya gio dan bodoh nya gisha malah berpacaran dengan bos nya sendiri.
"Hey kenapa kamu bengong aja dari tadi. "Ucap gio.
"Engga kenapa -kenapa ko. "Ucap gisha.
"Kamu bohong ya sama aku. "Ucap gio.
"Heum sebenar nya aku engga enak sama keluarga kamu tadi mamah kamu kayanya kurang srek deh sama aku. "Ucap gisha.
"Ngomong apaan sih kamu, mamah aku pasti suka ko sama kamu jangan berfikit negatif. "Ucap gio.
"Udah kelihatan yang dari wajah nya aja, aku tuh engga pantes sama kamu aku hanya sekertaris kamu masa sih bos sama karyawan berpacaran. "Ucap gisha.
"Dengerin yah kamu mau kerja apa pun aku terima yang mau orang lain ngomong apa pun aku engga perduli, jadi jangan di fikirin ya itu mah cuman perasaan kamu saja kalau mamah aku kaya gitu. "Ucap gio.
"Iya kali, yaudah jalan lagi yuk kapan nyampe nya juga aku kalau masih berhenti di sini. "Ucap gisha.
"Eh iya yah. "Ucap gio.
Gio pun kembali menyetir, tak lama kemudian mereka telah sampai di rumah gisha. Gisha turun dari mobil nya gio ia pun pamit untuk masuk setelah gisha pamit untuk masuk gisha masuk ke dalam dan gio pun pulang ke rumahnya.
.
.
.
**Happy Reading 🤗🤗
Jangan lupa vote like and comen☺🙏**
__ADS_1