
Gisha masih memijit kaki nya ia merasa kaki nya sangat pegal sekali, gio masih memperhatikan vina dan gio melihat gisha sedang memijit kaki nya gio berhenti di sebuah apotek ia akan membelikan gisha salep bair nyeri di kaki nya mereda.
"Kenapa berhenti di sini? "Tanya gisha.
"Sebentar saya mau beli sesuatu, tunggu di sini dulu. "Ucap gio ia berlari kecil ke arah apotek.
Gio masuk ke dalam ia menanyakan obat untuk meredakan nyeri ke penjaga apotek.
"Permisi pak ada yang bisa saya bantu. "Ucap penjaga apotek.
"Saya ingin mencari obat meredakan nyeri di kaki. "Ucap gio.
"Oh iya pak sebentar saya carikan dulu. "Ucap penjaga apotek.
Penjaga apotek langsung mencari obat yang di inginkan gio, penajaga apotek pun kembali lagi dan memberikan obat tersebut kepada gio.
"Ini pak obatnya. "Ucap penjaga apotek.
"Jadi berapa? "Tanya gio.
"Jadi 50rb pak. "Ucap penjaga apotek.
"Ini. "Ucap gio dan menyodorkan uang.
"Uang nya seratus ribu ya pak ini kembalian nya. "Ucap penjaga apotek sambil memberikan kembali nya namun saat sang penjaga apotek itu akan mengambilkan sisa uang gio, gio malah pergi begitu saja.
"Lah mana orang nya ini Kembalian nya gimana. "Ucap penjaga apotek.
Gio berlari ke arah mobil sambil membawa obat tadi yang di beli sama gio di apotek, gisha heran kepada gio ia membawa apa di kantong keresek yang berwarna putih.
"Habis dari mana sih? "Tanya gisha.
"Abis dari apotek. "Jawab gio.
"Kamu sakit? "Tanya gisha.
"Engga. "Jawab gio.
__ADS_1
"Terus ngapain ke apotek. "Ucap gisha.
"Ya beliin kamu obat lah. "Ucap gio.
"Kan aku engga sakit yang. "Ucap gisha.
"Sini kaki kamu. "Ucap gio.
"Hah. "Ucap gisha yang heran.
"Sini kaki kamu aku pengen liat. "Ucap gio.
Gio membenarkan posisi kursi mobil nya biar gisha nyaman, gio mengangkat kaki gisha ke paha nya ia pun melihat kaki gisha dan benar saja kaki gisha bengkak dan pada merah.
"Duhh sampai merah kaya gini. "Ucap gio sambil melihat kaki gisha.
"Udah engga apa-apa. "Ucap gisha.
"Sini aku obatin. "Ucap gio.
Gio mengoleskan salep yang tadi ia beli di apotek, ia mengoleskan nya ke kaki gisha sambil memijit kaki gisha.
"Engga ko, lain kali jangan pakai heels yang tinggi kaya gini deh kaki kamu jadi kaya gini kan. "Ucap gio yang memperingati gisha.
"Kan biasanya juga engga kaya gini. "Ucap gisha.
"Udah nanti mah kamu jangan jalan jauh-jauh terus jangan pakai heels yang tinggi banget. "Ucap gio.
"Iya engga bakalan ko. "Ucap gisha.
"Udah selesai, nanti ini pakai lagi yah kalau masih pegel. "Ucap gio.
"Iya yaudah ayo kita pulang. "Ucap gisha.
"Yaudah ayo. "Ucap gio.
Gio kembali membenarkan posisi duduk gisha kembali dan ia pun kembali menyetir, sepanjang jalan gisha hanya memperhatikan gio saja ia bersyukur punya gio yang begitu perhatian sama dia. Tak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah gisha.
__ADS_1
"Yakin mau turun di sini? "Tanya gio karena gisha harus masuk lagi ke dalam.
"Iya yakin. "Jawab gisha.
"Nanti kaki kamu sakit lagi. "Ucap gio.
"Engga ko, yaudah aku pulang duluan yah. "Ucap gisha.
"Kiss nya mana. "Ucap gio yang memegang tangan gisha.
"Apaan sih. "Ucap gisha.
"Kamu mah seengga nya gitu kan, kalau engga di suruh mampir kiss ke. "Ucap gio yang merajuk.
"Udah kaya anak kecil aja selalu merajuk. "Ucap gisha.
"Tau ah nyebelin. "Ucap gio.
"Muchhh. "Gisha mengecup pipi gio.
"Makasih yah udah di beliin salep dan mau mijitin kaki aku. "Ucap gisha di telinga gio.
"Iya sama-sama Itu udah kewajiban aku. "Ucap gio.
"Yaudah aku turun yah. "Ucap gisha.
"Iya. "Ucap gio.
Saat gisha akan turun dari mobil gio malah menarik tangan gisha sampai wajah gisha mendekat sekali di wajah gio, gio menatap gisha dan tangan gio menarik pinggang gisha kehadapan sampai mereka berdua berhadapan. Gio mengecup bibir gisha dan gisha membalas kecupan gio di dalam mobil mereka berciuman gio melemuti bibir gisha mereka sangat menikmati ciuman tersebut sampai mereka lupa bahwa mereka sedang berada di mobil untung saja kaca mobil gio tidak begitu teransparan.
.
.
.
**Happy Readingš¤š¤
__ADS_1
Jangan lupa vote like and comenāŗš**