
Di hari weekend gisha bangun pagi sedangkan gio ia masih tertidur dengan lelap, gisha membangunkan gio hari ini gisha ingin sekali lari pagi makanya ia akan mengajak gio untuk lari pagi ini.
"Sayang bangun dong. "Ucap gisha sambil menggoyahkan tubuh gio.
"Heumm. "Balas gio ia hanya berdehem saja karena ia engga untuk bangun.
"Sayang bangun dong, kita lari pagi yuk. "Ucap gisha ia yang mengajak gio lari pagi.
"Tumben kamu yang ngajak aku lari pagi biasa nya kalau aku ngajak kamu suka engga mau. "Ucap gio ia sudah bangun.
"Lagi pengen aja yang, jangan lupa kita ajak radit dan lala juga yah. "Ucap gisha.
"Yaudah kamu ajak aja, aku mau mandi dulu. "Ucap gio.
"Okeh. "Ucap gisha ia sangat senang.
Gio pergi ke kamar mandi sedangkan gisha ia langsung meraih ponsel untuk mengabari lala, ia pun mengutak ngatik ponsel nya lalu menelepon lala.
"Hallo lalapo."Ucap gisha di sebrang telepon.
"Ada apa sih sha loh pagi-pagi undah telepon gue, ganggu gue lagi tidur aja. "Jawan lala dengan suara khas bangun tidur.
"Gue pengen ngajak loh lari pagi. "Ucap gisha.
"Engga ah males gue mending gue rebahan di kamar, lagi pula ini hari weekend hari di mana harus memanjakan tubuh. "Ucap lala.
"Ayo lah, la udah lama nih kita engga lari pagi bareng. "Ucap gisha.
"Loh kan punya suami ya ajak lah suami loh."Ucap lala.
"Udah gue udah ngajak gio, tapi gue engga mau berdua doang sama dia. "Ucap gisha.
"Lah terus loh ngajak gie mau jadiin gue kambing conge gitu. "Ucap lala.
"Ya engga lah, loh ajak aja radit. "Ucap gisha.
"Engga ah males gue. "Tolak lala karena emang dia males untuk ngapa-ngapain.
"Ayo lah, lah gue lagi ngidam nih. "Ucap gisha.
"Hah apa tadi loh bilang ngidam. "Ucap lala ia terkejut.
"Iya gue lagi isi maaf gue baru ngasih tau eluh. "Ucap gisha.
"Kalau loh lagi hamil ya jangan lari -lari lah kasian anak loh, meding istrinya aja. "Ucap lala.
"Engga apa -apa kali kan ini lari nya engga kenceng cuman jalan biasa aja. "Ucap gisha .
"Yaudah gue siap -siap dulu nanti gue ke sana. "Ucap lala akhirnya mengalah.
"Nah gitu dong dari tadi engga usah ribut dulu kan. "Ucap gisha.
"Lagian loh tuh ada-ada aja tau engga,lagi hamil juga. "Ucap lala.
__ADS_1
"Yaudah bye gue tunggu. "Ucap gisha.
Gisha langsung menutup telepon nya, gio sudah selesai mandi ia pun sudah rapih memakai baju untuk olahraga.
"Ayo yang udah rapih nih. "Ucap gio.
"Yang kita sarapan di depan kompleks yuk di sana ada bubur ayam. "Ucap gisha entah kenapa ia Pengen sekali makan bubur ayam.
"Yasudah ayo kita ke sana. "Ucap gio.
"Kita jalan aja yah, ke depan nya itung-itung olah raga dikit. "Ucap gisha.
"Iya ayo. "Ucap gisha.
Gisha dan gio turun dari kamar nya di meja makan sudah ada bu ana dan pak gunawan mereka juga sedang sarapan, gisha dan gio menyapa kedua orangtuanya.
"Selamat pagi pah ,mah. "Ucap gisha dan gio berbarengan.
"Pagi sayang, ayo kita sarpaan. "Ucap bu ana.
"Eh kalian mau ke mana? "Tanya pak gunawan.
"Mau lari pah. "Jawab gio.
"Sarapan dulu engga baik mau lari tapi,engga sarapan dulu. "Ucap pak gunawan.
"Gisha pengen makan bubur ayam yang di depan kompleks itu pah, mah. "Ucap gio.
"Wah mantu mamah lagi ngidam yah, yaudah kalian pergi gih takut keburu anak nya ileran nanti. "Ucap bu ana.
"Makanya turutin apa ke mauan gisha. "Ucap mamah ana.
"Yaudah mah kita pergi dulu yah, takut kehabisan bubur ayam nya. "Ucap gisha karena kalau mendengar gio dan mamah nya bicara engga akan kelar.
"Yaudah sana hati-hati, larinya engga usah kenceng -kenceng. "Ucap mamah ana.
"Iyah mah, kita pamit yah. "Ucap gisha.
Gisha dan gio pun keluar sesudah pamit ke kedua orangtua nya, gio dan gisha mulai berjalan santai sambil gandengan tangan gio sangat bahagia sekali mempunyai istri seperti gisha, tak lama kemudian mereka sudah berda di depan kompleks di sana sudah ada beberapa tukang makanan juga.
"Bang bubur ayam nya dua yah. "Ucap gisha.
"Iya neng sebentar yah. "Ucap tukang bubur.
"Iya bang. "Ucap gisha.
Gisha menghampiri suami nya yang sedang duduk, mereka baru kali ini makan di pinggir jalan sebelum nya sih pernah cuman udah lama sekali, gio masih melihat di sekeliling nya.
"Kenapa? kaya baru makan di tempat kaya gini aja. "Ucap gisha.
"Ya emang udah lama baru makan di pinggir jalan. "Ucap gio.
Tak lama kemudian pesanan gisha pun datang.
__ADS_1
"Ini neng bubur ayam nya. "Ucap tukang bubur ayam yang mengantarkan pesanan gisha.
"Makasih yah bang. "Ucap gisha tersenyum.
"Mari neng silah kan di nikmati. "Ucap tukang bubu lalu ia pun kembali ge gerobak nya untuk melayani pembeli yang lain nya.
Gisha langsung menaburi bubur ayam nya dengan kecap dan sambal sedikit, gisha pun mengaduk bubur ayam tersebut namun gio hanya melihat gisha mengaduk bubur ayam malah keliatan jijik.
"Yang kenapa bubu nya di aduk sih. "Ucap gisha.
"Ya biar lebih meresap dan nikmat. "Ucap gisha.
"Emgga engga jijik ya, kan bisa makan kaya gini. "Ucap gio ia tidak mengaduk bubur nya.
"Kurang enak kalau makan nya gitu mah. "Ucap gisha.
"Aku sih tim makan bubur engga di aduk. "Ucap gio.
"Terserah lah yang penting masuk ke perut. "Ucap gisha.
Mereka berdua sangat menikmati bubur ayam tersebut, tak lama kemudian datang lah lala dan radit ia pun sudah dari rumah gio dan kedua orangtua nya pun memberitahu bahwa gio dan gisha sudah pergi.
"Hay bro. "Ucap radit langsung menghampiri gio.
"Eh eluh ada apa loh ke sini. "Ucap gio pasal nya ia tidak tau bahwa radit akan ikut lari.
"Gue ke rumah eluh aja eh loh nya udah ada di sini. "Ucap lala.
"Hehe maaf lagian nungguin kalian berdua lama. "Ucap gisha.
"Iya engga apa-apa. "Ucap lala dengan santai.
"Kalian berdua udah sarapan belum? "Tanya gisha.
"Udah ko. "Jawab lala.
"Ngomong -ngomong kita mau lari ke mana? "Tanya radit.
"Sekitar kompleks ini aja. "Ucap gisha.
"Di sebrang kompleks ini ada taman katanya kita ke sana aja. "Ucap gio.
"Yaudah ayo kita ke sana. "Ucap radit.
Setelah gio membayar bubur ayam mereka berempat pun berlari santai menuju tempat taman yang di bilang oleh gio tadi, saat berlari kecil melewati beberapa rumah juga.
.
.
.
**Happy Redingš¤
__ADS_1
Jangan lupa vote like and comenāŗ**