
Mereka berempat sudah berada di taman tak terasa mereka juga sangat kecapean, mereka pun duduk di rumput yang sengaja di tanam di taman tersebut.Ada beberapa keluarga juga yang sedang mengajak anak nya untuk bersepeda, ada juga sepasang ke kasih yang sedang berlari.
"Cape banget yah padahal tadi lari nya engga kenceng. "Ucap Gisha.
"Karena kamu jarang olah raga sayang. "Ucap gio.
"Mungkin sih tapi dulu kaya nya kuat -kuat aja. "Ucap gisha.
"Jadi inget dulu gue pas di kejar-kejar sama guguk, gisha lari nya cepet bener. "Ucap lala.
"Haha kalau engga cepet nanti malah di gigit. "Ucap gisha.
"Tapi tuh guguk emang udah engga ngejar lagi, ngapain loh masih lari. "Ucap lala kala itu ia di tinggal sama gisha.
"Masa gue di kerjain dong sama eluh."Ucap gisha.
"Lagian loh ninggil gue, yaudah gue bilang kaya gitu aja. Eh tau nya loh beneran lari kenceng banget. "Ucap lala.
"Haha kalian tuh ada -ada aja. "Ucap gio.
"Kita pulang yuk. "Ajak gisha.
"Baru aja duduk sha udah ngajak pulang aja, lagi pula di sini juga masih rame. "Ucap lala.
"Iya sha kenapa sih pengen pulang? "Tanya radit.
"Bosen tau masa liat yang pacaran mulu dari tadi. "Ucap gisha dari tadi memang banyak sepasang kekasih.
"Lah kan loh udah punya suami ngapain iri. "Ucap lala.
"Suami nya terlupa kan yah. "Ucap gio.
"Haha engga ko sayang, kita pulang aja yuk udah aga panas nih. "Ucap gisha.
"Yaudah deh ayo. "Ucap semuanya.
Mereka pun menuruti apa perkataan bumil, mereka hanya berjalan santai saja ia tidak lari di sepanjang jalan gisha pun mengobrol dengan lala sedangkan gio dan radit berjalan di belakang kekasih nya.
"La gimana hubung loh sama radit? "Tanya gisha.
"Ya seperti loh liat kita baik-baik. "Jawab gisha.
"Maksud gue bukan itu dodol. "Ucap gisha.
"Oh masalah bokap gue ya, radit masih berusaha sha padahal gue udah mempunyai ide eh dia malah nolak. "Ucap lala.
"Hah loh punya ide apa emang, bentar -bentar perasaan gue engga enak deh kalau loh punya ide untuk hubungan eluh. "Ucap gisha.
"Ya gue bilang gini aja ke radit kita kawain lari kalau engga radit hamilin gue,jadi kan orang tua gue pasti ngerestuin. "Ucap lala dengan santai.
"Gila ide loh sampai segitu nya, terus radit mau gitu dengan ide loh? "Tanya gisha.
"Ya engga lah malah gue di cermahain."Ucap lala.
__ADS_1
"Lagian sih loh mah ada-ada aja. "Ucap gisha.
"Ya kan itu jalan yang terbaik biar langsung dapat restu. "Ucap lala.
"Terbaik mata mu. "Ucap gisha sambil menggelengkan kepalanya.
"Haha tapi gue bersyukur sih punya cowok kaya radit, biar pun waktu itu pernah tidur bareng tapi dia tidak melakukan hal apa pun. "Ucap lala.
"Masih bersyukur loh radit masih mau sama loh. "Ucap gisha.
"Haha iya padahal tingkah gue kaya gini yah. "Ucap lala.
Tiba-tiba gisha berhenti ia melihat pohon mangga yang begitu lebat, gisha menatap pohon mangga itu dengan berbinar dan jiwa maling gisha pun meronta-ronta.
"Loh kenapa berhenti sih. "Ucap lala.
"Ada pohon mangga tuh di sebrang sana. "Ucap gisha yang menunjuk ke halam rumah orang.
"Ya terus loh mau apa? "Tanya lala.
"Kita curi yuk, gue pengen banget nih mangga muda. "Ucap gisha.
"Gila loh, loh lagi hamil ya kali pengen nyuri tuh mangga. "Ucap lala yang tidak habis fikir dari dulu gisha seperti itu.
"Tapi gue pengen banget la."Ucap gisha.
"Ya bilang lah sama suami loh ngapain bilang sama gue. "Ucap lala.
Radit dan gio menghampiri gisha dan lala mereka berjalan ketinggalan gisha dan lala.
"Lagian kalian tuh jalan nya cepet bener sampe ketinggal kita. "Ucap radit.
"Sayang aku pengen mangga itu. "Rengek gisha ke gio.
"Engga ah sayang itu pasti asem engga boleh makan itu ."Ucap gio yang melarang gisha.
"Tapi aku pengen itu sayang, emang mau anak kamu ileran. "Ucap gisha.
"Mana ada. "Ucap gio.
"Kata orang dulu sih kalau lagi ngidam harus di turuti, kalau engga anak nya ileran. "Ucap lala.
"Apa bener? "Tanya gio ke radit.
"Bener kaya nya soal nya gue sering denger tuh. "Ucap radit.
"Yaudah kita beli aja yah, itu kan punya orang lagi pula aku engga kenal sama yang punya pohon nya. "Ucap gio.
"Aku pengen nya yang itu yang, liat deh mangga nya pada besar. "Ucap gisha.
"Yaudah aku minta ijin dulu deh ke yang punya nya. "Ucap gio karena ia tau itu punya orang jadi harus minta ijin dulu.
"Engga usah yang kelamaan. "Ucap gisha.
__ADS_1
"Terus kalau engga minta ijin mau apa? "Tanya gio.
"Langsung ngambil aja, tuh ada mangga yang engga terlalu tinggi pasti kamu nyampe deh buat ngambil nya. "Ucap gisha sambil menunjuk mangga yang engga terlalu atas.
"Yang masa nyuri sih engga baik tau. "Ucap gio.
"Tapi aku pengen nya kaya gitu, emang kamu mau anak kami ileran. "Ucap gisha.
Gio hanya bisa mengehelaskan nafas nya dengan kasar ada-ada aja permintaan istri nya itu, gio menatap radit dan lala berganti. Lala bergedik ngeri pasal nya lala dan gisha pernah melakukan itu dan hasil nya mereka berdua ketauan sama yang punya.
"Gue engga ikutan deh mending gue pulang. "Ucap lala.
"Gue juga sama gio, itu kan istri loh. "Ucap radit.
"Tolongin gue lah, loh tolong awasin yang punya rumah aja. "Ucap gio.
"Gimana yang? "Tanya radit ke lala.
"Yaudah deh lagian kasian juga tuh anak, kita awasi kalau yang punya nya kita langsung lari dulu aja. "Ucap lala.
"Okeh. "Ucap radit.
Radit dan lala pun setuju untuk membantu gio, radit dan lala berjaga-jaga takut ada yang punya nya sedangkan gio dan gisha mereka sedang berisap untuk mengambil mangga tersebut.
"Gimana cara ngambil nya yang?Itu lumaya aga tinggi. "Ucap gio.
"Gedong aku, cepetan nanti ke buru ketauan. "Ucap gisha.
Akhirnya gio menggendong gisha, gisha pun perlahan merain batang mangga tersebut.
"Udah belum yang? "Tanya gio.
"Bentar lagi dikit lagi dapat, aga kesinian yang. "Ucap gisha.
Gio pun nurut apa yang di instruksi oleh istri nya, radit dan lala mengkode ke arah gio karena tiba-tiba yang punya ada.
"Sutt sutt. "Ucap radit yang memberi kode.
Gio tidak paham apa yang radit bicarakan, gisha masih beraih mangga nya tiba-tiba yang punya berteriak.
"Heyyy kalian mau ngapai. "Ucap Yang punya pohon mangga.
"Yey dapat, turunin aku cepetan kita ketauan. "Ucap gisha.
Gio langsung menurunin gisha mereka pun berlari saat yang punya pohon mangga keluar dari halaman rumah nya, lala dan radit lari dulu sedang kan gisha dan gio ia pun panik dan langsung lari sambil membawa mangga curian mereka.
.
.
.
**Happy Reading 🤗🤗
__ADS_1
Jangan lupa vote like and comen☺**