
Gisha telah sampai di apartemen nya gio dan gisha membantu gio untuk masuk ke dalam namun gio tidak mau di bantu karena kalau ia dekat denan gisha pasti hawa nafsunya mulai meronta.
"Sini saya bantu. "Ucap gisha.
"Engga usah gue bisa sendiri. "Ucap gio.
"Tapi kan. "Ucap gisha.
"Awas gue mau jalan. "Ucap gio sambil berjalan.
Gisha hanya terdiam saja dan melihat saja apa yang bos nya lakukan, saat gio berjalan tiba-tiba gio kehilangan keseimbangan buat berjalan.
"Eh tuh kan. "Ucap gisha berlari menghampiri gio.
"Gue juga bilang apa tadi gue bantu. "Ucap gisha dengan nada bicara seperti teman.
"Gue bisa sendiri ko. "Ucap gio.
"Gue bantu pokok nya diem aja deh. "Ucap gisha.
Gio hanya pasrah saja ia menuruti kata gisha ia berjalan dan masuk ke apartemen di dalam aprtemen gio kelihatan sangat ke panas sekali ia membuka baju nya gisha tidak tau kalau gio sudah membuka baju nya.
"Akhhh. "Teriak gisha sambil menutup mata nya.
"Berisik tau kenapa sih luh teriak mulu. "Ucap gio.
"Luh ngapain buka baju tau ada gue. "Ucap gisha.
"Gue tuh gerah banget gisha. "Ucap gio.
"Luh emang aneh yah ini ruangan udah pake AC tetap aja luh bilang gerah. "Ucap gisha.
__ADS_1
"Luh engga tau apa yang gue rasain sekarang tau engga, oh ya luh cepetan ganti baju kenapa jangan pake baju kaya gitu. "Ucap gio.
"Lah mana gue tau apa yang loh rasain. "Ucap gisha.
"Dah lah gue mau ke kamar mandi. "Ucap gio.
Gio pergi ke kamar mandi ia berrendam karena tidak tahan oleh hawa panas, gisha yang begitu aneh melihat gio ia pun heran kenapa dengan sikap gio.
"Lama baget tuh orang di kamar mandi lagi ngapain sih. "Ucap gisha dalam hati nya.
"Woy lagi ngapai sih loh di kamar mandi gue mau mandi nih."Ucap gisha di pintu kamar mandi.
Namun gio tidak menjawab satu perkataan dari gisha.
"Lah ini orang janga-jangan pingsan lagi, bikin idup gue susah mulu dah. "Ucap gisha sambil mendekati pintu kamar mandi.
"Cklek. "Gio membuka pintu kamar mandi dan gisha hampir saja jatuh ke gio.
"Hmmm lagian loh lama di dalam kan gue jadi parno. "Ucap gisha karena kaget.
"Yaudah tuh kamar mandi nya udah ko. "Ucap gio.
Gio pergi meninggalkan gisha dan gisha pun masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi, Malam pun semakin larut gisha sudah tertidur lelap namun gio masih saja belum tidur mungkin ia masih ada efek obat tersebut.Gio menyibukan diri nya dengan memainkan ponsel nya tiba-tiba gio melirik ke arah gisha ia pun tersenyum karena gisha ia sedikit demi sedikit berubah gio terdidur dengan lelap.
.
.
Sang mentari telah menyinari sudut-sudut kamar mereka berdua gisha terbangun dari tidurnya ia melihat gio yang tidur di sofa sambil memegang ponsel nya,gisha menghampiri gio yang sedang tidur di sofa ia akan mengambil ponsel nya.
"Tumben ia tidur di sofa. "Ucap gisha di dalam hati nya sambil mengambil ponsel nya.
__ADS_1
"Jangan bangun. "Ucap gisha dalam hati nya, gisha menarik ponsel nya saat gisha menarik ponsel nya gio malah memegang tangan gisha begitu erat.
"Yaelah kenapa tangan gue jadi di pegang gini kan gue engga bisa ke mana-mana. "Ucap gisha dalam hati nya.
"Ngapain kamu di sini. "Ucap gio yang kaget karena ada gisha di hadapan nya.
"Mau ngambil ponsel mu, tidur bawa-bawa hp. "Ucap gisha.
"Bilang aja luh mau modus sama gue. "Ucap gio.
"Hello siapa lagi yang mau modus yang ada luh kali yang modus pegang-pegang tangan gue noh. "Ucap gisha.
"Ko bisa sih tangan loh ada di sini. "Ucap gio sambil menyikirkan tangan gisha.
"Dari tadi ke lepasin nya pegel tau. "Ucap gisha.
"Siapa suruh tangan loh ada di sini. "Ucap gio.
"Percuma gue jelasin juga, udah ah gue mau sarapan. "Ucap gisha.
Gisha meninggal kan gio ia pergi ke dapur ia mengambil beberapa roti dan ia ingin bikin roti bakar, sedang kan gio masih di sofa ia masih bingung kenapa tangan gisha bisa ada di dadanya dia.
.
.
.
.
**Happy Readingš¤š¤
__ADS_1
Jangan lupa vote like and comenāŗš**