
Jam makan siang pun telah tiba, gisha dan ibu sudah siap-siap mereka berdua pun berangkat ke lokasi yang sudah di tentu kan oleh keluarga gio, ibu sangat cemas karena ia akan bertemu dengan keluarga gio.
"Ibu kenapa ko keliatan kaya yang cemas gitu? "Tanya gisha.
"Engga kenapa-kenapa ko sha. "Jawab ibu sambil tersenyum.
"Ibu tenang aja yah engga usah cemas kaya gitu. "Ucap gisha yang menenangkan ibu nya.
"Iya sha engga ko. "Ucap ibu.
"Semoga aja keluarga gio menerima kita yah sha. "Ucap ibu dalam hati nya.
Tak lama kemudian mereka sudah sampai di restoran tersebut, gisha dan ibu masuk ke dalam gisha mencari meja berserta nomor nya dan pas gisha melihat ke arah belakang dan gio sedang menunggu gisha dan ibu nya.
Restoran yang di pilih oleh keluarga gio.
"Sha mewah sekali ini restoran nya. "Ucap ibu ke gisha.
"Iya bu ini sangat mewah,kita ke sanah bu. "Ucap gisha.
"Iya sha. "Ucap ibu.
Gisha dan ibu berjalan ke arah gio yang sedang duduk, gio sedang menunggu ke datangan gisha dan ibu nya.
"Selamat siang. "Ucap gisha ke gio.
"Mba kata saya juga nanti pesan nya soal nya keluarga saya belum datang. "Ucap gio sambil memainkan ponsel nya.
"Khmmm. "Gisha berdehem.
Gio pun langsung melihat ke arah suara tersebut dan ia pun langsung tersenyum melihat gisha dan ibu nya.
"Eh bu sudah datang ternyata. "Ucap gio ke ibu gisha.
"Iya nak gio. "Ucap ibu.
"Engga di persilahkan untuk duduk nih kita. "Ucap gisha.
"Oh iya lupa, silahkan duduk bu. "Ucap gio.
Ibu dan gisha pun duduk, gio masih celanga celingu karena papah dan mamah nya belum datang.
"Nyari siapa? "Tanya gisha.
"Nyari papah dan mamah ko belum datang juga yah. "Ucap gio.
__ADS_1
"Kecebak macet kali, kita tunggu aja. "Ucap gisha.
"Iya sayang. "Ucap gio.
Gio memesan makanan dan minuman tak lama gio memesan makanan dan minuman, kedua orangtua gio pun datang.
"Selamat siang anak mamah. "Ucap ibu ana ke gio.
"Siang mah, oh yah mah pah ini kenalian gisha dan ibu nya. "Ucap gio yang memperkenal kan gisha dan ibu nya.
"Kalau gisha mamah sudah pernah ketemu, ini ibu nya gisha yah. "Ucap mamah ana yang berjabat tangan dengan ibu nya gisha.
"Iya bu saya ibu nya gisha. "Ucap ibu sambil berjabat tangan.
"Jangan panggil saya ibu panggil aja besan gitu hehe. "Ucap mamah ana yang tersenyum.
"Mohon maaf ya ibu kami aga telat ke sini nya. "Ucap pak gunawan.
"Iyah pak tidak apa-apa. "Ucap ibu gisha.
"Biasa lah jeng di kota kita kan suka kena macet hehe. "Ucap ibu ana.
"Kita makan dulu aja mah nanti sudah makan kita lajut lagi ngobrol nya. "Ucap gio.
"Anak mamah sudah kelaperan yah. "Ucap mamah ana.
"Iya nih ."Ucap gio.
"Ngomong -ngomong kapan nih rencana gio dan gisha untuk segera ke pelaminan. "Ucap mamah ana.
"Aku sih penengen nya segera mah,tapi kan engga tau gisha nya . "Ucap gio.
"Gimana nak gisha mau kan jadi menantu ibu. "Ucap ibu ana ke gisha.
"Mohon maaf bu saya memotong pembicaraan sebelum nya. "Ucap ibu ,gisha.
"Iya engga apa-apa jeng apa yang mau di bicarakan sok aja. "Ucap ibu ana.
"Bu kita ini bukan dari keluarga yang berada kita hanya dari keluarga sederhana saja, nanti apa kata orang soal ini bu. "Ucap ibu.
"Saya tidak mempersalahkan mantu saya dari kalangan apa pun jadi engga usah khawatir bu. "Ucap pak gunawan dengan tegas.
"Iya jeng begitu pun saya, saya dan suami saya sebelum jadi kaya gini kami pun dari keluarga sederhana,jadi ibu engga usah minder terhadap saya dan keluarga kami. "Ucap ibu ana sambil memegang tangan ibu gisha.
"Tapi bu pak. "Ucap ibu.
"Saya engga pernah salah pilih bu, gisha adalah pilihan saya untuk di jadi kan mantu oleh saya. "Ucap pak gunawan.
__ADS_1
"Iya jeng jadi engga usah khawatir yah. "Ucap ibu ana.
"Baiklah kalau bapak dan ibu menerima keluarga kita. "Ucap ibu.
Ibu ana dan ibu gisha berpelukan karena pembicaraan tadi, gisha hanya terdiam saja mendengar perkataan dari pak gunawan karena ia tidak berfikir sedemikian itu, gisha hanya memikirkan gimana kinerja dia saja dan pada akhirnya merema malah jatuh cinta.
"Jadi gimana nih kita bahas soal pernikah aja kali yah. "Ucap ibu ana karena sudah tidak sabar.
"Itu urusan mamah,papah dan ibu aja. "Ucap gio.
"Gimana sha kamu mau kan kalau nikah di bulan-bulan ini. "Ucap ibu ana.
"Tapi bu, saya harus membereskan urusan kantor terlebih dahulu. "Ucap gisha.
"Itu mah gampang biar gio aja sayang. "Ucap ibu ana.
"Ko aku sih mah, aku juga kan sama lagi banyak kerjaan. "Ucap gio.
"Gini aja bu kita selesai kan dulu kerjaan kita baru kita kan mengurus pernikahan. "Ucap gisha.
"Pantas saja papah mu ini sangat kagum pada kamu sha, ternyata selain cantik kamu juga bertanggung jawab dalam hal pekerjaan. "Ucap ibu ana.
"Oh iya dong papah kan engga salah pilih. "Ucap pak gunawan.
"Ibu dan pak gunawan bisa aja, ini udah tugas saya pak. "Ucap gisha.
"Pah, mah dan ibu aku pamit dulu yah aku ada urusan di kantor nih. "Ucap gio.
"Oh iya sayang hati -hati di jalan. "Ucap ibu ana.
"Iya mah, ayo sayang. "Ucap gio ke gisha sambil narik tangan nya.
"Eh kan aku lagi libur engga masuk kantor. "Ucap gisha.
"Aku butuh kamu di sana ayo. "Ucap gio berbisik.
"Tapi! "Ucap gisha.
"Kita berdua pamit yah. "Ucap gio.
Gio dan gisha meninggal kan restoran tersebut di sana tinggal ada ibu ana ,suami nya dan ibu gisha mereka masih di sana namun ibu ana pantang menyerah ia malah membicarakan soal pernikahan gisha dan gio karena mamah nya gio sudaj tidak sabar ingin punya menantu.
.
.
.
__ADS_1
**Happy Reading 🤗🤗
Jangan lupa vote like and comen☺🙏**