
Hari pun semakin berlalu ini saat nya untuk radit ia akan melamar lala ia akan langsung datang ke rumah lala, tak lupa di dampingi oleh bapak gunawan dan ibu ana ia adalah orang tua dari gio.
Kedua orang tua gio sudah menganggap radit sebagai anak nya sendiri, terlebih radit hanya seorang anak yatim piatu. Radit sangat gugup ia takut lamaran nya akan di tolak oleh keluarga lala, tau sendiri papah nya sangat menentang hubungan mereka berdua.
"Tegang amat muka loh. "Ucap gio yang meledek radit.
"Gimana engga tegang ini kan gue mau ngelamar lala. "Ucap radit.
"Ya biasa aja kali relex gitu engga usah kaya gitu. "Ucap gio.
"Tapi gue engga yakin. "Ucap radit tiba-tiba.
"Engga yakin apa loh? "Tanya gio.
"Gue engga yakin kalau lamaran gue di terima sama papah nya lala. "Ucap radit.
"Yaelah emang loh kenapa engga yakin gitu, loh takut di hina lagi sana bokap nya lala. "Ucap gio.
"Ya gue tau diri aja lah gio apa lagi kan gue hanya sebatang kara di sini. "Ucap radit.
"Terus loh anggap gue apa? nyokap sama bokap gue loh anggap apa hah. "Ucap gio ia tidak nerima kalau radit ngomong seperti itu.
"Iya gue anggap kalian semua keluarga gue tapi kan. "Ucap radit.
"Engga usah ada kata tapi-tapi pokok nya ."Ucap gio.
Gio tidak mau mendengar apa yang di bicarakan oleh radit lagi, gisha turun dari kamarnya ia sudah memakai dres selutut dengan warna senada dengan baju gio.Begitu pun dengan pak gunawan dan bu ana mereka berdua sudah siap, radit masih tidak percaya bahwa kedua orangtua sahabat nya itu sangat baik kepada nya.
"Terimakasih ya pak, bu udah mau di repotin sama radit. "Ucap radit .
"Engga usah ngomong kaya gitu kita kan keluarga. "Ucap pak gunawan.
"Iya dit tante juga seneng ko akhirnya anak bujang kita satu lagi ini akan kepelaminan."Ucap bu ana .
"Makasih sekali lagian kalian sudah menanggap radit sebagai keluarga kalian. "Ucap radit sampai menitikan air matanya.
"Sudah jangan pada melow gitu, kapan kita berangkat nya. "Ucap gio.
"Ayo kita berangkat sekarang aja."Ucap pak gunawan .
Mereka pun pergi ke rumah lala, gio bersama lala satu mobil sedang kan radit ,bu ana dan pak gunawan satu mobil .Mereka pun berjalan membelah jalanan ibu kota, tak lama kemudian mereka pun sudah sampai di kediaman rumah lala mereka pun turun dari mobil.
Ting nong, ting nong. Radit memencet bel rumah lala.
__ADS_1
"Permisi Mba ada pak wijaya nya."Ucap radit kepada astiten keluar lala.
"Oh ada pak, silahkan masuk. Saya akan panggilkan dulu."Ucap astiten keluarga lala.
"Baik mba. "Ucap radit.
Mereka pun masuk ke dalam sambil menunggu pak wijaya keluar, seorang astiten pun menghampiri pak wijaya berserta istri nya.
"Maaf pak, bu di ruangan depan ada tamu ."Ucap. astiten rumah tangga.
"Siapa bi? "Tanya pak wijaya.
"Kurang tau ya pak saya. "Jawab astiten rumah tangga.
"Bentar saya akan ke depan ."Ucap pak wijaya.
"Baik pak kalau begitu saya permisi buat ke dapur untuk memberikan air min untuk tamu."Ucap Astiten rumah tangga .
"Iya bi ."Ucap pak wijaya.
Sang astiten pun pergi meninggal pak wijaya ia pun pergi ke dapur, pak wijaya pun menghampiri tamu tersebut bersama istri nya. Setelah berada di depan pak wijaya tak percaya ternyata tamunnya ada orang penting namun ia bingung kenapa radit bisa ikut bersama nya, pak wijaya pun menyapa tamu nya.
"Selamat malam pak gunawan, ko mau ke sini engga bilang dulu sama saya. "Ucap pak wijaya sambil berjabat tangan.
"Oh begitu yasudah kita duduk saja. "Ucap pak wijaya.
Mereka pun duduk pak wijaya pun menayakan ada hal apa sampai pak gunawan datang ke rumah nya, tak lama kemudian air minum berserta cemilan pun datang.
"Silahkan bu pak minum nya. "Ucap astiten rumah tangga nya.
"Terimakasih bi. "Ucap bu ana sambil tersenyum.
Sang astiten rumah tangga pak wijaya pun undur diri dia pergi ke belakang, pak wijaya pun bertanya ada niatan apa pak gunawan ke rumah nya.
"Mohon maaf nih pak saya lancang berbicara ada apakah bapak datang ke rumah saya? "Tanya pak wijaya ia sudah kepo.
"Jadi begini pak kami sekeluarga ingin meminang putri bapak. "Ucap pak gunawan.
"Kenapa dadakan sekali pak, bahkan kita aja tidak menyiapkan makana yang layak. "Ucap mamah lala.
"Tidak apa-apa bu ini saja sudah cukup. "Ucap bu ana.
"Bapak akan meminang putri saya untuk siapa? apakah untuk nak gio. "Ucap pak wijaya.
__ADS_1
Seketika gisha pun langsung cemberut apa lagi akhir-akhir ini gisha sering sekali mood nya tidak enak , semenjak hamil gisha mood nya sangat buruk.
"Bukan pak, gio kan sudah mempunyai istri masa punya istri lagi. "Ucap pak gunawan.
"Terus untuk siapa pak? "Tanya pak wijaya.
"Untuk radit saya selalu keluarga nya ingin meminang putri bapak. "Ucap pak gunawan.
"Bukan nya radit hanya anak yatim piatu kenapa bisa bapak menganggap nya keluarga nya. "Ucap pak wijaya.
"Radit punya keluarga cuman memang saya keluarga angkat nya. "Ucap pak gunawan dengan tegas.
"Maaf saya akan menolak lamaran anda karena saya tidak mau putri sama bersama seorang seperti dia. "Ucap pak wijaya.
"Pak bisa engga kalau punya mulut tuh jangan seperti itu, engga kesian apa sama lala. "Ucap gisha kesabaran gisha sudah tidak terbendung lagi.
"Apa hak kamu hah, ngelarang saya lala tuh anak saya jadi terserah saya lah. "Ucap pak wijaya.
"Iya pak saya tau lala anak bapak tapi lala juga bukan mainan dia manusia yang mempunyai perasaan juga. "Ucap gisha.
"Heh kamu hanya teman lala yang miskin saja belagu. "Ucap pak wijaya.
"Bapak engga usah bentak istri saya yah. "Ucap gio.
"Sudah lah kalian kalau ke sini cuman nyari ribut saja, mending keluar dari rumah saya. "Ucap pak wijaya.
"Baik lah kalau memang keluarga pak wijaya mengusir kami, siap -siap perusahan bapak anak gulung tikar. "Ucap pak gunawan.
"Saya tidak takut. "Ucap pak wijaya.
"Ayo kita pulang ngapain kita berada di rumah seorang yang angkuh. "Ucap pak gunawan.
Mereka semua keluar semuanya saat keluarga pak gunawan keluar, lala keluar dari kamar ya ia pun mendengar ucapan orang tua nya terhadap keluarga gio ia pun berlari mengejar dan meminta maaf atas kelakuan papah nya.
.
.
.
**Happy Reading 🤗🤗
Jangan lupa vote like and comen☺**
__ADS_1