
Gio menghampiri gisha dan tunangan nya nadia ia menyapa tunangannya nadia.
"Hey bro. "Ucap gio sambil menepuk pugung tunangan nadia.
"Hey. "Jawab alex.
"Lagi ngapain kalian berduaan di sini?,ke mana si nadia. "Tanya gio.
"Gue lagi nawarin minuman aja ke tunangan loh, kaya nya dia ke hausan. "Ucap alex.
"Kalau dia haus dia bisa ambil sendiri. "Ucap gio.
"Gue kan peka orang nya. "Ucap alex.
"Peka sama tunangan orang emang boleh yah. "Ucap gio.
"Ya kan gue cuman nawarin aja. "Ucap alex aga ngegas.
"Udah -udah jangan ribut di sini. "Ucap gisha.
"Hey cantik jaga tuh tunangan mu. "Ucap alex sambil menyetuh pipi gisha.
"Maksud loh apa. "Ucap gio sambil menarik zas alex.
"Santai aja dong. "Ucap alex.
"Udah gio. "Ucap gisha.
"Gue ke sana dulu ya. "Ucap alex kepada gisha sambil mengedip kan matanya.
Alex meninggal kan gisha dan gio ia mencari nadia karena gagal memberikan minuman tersebut kepada gisha, gio sangat kesal kepada alex ia menggoda gisha. Ternyata alex sedikit menyukai gisha makanya ia tidak jadi memberikan minuman tersebut dan alex pun berencana biar gio saja yang meminum nya.
"Gimana beb?"Tanya nadia.
"Gagal beb. "Jawab alex.
"Ko bisa gagal sih. "Ucap nadia.
"Aku ada ide beb. "Ucap alex.
"Ide apaan. "Ucap nadia yang tidak mood lagi.
"Mending kamu yang ngasih minuman ini ke si gio soal nya tadi aku di tuduh sama dia kata nya aku suka sama tunangan nya. "Ucap alex yang memanasi nadia.
__ADS_1
"Apa! bisa-bisa nya si gio nuduh tunangan gue kaya gitu. "Ucap nadia dengan marah.
"Yaudah kamu aja sana yang ngasih ke si gio, dia lagi ngobrol tuh sama temen nya kaya nya. "Ucap alex.
"Okeh kalau gitu, aku ke sana dulu ya. "Ucap nadia.
Nadia berjalan ke arah gio, gio sedang mengobrol sebentar dan nadia pun menyapa gio.
"Hay. "Ucap nadia.
"Hay. "Jawab gio dengan biasa aja.
"Sendirian aja mana tunangamu? "Tanya nadia.
"Lagi ke toliet mungkin. "Ucap gio.
"Oh gitu."Ucap nadia.
Mereka pun mengobrol dengan asik nya sampai -sampai gio lupa dengan rasa sakit yang pernah nadia kasih ke gio, tiba-tiba gio di kasih lah minum sama nadia.
"Nih gio minum dari tadi kita ngobrol belum minum. "Ucap nadia sambil menyerahkan gelas yang berisi air.
"Thanks. "Ucap gio sambil tersenyum kepada nadia.
"Iya nadia. "Ucap gio.
Gisha memperhatikan gio ia sedang mengobrol dengan nadia dengan wajah kesal gisha ia pun menghampiri gio yang sedang mengobrol dengan nadia.
"Khmm. "Ucap gisha.
"Eh ada tunangan kamu gio. "Ucap nadia sambil tersenyum.
"Eh sha kamu dari mana aja? "Tanya gio.
"Dari sana. "Ucap gisha.
"Hmm gue ke sana dulu ya engga enak ganggu kalian berdua. "Ucap nadia sambil meninggalkan mereka berdua.
"Oh ia. "Ucap gio sambil tersenyum kepada nadia.
Setelah nadia meninggalkan gio dan gisha tiba-tiba badan gio terasa sangat panas ia pun menahan rasa panas itu di badan nya.
"Kenapa ini badan gue ko terasa panas baget ya padahal ini tempat nya ber AC. "Ucap gio dalam hati nya.
__ADS_1
Gisha memperhatikan gio ia merasa gio kelihatan tidak enak badan kaya nya, gisha pun bertanya kepada gio.
"Kamu kenapa? "Tanya gisha.
"Engga tau badan gue tiba-tiba panas baget. "Ucap gio.
"Ini tuh tempat ber AC ko luh malah ke panasan sih. "Ucap gisha dengan bahasa seperti biasanya.
"Gue juga engga tau sha, gimana dong gue gerah banget nih. "Ucap gio.
"Yaudah kita balik duluan aja deh. "Ucap gisha.
"Ya engga mungkin lah gue balik duluan acaranya belum selesai. "Ucap gio.
"Emang loh bisa nahan?"Tanya gisha yang kurang meyakinkan gio.
"Gue bisa ko bentar lagi juga kelar ko acaranya. "Ucap gio.
Acara pun berlanjut dengan meriah gisha sangat khawatir dengan ke adaan gio, dan tiba saatnya acara pun selesai gio buru-buru akan keluar namun ia di halang oleh teman papah nya.
"Gio makasih ya udah datang ke acar om ini. "Ucap teman papah nya gio.
"Iya om sama-sama. "Jawab gio yang sangat gelisah.
"Sampaikan salam om ya kepada papan dan mamah mu. "Ucap teman papah nya gio.
"Iya om nanti saya sampai kan, saya pamit duluan ya om. "Ucap gio.
"Iya gio silahkan. "Ucap teman papah nya gio.
Gio berjalan ke arah parkir mobil nya ia berjalan aga sempoyongan ia pun di bantu oleh gisha untuk berjalan gisha menopong gio masuk ke dalam mobil, saat berjalan gio melihat gunung kembar nya gisha dan hawa nafsu nya gio makin meronta-ronta dan hawa panas nya pun makin menjadi. Namun gio harus menahan nya tidak mungkin ia melakukan hal begitu di area terbuka.
.......
.
.
.
**Happy Readingš¤š¤
Jangan lupa vote like and comenāŗš**
__ADS_1