Harga Diri Adalah Harga Mati

Harga Diri Adalah Harga Mati
Alexa Reborn


__ADS_3

Angeli melangkahkan kakinya menuju kamar, tapi langkahnya terhenti karena Aaron mengajak dia berbincang-bincang. Angeli pun berbalik badan dan duduk di sofa dekat besebrangan dengan sofa yang diduduki Aaron. Steven mengikuti Angeli dan duduk di sampingnya.


"Ada apa? Pejanjian kita sudah selesai kan! Tenang saja aku akan lebih giat menabung untuk membeli kapal pesiar!" ucap Angeli pada Aaron.


"Siapa juga yang mau membahas itu." Aaron mengatakannya dengan nada santai.


"Tenang saja Angel, kalau cuma kapal pesiar kakak juga bisa memberikannya untuk kamu." Steven memberi pembelaan pada Angeli.


"Memangnya kamu bisa? Kerja aja belum!" Aaron tidak percaya pada perkataan Steven. Steven hanya tersenyum mendengar perkataan Aaron.


"Angel, karena perjanjiannya sudah beres sekarang terserah kamu, mau melanjutkan kuliah disini atau di Jakarta. Atau bahkan mungkin mau ikut papa mama?" tegas Aaron.


"Aku mau disini saja kak. Biarkan aku belajar tentang kehidupan disini, sebelum aku pergi berlayar bersama kak Steven." jawab Angeli santai.


"Maksud kamu apa?" tanya Steven.


"Kakak mau belikan aku kapal pesiar kan?" Angeli mengerutkan keningnya sambil menatap Steven.


"Iya, tapi kalau kamu jadi wisudawati terbaik!" jawab Steven.


"Kamu pasti cari cara dulu biar banyak uang!" Aaron meledek.


"Enak saja kakak bicara seperti itu! Kekayaan aku saat ini melebihi kakak tau!" Steven berbalik meledek Aaron.


"Maksud?" tantang Aaron.


"Lihat saja saldo tabungan aku kalau gak percaya!" Steven kembali menantang.


"Memangnya selama ini kakak kerja apa? Kakak menyembunyikan sesuatu?" tanya Angeli pada Steven.


"Seperti kamu menyembunyikan pisau ini." sambil berdiri membawa tas yang berisi pisau itu lalu pergi meninggalkan Aaron dan Angeli.


"Apa yang kamu pelajari hari ini?" tanya Aaron.

__ADS_1


"Tadi perkenalan terus..." kata-kata Angeli terputus oleh Aaron.


"No. no.no.! Bukan itu! Maksud kakak apa saja pelajaran yang dapat kamu ambil dari naik angkot?" Aaron ingin tahu.


"Perjanjian kita sudah beres! Kakak gak berhak ikut campur urusanku lagi!" bentak Angeli sambil beranjak pergi.


"Tunggu!" pinta Aaron.


Angeli kembali mendekati Aaron, "Ada apa lagi?" tanya Angeli.


"Kalau kamu tidak mau cerita pada kakak, kamu tulis semua pelajaran hidup yang bisa kamu ambil dari kegiatan kamu!" Aaron memberikan sebuah diary.


"Apa harus?" Angeli terlihat kesal.


"Untuk mama dan papa." tegas Aaron.


"Oke." Angeli membawa diary yang diberikan Aaron.


"Oke. Nanti kakak akan hubungi yang ada di Jakarta, tapi kalau Pak Satya dia harus tetap jadi supir kakak!" tegas Aaron.


"Ya udah besok pagi harus ada supir untuk aku!" Angeli ngotot.


"Oke. Kakak usahakan." Aaron mulai merasa jengkel.


Steven mendekati Angeli dan Aaron, "Ada apa ini?" tanya Steven.


"Gara-gara kamu pergi, dia kesetanan tuh." Aaron kesal dan beranjak pergi meninggalkan mereka.


Angeli pergi menuju kamarnya tanpa berkata apa-apa pada Steven. Steven yang kebingungan berbaring di sofa ruang keluarga.


Di kamar, Angeli membuka hand phonenya ada ratusan panggilan tak terjawab dari nomor tak dikenal.


Angeli pun mengirim pesan pada nomor itu.

__ADS_1


Angeli :


"Maaf. Ini siapa ya?"


Nomor tersebut langsung menelpon.


Angeli : "Hallo. Ini siapa ya?"


Surya : "Hallo Cahayaku!"


Angeli : "Oh. Kamu Sur?"


Surya : "Ternyata hati memang gak salah ya, kamu langsung kenali aku."


Angeli : " Ya iyalah. Siapa juga yang pernah mengatakan cahaya selain kamu!"


Surya : "Ih jutek banget sih! Katanya tadi kamu mau difoto bareng sama aku."


Angeli : "Ya udah main aja ke rumah!"


Surya : "Sekarang juga, aku ke rumah kamu!"


Angeli : "Ngapain? Ini udah malem! Gak baik tau, anak laki-laki main malem-malem ke rumah perempuan!"


Surya :" Baru juga jam setengah tujuh! Aku kesana sekarang! Sama Reiner, Rio dan Awan"


Angeli : "Oh. Jadi mereka disana?"


Surya : " Ya udah. Sampai jumpa. Dah..." (langsung ditutup).


Dengan perasaan bahagia Angeli langsung mandi dan dandan cantik layaknya putri Alexa untuk bertemu dengan Surya.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2