Handsome Young Master

Handsome Young Master
Episode 92


__ADS_3

Gisha masih mengerjakan proposal yang di minta gio waktu siang dia masih fokus dengan komputer nya sedangkan yang lain sudah mulai siap-siap untuk pulang beda lagi dengan gisha ia harus menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu karena dia tidak mau membawa perkerjaan ke rumah jadi ia putuskan untuk mengerjakan di kantor,hari pun sudah mulai larut kerjaan gisha pun sudah selesai gisha pun pulang.


"Akhirnya kerjaan beres "Gisha sambil membereskan meja nya lalu pulang.


Gisha keluar dari gedung dan menuju ke parkiran ia pun langsung pulang,di selama perjalanan gisha baik -baik saja tidak ada hal yang janggal bagi dia karena di juga sering pulang malam waktu kerja di restoran jadi dia tidak memikirkan apa-apa, Tak lama kemudian banyak segerombolan pereman yang sedang mabuk di jalanan dan si pereman itu menghentikan motor gisha.


"Berhenti "Si pereman memerintah geisha untuk berhenti.


"Ada apa yah"Gisha pun berhenti karena dia juga tidak tau kenapa di berhenti kan.


"Keluarkan barang berharga anda, "Si pereman pun meminta barang berharga gisha.


"Apa-apaan nih main minta barang berharga saya, "Karena gisha orang nya aga keras kepala jadi dia tidak mau memberikan nya.


"Saya bilang keluarkan ya keluarkan anda ngeyel ,"Si pereman masih meminta sambil sempoyongan.


"Enak aja mau ngambil hak orang, "Gisha pun kekeh dengan pendiriannya.


"Wah bos ternyata cewe cantik juga bos cewek nya apa kita, "Si anak buah nya sambil mencolek pipi gisha.


"Hey anda tidak sopan ya"Gisha pun kesal dengan prilaku pereman tadi.


"Benar juga kamu cewe ini cantik dan mulus lagi, ayo lah masa kamu tidak mau dengan abang, "


"Hey jaga ya mulut kalian saya akan teriak nih, "Gisha mengpis kan tangan pereman itu.


"Teriak saja semau mu ini engga bakalan ada yang membantu mu "


"Tolong tolong, "gisha meminta tolong namun tidak ada satu pun warga di situ.


"Kata saya juga apa tidak akan ada yang menolong mu cantik, "


"Tolong tolong, "Gisha meminta tolong lagi namun ada warga pun si warga malah takut dengan si pereman itu.


Gio pun sedang menyetir namun di perjalanan ia pun berhenti karena ia melihat segerombolan pereman yang sedang menggoda wanita di jalanan karena itu ia pun turun dari mobil karena ia melihat tidak ada satu orang pun yang menolong nya gio pun turun dari mobil nya.


"Hey apa-apaan kalian, "Gio pun berbicara dengan sangat berwibawa.

__ADS_1


"Siapa kamu ini urusan kita ngapain kau ikut campur urusan kita, "Sang pereman pun marah.


"Oh kalian berani nya sama cewe doang dasar banci, "Gio pun berbicara.


"Apa tadi kau bilang kita banci, "Si pereman pun mulai emosi.


"Iya banci berani nya sama cewe sini dong kalau berani sama cowo jangan sama cewek. "


Sang pereman menghampiri gio lalu mereka pun berkelahi namun lawannya tidak sebanding gio hanya sendiri sedangan pereman itu banyakan, gisha pun mencari ide untuk menghentikan nya karena percuma saja kalau ia minta tolong tidak akan ada yang mau menolong gisha tidak tega karena gio sudah babak belur gisha pun mencari ide ia pun menyalakan sirine mobil polisi yang ada di handphoe nya,sang pereman langsung pada melarikan diri.


"Bapak tidak apa-apa"Gisha menghampiri gio.


"Tidak saya tidak apa-apa, apakah ada polisi tadi? "Tanya gio.


"Tidak ada polisi tadi cuman suara dari handphoe saya saja, "


"Kenapa tidak menelepon polisi saja, "Gio pun mau berdiri cuman perut nya sakit karena tadi kena tonjokan.


"Saya tidak kepikiran itu pak, mari saya bantu, "Gisha membantu gio untuk berdiri.


"Ah sakit sekali "


"Yaudah nih kuci mobil saya dan antar saya pulang "Gio memberikan kunci mobil ke gisha.


"Saya tidak bisa mengandari mobil pak lagi pula saya tidak tau rumah bapa,mending ke rumah saya aja dulu tidak jauh ko rumah saya dari sini. "


"Terus naik apa dong,"Gio pun heran.


"Naik sepeda motor saya, "


"Iya terserah kamu saja yang penting saya nyampe rumah saya sudah tidak tahan. "Gio pun kelihatan kesakitan.


Gisha pun membawa gio ke rumah nya tak lama kemudian mereka pun sampai di rumah gisha karena gio tidak kuat gio pun jatuh pingsan untung sudah di depan pintu rumah geisha, gisha pun menopang gio.


"Tok tok "Gisha mengetuk pintu.


"Iya sebentar, "Ibu pun langsung membuka pintu lalu ibu gisha terkejut melihat anak nya dengan cowo yang kelihatan babak belur itu.

__ADS_1


"Bu boleh bantu gisha, "


"Iya nak kenapa ini ko bisa gini "Ibu pun membantu nya dan membawa nya masuk.


"Cerita nya di dalam aja bu, "


"Yaudah kita bawa masuk "


Gio pun di bawa masuk oleh ibu dan gisha,gio pun di letakan di sofa terlebih dahulu ibu membawa kan kotak obat dan segelas air minum,tak lama kemudian gio pun terbangun.


"Akhirnya bangun juga, "Gisha sangat lega karena gio sudah bangun.


"Ada di mana saya? "Tanya gio.


"Di rumah saya"


Gio hanya bingung dengan perkatan gisha karena gio minta di bawa pulang ke rumah nah ini malah ke rumah dia.


"Kenapa diam pak"


"Kan saya minta ke rumah saya bukan ke rumah kamu, "


"Lagian tadi di tanya diam saja pas di perjalanan ya sudah saya bawa ke rumah aja lagi pula saya tidak tau rumah bapa di mana"Gisha berbicara terus sampai gio tidak bisa berbicara karena perkataan gisha benar.


"Sini pak saya obatin dulu luka nya, terus bapa nginep aja dulu di sini lagi pula kalau bapa pulang sudah malam.


Gue hanya terdiam dan menurutin perkataan gisha,nampak gisha mengompres luka memar gio ,gisha pun bilang biar luka lembabnya tidak terasa. Gio hany terdiam tidak berbicara namun di dalam hati nya ia berkata ternyata cantik juga ini orang kalau di lihat dari dekat gio pun tersenyum.


.......


.


.


.


**Happy Reading ☺🤗🤗

__ADS_1


Jangan lupa vote,like anda comen☺🙏**


__ADS_2