
Gisha memeriksa paper bag tersebut dan ia pun baru ingat bahwa tadi gio memberikan itu kepada ibu nya.
"Itu apaan sha? "Tanya ibu.
"Oh ini tas bu. "Jawab gisha.
"Oh tas sini baju kotor mu nanti besok sama ibu di cuci. "Ucap ibu.
"Lodri aja bu, ibu engga usah cape -cape. "Ucap gisha.
"Engga cape ko sha lagi pula cuman baju kamu doang itu pun nyucinya di mesin cuci ko. "Ucap ibu .
"Terserah ibu deh, oh ya bu ini buat ibu. "Ucap gisha sambil memberikan paper bag tersebut.
"Ko buat ibu bukan nya itu punya kamu sha? "Tanya ibu yang bingung.
"Bukan punya aku bu lagi pula itu tas nya buat kalangan ibu-ibu. "Ucap gisha.
"Makasih ya sha padahal engga usah repot-repot beliin ibu kaya gini. "Ucap ibu sambil mengambil paper bag nya.
"Itu di kasih sama bos gisha bu dia waktu di sana beli tas buat ibu nya,mungkin beli nya kelebihan. "Ucap gisha.
"Wahh tas nya bagus sekali sha pasti mahal. "Ucap ibu yang sudah membuka paper bag nya dan mengeluarkan tas nya.
"Nama juga selera bos bu. "Ucap gisha.
"Ko tas nya di kasih ke ibu sih sha?"Tanya ibu.
"Mungkin pengen ngasih kali ke ibu. "Jawab gisha.
"Jangan-jangan bos kamu itu sebenar nya. "Ucap ibu langsung terpotong oleh gisha.
"Apa sih bu engga mungkin lah."Ucap gisha.
"Siapa tau kan. "Ucap ibu ngeledek gisha.
"Apaan sih bu, udah ah aku mau ke kamar mau istirahat. "Ucap gisha meninggal kan ibu.
"Ibu engga bilang apa-apa loh sma kamu kaya gitu. "Ucap ibu sambil tersenyum.
"Udah ah mau istirahat. "Ucap gisha.
"Iya istirahat gih. "Ucap ibu yang tidak meledek lagi gisha.
Gisha ke kamar nya di dalam kamar nya gisha menaruh tas dan merebahkan tubuhnya di kasur, dan gisha pun terlelap tidur.
Di rumah gio
Gio baru saja sampai di rumah nya ia turun dari taxi dan supir taxi pun menurun kan barang-barang gio yang ada di bagasi mobil, gio mengetuk pintu rumah nya.
"Tok tok tok.. "Gio mengetuk pintu nya.
__ADS_1
"Bi ada tamu tuh, tolong bukain pintu nya. "Ucap mamah gio kepada pembantu nya, karena mamah gio sedang menonton televisi.
"Baik bu. "Ucap bibi.
"Eh den gio sudah pulang. "Ucap bibi yang sudah membuka kan pintunya.
"Iya bi, mana bi mamah? "Tanya gio kepada sang bibi.
"Ada den di dalam. "Ucap bibi.
"Oh iya bi. "Gio pun masuk ke dalam sambil mendorong koper nya.
"Den biar bibi aja yang bawa koper nya. "Ucap bibi.
"Oh iya bi makasih ya. "Ucap gio dengan santun.
"Iya sama-sama den kan ini tugas bibi juga. "Ucap bibi.
"Yaudah saya masuk ya bi. "Ucap gio.
"Iya den. "Ucap bibi.
Gio masuk ke dalam rumah nya ia langsung menemui mamahnya yang sedang menonton televisi, gio membawa sebuar paper bag yang berisi tas untuk mamah nya.
"Hallo mah aku pulang. "Ucap gio kepada mamah nya.
"Ko kamu pulang sekarang kata besok kamu akan pulang sayang. "Ucap mamah.
"Kenapa engga bilang ke mamah atau papah ke biar bisa di jemput sama supir kita. "Ucap mamah.
"Engga apa-apa mah lagi pula nanti ngerepotin lagi. "Ucap gio .
"Terus kamu pulang naik apa? "Tanya mamah.
"Naik taxi ko mah. "Ucap gio.
"Oh gitu. "Ucap mamah.
"Mah aku bawain sesuatu nih buat mamah. "Ucap gio kepada mamah nya.
"Bawa apa kamu sayang. "Ucap mamah.
"Taraaaa ini buat mamah. "Ucap gio sambil memberikan paper bag tersebut.
"Apa ini! "Ucap mamah.
"Buka aja mah. "Ucap gio.
"Yaudah mamah buka ya. "Ucap mamah.
"Iya mah. "Ucap gio.
__ADS_1
"Wah tas dari luar negeri nih. "Ucap mamah.
"Iya dong. "jawab gio.
"Padahal engga usah repot-repot loh sayang beliin mamah kaya ginian. "Ucap mamah yang tidak enak ke anak nya sendiri.
"Engga repot ko mah lagi pula itu aku belinya pas lagi jalan-jalan ko. "Ucap gio.
"Jalan-jalan di temenin sama siapa sayang? "Tanya mamah yang kepo.
"Sama sekertaris aku mah, kan radit engga jadi ikut jadi yang ikut sekertaris aku mah. "Ucap gio.
"Oh gitu, pantes ini tas model nya bagus. "Ucap mamah.
"Itu aku loh yang milih buat mamah. "Ucap gio.
"Iya makasih sayang, tapi mamah engga butuh ini. "Ucap mamah kepada gio.
"Terus mamah butuh nya apa?"Tanya gio.
"Butuh nya mantu. "Ucap mamah sambil tersenyum.
"Duh mah kalau yang itu mah nanti ya, kalau yang lain sama gio di kabulin deh. "Ucap gio.
"Mau sampai kapan kamu kaya gini terus teman -teman mamah udah pada punya mantu. "Ucap mamah.
"Mah aku tuh belum ke fikiran ke situ. "Jawab gio.
"Terus kapan kamu ke fikiran ke situ nya. "Ucap mamah.
"Mah nanti ya di omongin lagi soal itu nya, gio cape mau ke kamar dulu. "Ucap gio.
"Tapi gio. "Ucap mamah..
"Aku ke kamar dulu ya. "Ucap gio meniggal kan mamah nya.
Gio pergi ke kamar nya ia menaiki anak tangga, sesampai nya di kamar gio meletak kan tas kecil nya dan ponsel nya di meja ia duduk di sofa sambil merebahkan tubuhnya dan memikirkan perkataan mamah nya tadi, gio menatap langit-langit kamar nya sambil memikirkan ucapan mamah nya tadi.
.
.
.
.
.
**Happy Readingš¤š¤
Jangan lupa vote like and comenāŗš**
__ADS_1