
Gisha dan lala sudah berada di ruangan yang mana ibu sedang menonton televisi nya, lala pun duduk di sebelah ibu.
"Sha kamu mau pulang? "Tanya ibu ke gisha.
"Iya bu tapi nunggu gio jemput dulu. "Jawab gisha.
"Kenapa engga menginap saja kalian di sini. "Ucap ibu.
"Mau nya sih gitu bu, tapi di mamah ana ingin aku menginap juga di rumah nya. "Ucap gisha.
"Yasudah kalau gitu. "Ucap ibu.
"Tenang bu engga usah sedih ada lala ko yang ingin menginap di sini. "Ucap lala.
"Beneran kamu la mau nginap di sini? "Tanya ibu.
"Iya bu beneran. "Jawab lala.
"Tapi tumben sekali kamu ingin menginap padahal kan gisha engga ada di sini. "Ucap ibu.
"Katanya lala ingin menemani ibu. "Ucap gisha.
"Ibu senang sekali kalau lala ingin menginap di sini. "Ucap ibu.
Tak lama kemudian ada suara ketukan pintu saking asik nya ngobrol sampai tidak dengar ada yang mengetuk pintu, gisha baru sadar ternyata suami nya sudah sampai di rumah ibu nya.
Tok! Tok! Tok!
Suara ketukan pintu, gisha bergegas kedepan dan ia pun membuka kan pintu.
Cklek, suara pintu terbuka.
"Eh sayang sudah sampai ternyata. "Ucap gisha sambil tersenyum.
"Iya dari tadi ini, ngapain aja sih kamu di dalam. "Ucap gio.
Belum sempat gisha menjawab pertanyaan dari suami nya, ibu dan lala keluar dan menghampiri gio.
"Eh ibu. "Ucap gio.
"Baru sampai na ayo masuk dulu. "Ucap ibu ke gio.
"Iya bu. "Ucap gio.
"Bu gisha sama gio langsung pulang aja yah takut ke malaman di jalan. "Ucap gisha.
"Engga mau makan dulu gitu. "Ucap ibu yang menawarkan untuk makan terlebih dahulu.
"Engga deh lain kali aja, soalnya kami juga akan makan malam bersama di rumah mamah. "Ucap gisha.
"Yasudah kalau begitu kalian hati-hati di jalan. "Ucap ibu dengan lesu.
"Maaf ya bu, yaudah gisha pamit yah. "Ucap gisha.
__ADS_1
"Iya engga apa-apa sha. "Ucap ibu.
Setelah berpamitan gisha masuk ke dalam mobil begitu pun dengan gio, setelah mobil gio sudah jauh baru ibu masuk ke dalam rumah nya, lala melihat ibu murung ia merasa kasihan melihat ibu.
"Ibu kenapa ko jadi murung gini? "Tanya lala ke ibu.
"Engga kenapa-kenapa lala, ibu hanya merasa gisha sudah tidak mau lagi tinggal di sini. "Ucap ibu.
"Ibu jangan ngomong kaya gitu, pasti gisha juga ingin menginap di sini lebih lama namun ia juga harus adil antara ibu dan ibu mertua nya, karena kan gisha juga tidak tinggal di rumah mertua nya. "Ucap lala.
"Iya juga ya, ko ibu jadi egois gini yah. "Ucap ibu ya pun langsung menyadari sikap nya.
"Wajar sih ibu seperti itu kan gisha anak satu-satu nya. "Ucap lala.
"Iya, oh ya ngomong -ngomong gimana hubungan lala dengan radit? "Tanya ibu yang mengalihkan pembicaraan.
"Baik -baik saja bu, tapi kita terhalang oleh restu. "Ucap lala yang lesu.
"Setau ibu, radit kan sudah tidak punya orang tua. "Ucap ibu.
"Orang tua dari lala bu, papah tidak merestui hubungan aku dengan radit, makanya lala kabur dari rumah hehe. "Ucap lala sambil tertawa kecil.
"Hah kamu sampai kabur begini. "Ucap ibu yang kaget.
"Ya abis nya mau gimana lagi bu, lala sudah nurut apa yang di katakan papah namun papah masih seperti itu. "Ucap lala.
"Ibu doa kan supaya kalian bisa bersama dan mendapatkan restu. "Ucap ibu.
"Aamiin. "Ucap lala.
"Iya bu ayo. "Jawab lala.
Ibu dan lala pegi ke meja makan untuk makan malam, ibu sudah masak berbagai macam masakan tentu saja ini semua ibu yang masak.
Di Dalam Mobil.
Gisha masih tidak enak karena ia meninggalkan ibu nya padahal ia juga ingin sekali makan bersama, apalagi di sana ada lala ia sudah jarang sekali makan bersama. Dan gisha pun ingin mendengarkan curhatan sahabat nya itu.
"Kenapa bengong mulu dari tadi. "Ucap gio kepada istri nya.
"Hah engga kenapa-kenapa. "Ucap gisha.
"Oh ya tumben ada si lala di rumah ibu? "Tanya gio.
"Iya dia kabur dari rumah nya. "Ucap gisha dengan santai nya.
"Hah kabur ko bisa. "Ucap gio yang kaget.
"Aduh gue pake keceplosan lagi. "Ucap gisha dalam hatinya.
"Bukan kabur dia emang pengen ke rumah aja. "Ucap gisha.
"Sayang aku ini suami kamu dan lala juga sahabat aku, kalau ada apa-apa bilang aja. "Ucap gio.
__ADS_1
"Apa radit melakukan sesuatu sampai lala seperti itu, nanti aku akan ngomong ke dia. "Ucap gio.
"Engga bukan itu ."Ucap gisha.
"Terus apa? "Tanya gio.
"Nanti aja deh kalau sudah sampai di rumah. "Jawab gisha.
"Kalau udah sampai rumah beda cerita lagi sayang. "Ucap gio.
"Dasar meseum. "Ucap gisha.
"Meseum dari mana nya wajar dong suami istri nama nya juga. "Ucap gio.
"Okeh, lala itu kabur karena engga dapat restu dan radit pun tidak tau."Ucap gisha.
"Lah ko bisa engga dapat restu emang kenapa? "Tanya gio.
"Mana aku tau. "Ucap gisha.
"Yaudah lah kita engga usah ikut campur kecuali masalah nya sudah rumit baru. "Ucap gio.
"Iya sayang. "Ucap gisha.
Tak lama kemudian mereka sudah berada di rumah orang tua nya gio, mereka langsung di sambut oleh bu ana ia sangat senang akhir nya anak dan menantu nya datang.
"Mamah ngapain malam -malam ada di luar."Ucap gio.
"Nunggu kalian datang lah. "Ucap mamah ana.
"Mah engga usah kaya gini, engga baik tau angin malam buat mamah. "Ucap gisha karena ia khawatir.
"Tau nih mamah, kalau di bilangin suka ngeyeyel. "Ucap gio.
"Engga apa -apa lah mamah kan ingin menyabut kalian. "Ucap mamah ana.
"Gimana nanti punya cucu bisa jadi mamah nunggu di gerbang. "Ucap gio.
"Mamah akan lakuin apa pun apa lagi kalau nanti kalian punya anak. "Ucap mamah ana.
"Kita masuk aja yuk engga enak lama -lama di luar. "Ajak gisha kepada ibu mertua nya.
"Yaudah ayo. "Ucap ibu ana.
Ibu ana menggandeng tangan gisha dan menuntun nya ke dalam, sedangan gio berjalan dengan malas karena akhir-akhir ini perhatian nya berpindah kepada gisha, Di dalam sudah ada pak gunawan yang sedang menunggu anak dan menantu nya sambil membaca majalah nya.
.
.
.
**Happy Reading 🤗🤗
__ADS_1
Jangan lupa vote like and comen☺**