
Pagi yang cerah ini gisha sudah bangun dari tidurnya karena merasakan perut nya yang sangat tidak enak, ia pun langsung ke kamar mandi. Gio meraba di sebelah kasurnya namun sudah tidak ada keberadaan istrinya di samping nya,gio pun bangun dari tempat tidur dan mendengar suara di kamar mandi.
"Kamu kenapa sayang? "Tanya gio yang khawatir terhadap istrinya.
"Aku engga kenapa-kenapa ko. "Jawab gisha.
"Apa kita perlu ke dokter yang, kamu tiap hari muntah terus loh. "Ucap gio.
"Nama nya juga lagi hamil yang, pasti kaya gini setiap pagi nya. "Ucap gisha.
"Tapi sayang kalau tiap pagi kaya gini kamu lemas yang ada. "Ucap gio.
"Mending kamu mandi aja yah, siap-siap untuk ke kantor. "Ucap gisha.
"Engga mau aku, aku mau ngurusin kamu aja. "Ucap gio.
"Aku lagi engga sakit sayang, jadi engga usah di urusin. Ayo cepatan mandi. "Ucap gisha.
"Mau di mandiin aja sama kamu. "Ucap gio yang menggoda istrinya.
"Engga mau yang ada mandi nya makin lama, udah cepat sana. "Ucap gisha.
"Ah sayang mah."Ucap gio.
Gisha tidak mengubris perkataan gio lagi ia malah pergi meninggal kan gio,kalau gisha masih di kamar yang ada gio makin lama untuk ke kamar mandi. Gisha menyiapkan sarapan untuk gio setelah menyiapkan sarapan untuk gio, gisha tak lupa menyiapkan pakaian untuk ke kantor.
"Sayang aku sudah beres mandi nya. "Ucap gio seperti anak kecil.
"Yaudah nih pake pakainya. "Ucap gisha sambil memberikan pakaian gio.
"Pakein yang. "Ucap gio.
"Pake sendiri udah kaya anak kecil aja. "Ucap gisha.
"Engga apa-apa dong, sesekali ke pakein sama istri. "Ucap gio.
"Engga ada, ayo yang cepetan nanti kamu telat ke kantor nya. "Ucap gisha.
__ADS_1
"Engga apa-apa telat juga toh perusahaan aku sendiri ini. "Ucap gio.
"Tapi kamu tuh harus jadi contoh yang baik buat karyawan yang lain nya lah. "Ucap gisha.
"Iya sayang, yaudah aku pake dulu baju. "Ucap gio.
Gio pun pergi ke walks keloset untuk ganti pakaian nya, gisha sudah menyiapkan dasi untuk di pakai oleh gio. Gio keluar gisha pun menghampiri gio dan memakai kan dasi di leher nya, setelah selesai semuanya mereka berdua pergi ke meja makan untuk sarapan, gisha hanya menyiapkan roti saja.
"Sayang nanti pas pulang dari kantor kamu mau apa? "Tanya gio ke istri nya.
"Engga tau yang, aku belum mau apa-apa. "Jawab gisha.
"Kalau kamu ngidam apa-apa langsung kasih tau aku yah. "Ucap gio.
"Siap sayang nanti aku bakalan kasih tau. "Ucap gisha.
Setelah sarapan gio pun pamit kepada istri nya seperti biasa sebelum ke kantor gio selalu menicum kening istri nya dan tak lupa mencium b*b*r juga, sudah rutinitas tiap hari.
"Udah yang ada kamu malah engga jadi ke kantor. "Ucap gisha sambil melepaskan ciuman mereka.
"Ah sayang mah."Ucap gio.
"Okeh baiklah, tunggu aku nanti malam. "Ucap gio.
"Yaudah sana, nanti telat. "Ucap gisha.
"Aku berangkat dulu yah, dahh. "Ucap gio.
"Iya hati-hati di jalan, dahh. "Ucap gisha.
Gio pun berangkat dari rumah nya gisha mengantarkan gio tepi depan rumah, gio pun sudah meninggal kan kediaman nya, gisha masuk ke dalam rumah.
Di kantor.
Radit sudah berada di loby kantor dengan wajah sumeringah sekali, di belakang radit padahal gio sedang berjalan di belakang nya namun ia tidak sadar bahwa ada gio di sana. Gio terus melihat gerak gerik radit ia pun penasaran apa yang di pegang oleh sahabatnya itu.
"Wah pagi-pagi sudah ada yang semuringah gini. "Ucap gio.
__ADS_1
"Eh pak gio selamat pagi. "Ucap radit menyapa gio dengan senyuman.
"Idih tumben banget loh kaya gini. "Ucap gio ia malah geli melihat tingah radit.
"Lah kan gue tiap hari juga kaya gini kan ke eluh. "Ucap radit.
"Iya sih, tapi kan di sini cuman ada kita doang. "Ucap gio.
"Ya sama aja kan ini kantor. "Ucap radit.
"Baiklah, oh ya loh tumben banget wajah loh semuringah gini. "Ucap gio.
"Kepo banget nih bos gue pagi-pagi. "Ucap radit.
"Bukan kepo tapi gue pengen tau aja sih. "Ucap gio.
"Engga usah kepo ke gue, noh bekas lipstik bini loh masih nempel. "Ucap radit.
"Mana emang ada. "Ucap gio ia mengusap bibir nya.
"Ada noh, pagi-pagi udah gituan aja. "Ucap radit.
"Itu udah rutinitas tau ."Ucap gio sambil menghapus lipstik yang nempel pada nya.
"Iyaiya gue paham. "Ucap radit.
Mereka pun berjalan ke arah lift untuk ke ruangan mereka masing-masing, namun radit malah ke ruangan gio ia pun heran kenapa radit malah masuk ke ruangan nya bukan ke ruangan dia sendiri.
.
.
.
**Happy Reading🤗🤗
Jangan lupa vote like and comen☺**
__ADS_1