Handsome Young Master

Handsome Young Master
Episode 99


__ADS_3

Gio sedang fokus ke layar komputer nya namun ia masih teringat dengan perkataan sahabat nya tadi sampai-sampai ia berdiri sambil menepis pipi nya kembali dan berjalan ke arah jendela, dan tak lama kemudian seketaris gio pun datang.


"Permisi pak "Sang seketaris pun menghampiri gio.


"Sejak kapan kamu di situ? "Tanya gio.


"Sejak tadi pak"Jawab sekertaris.


"Kenapa tidak mengetuk pintu terlebih dahulu "


"Tadi saya sudah mengetuk pintu cuman bapa tidak menyaut nya jadi saya memutuskan untuk masuk"seketaris menjelaskan.


"Lain kali kalau masuk harus ketuk pintu dulu "


"Baik pak maaf kalau saya sudah lancang"


"Iya tidak apa-apa,ada perlu apa? "Tanya gio.


"Ini pak ada salah satu berkas yang harus di tanda tangani"


"Baik taro saja di meja saya"


"Baik pak"


Sang sekertaris pun menyimpan berkas itu di meja gio dan ia pun kembali lagi ke tempat nya, sekertaris gio pun bingung saat gio menepis pipinya sambil berjalan ke arah jendela sekertaris gio sangat heran dan kepo terhadap bos nya itu.


"Ada apa dengan bos saya itu biasanya ia tidak marah kalau saya tidak mengetuk pintu nya apa jangan -jangan "Sang sekertaris berfikiran yang tidak -tidak namun ia langsung menepis fikiran itu lalu berkata itu bukan urusannya.


...

__ADS_1


Jam kantor pun sudah menujukan jam pulang gio pun langsung keluar dari ruangan nya tak lama kemudian radit pun sudah keluar dar ruangan nya ia pun melihat gio seperti terburu-buru,radit menegur gio.


"Buru-buru banger mau ke mana luh?"Tanya radit.


"Gue mau nenangin fikiran "Jawab gio.


"Tumben banget luh ada apaan sih, jangan bilang luh mau ke bar"Radit langsung curiga ke gio.


"Sutt luh apaan sih ngomong kaya gini di kantor "Gio pun membekam mulut radit karena ia tidak mau kalau karyawan nya tau kalau di itu kadang-kadang suka ke bar.


"apaan sih lah main bekam mulut gue aja"Radit pun kesal.


"Luh harus sikon dong kalau ngomong "


"Ya maaf abis nya luh tuh tumben banget jam segini udah pulang plus mau nenangin fikiran lagi "


"Gue engga yakin kalau kerjaan loh usah beres"


"Intinya gue pengen nenangin fikiran "


"Yaudah kalau gitu kalau luh mau nenangin fikiran mah"


"Tapi enak nya ke mana ya? "Tanya gio.


"Ke cafe aja gimana sambil ngopi-ngopi kita udah lama juga sih gue engga nongkrong"Jawab radit.


"Boleh tuh"


"Tumben banget luh langsung cus aja biasanya kan luh suka pengen ke"Radit tidak melanjutkan nya.

__ADS_1


"Engga deh sekarang mah gue engga terlalu pusing banget "


"Okeh lah cari cafe aja ya"


Radit dan gio pun mencari cafe yang enak dan pemandangan yang sangat bagus biar di lihat nya sangat pres, tak lama kemudian mereka pun telah sampai di cafe itu radit pun mencari tempat duduk yang spot nya sangat nyaman dan bangus mereka pun duduk.


"Luh mau pesan apaan? "Tanya radit.


"Gue cofe aja deh"


"Yaudah gue pesan dulu"


Radit memesan dua cofe mereka sambil menunggu pesanan mereka datang radit dan gio pun mengobrol santai dan tak lama kemudian pesanan mereka pun datang.


"Ini mas pesanannya"Sang pelayan cafe pun menaruh dua gelas cofe.


"Iya terimakasih "Jawab radit sambil tersenyum.


Sang pelayan pun kembali lagi dengan pekerjaan nya tiba-tiba datang lah gisha dan lala ke cafe yang sama karena lala sudah lama tidak bertemu dengan gisha siapa sangka gisha akan bertemu dengan gio yang menurut dia selalu bikin dia emosi terus.


.


.


.


**Happy Reading ☺🤗🤗


Jangan lupa vote, like and comen☺🙏**

__ADS_1


__ADS_2