
Di Rumah Gio
Mereka sudah berada di rumah gio langsung masuk ke dalam dan di susul oleh radit, mamah gio heran melihat gio pulang muka nya kaya di tekuk gitu.
"Dit kenapa gio? Ko muka nya di tekuk kaya gitu. "Tanya mamah gio ke radit.
"Biasa tan. "Jawab radit dan duduk di sebelah mamah nya gio.
"Kalian barantem buka. "Ucap mamah gio.
"Engga ko tan kita baik -baik aja. "Ucap radit.
"Terus kenapa dong muka nya kaya gitu, bukan nya habis sepeda senang ke ini pulang malah kaya gini. "Ucap mamah gio.
"Biasa tan,gio tadi engga di tawarin masuk ke rumah. "Ucap radit yang terpotong oleh gio.
"Pulang sana loh ngapain masih di sini. "Ucap gio yang mengusir radit.
"Yaelah ini juga gue mau pulang ko tanpa loh ngomong juga. "Ucap radit.
"Eh jangan gitu dong gio sama radit. "Ucap mamah.
"Abis nya sih mah dia nya duluan. "Ucap gio.
"Yaudah tan aku pulang dulu yah ,kalau lama-lama di sini nanti di terkam. "Ucap radit sambil tertawa.
"Eh enak aja loh ngomong kaya gitu emang gue apaan. "Ucap gio.
"Uhuh serem, tan aku pulang yah. "Ucap radit dan pamit ke mamah gio.
"Hati -hati ya dit, jangan di dengerin si gio mah. "Ucap mamah gio.
"Iya tan santai aja sama aku mah udah biasa ko. "Ucap radit.
"Yaudah hati-hati yah. "Ucap mamah.
__ADS_1
"Iya tan. "Ucap radit.
Radit pun pulang ke rumahnya ia mengendari mobil nya di perjalanan radit hanya mendengarkan musik saja, tak lama kemudian radit sudah berada di apartemen nya ia masuk ke dalam ia menaruh kunci mobil di atas meja ia mengambil air minum dan duduk sebentar.
Ke Esokan hari nya.
Gisha memulai aktivitasnya kembali ia masuk ke kantor seperti biasa gisha masuk ke ruangan nya,gisha sudah berada di ruangan nya seperti biasa gisha sudah mulai mengerjakan pekerjaan nya.
Gio baru saja datang dan gisha pun menyapa gio.
"Selamat pagi pak. "Ucap gisha kepada gio.
Namun gio tidak menjawab ucapan gisha ia pun bingung kenapa bos nya seperti itu, namun gisha menghiraukan nya karena menurut dia mungkin gio sedang tidak mau menjawab nya.Tak lama kemudian radit datang memberikan sebuah file kepada gisha.
"Sha ini file yang di minta oleh pak gio. "Ucap radit.
"Oh iya pak sini. "Ucap gisha dan mengambil file tersebut.
"Nanti bawa ke pak gio ya. "Ucap radit.
"Saya lagi banyak kerjaan sha, jadi tolong yah sama kamu kan kamu sekertaris nya juga. "Ucap radit.
"Tapi pak, kaya nya pak gio lagi engga mood deh. "Ucap gisha kepada radit.
"Engga mood gimana ah, orang tadi biasa aja pas di depan sama saya juga. "Ucap radit.
"Tapi bener pak saya takut nanti pas saya masuk kena omel lagi. "Ucap gisha.
"Sejak kapan yah sekertaris nya pak gio ini takut sama gio biasa nya gio yang takut sama kamu sha. "Ucap radit aga heran dengan tingkah gisha.
"Iya juga yah, yaudah deh nanti di saya ke ruangan nya tapi mau beresin kerjaan dulu. "Ucap gisha.
"Gitu dong, saya balik ke ruangan saya sekarang dulu yah. "Ucap radit.
"Iya pak. "Ucap gisha.
__ADS_1
Radit meninggal kan gisha ia kembali ke ruangan nya, radit sudah tidak heran lagi kenapa gio bersikap seperti itu kepada gisha mungkin karena waktu kemarin jadi ia membalas nya.
Gisha sudah selesai dengan kerjaan nya ia pun akan ke ruangan gio ia akan memberikan file yang di kasih oleh radit tadi.
"Tok tok tok.. "Gisha mengetuk pintu.
"Masuk. "Ucap gio.
"Permisi pak. "Ucap gisha yang sudah membukakan pintu.
"Ada apa. "Ucap gio yang fokus ke komputer nya.
"Ini pak ada file yang bapak harus tanda tangani. "Ucap gisha.
"Taro aja di situ. "Ucap gio.
"Baik pak. "Ucap gisha dan membawa nya ke meja gio.
"Saya permisi pak untuk kembali ke ruangan saya. "Ucap gisha.
"Iya. "Ucap gio yang masih fokus ke komputer nya.
Gisha keluar dari ruangan gio dan ia pun kembali ke ruangan nya, saat di ruangan nya gisha sedang memikir kan gio kenapa sikap nya seperti itu tidak biasanya gio seperti itu namun gisha pun tidak memperdulikan nya juga karena ia hari ini tidak debat dengan dia.
.
.
.
.
**Happy Reading 🤗🤗
Jangan lupa vote like and comen☺🙏**
__ADS_1