Harga Diri Adalah Harga Mati

Harga Diri Adalah Harga Mati
Mengukir Cinta di Atas Dusta bag. 4


__ADS_3

Rio menyerahkan rekaman pertengkaran Surya dan Doni kepada Aaron. Aaron pun melihatnya bersama Steven.


"Menurutku, Doni sangat bahaya kalau terus-terusan berada di dekat Angeli." sahut Steven. Aaron hanya mengangguk.


"Rio, ikuti terus pergerakan mereka! Aku tidak mau sesuatu yang buruk terjadi pada Angeli!" perintah Aaron.


Surya datang bersama Awan menghampiri mereka.


"Mau mengerjakan tugas ya?" tanya Aaron pada Surya.


"Iya kak. Kami mau mengerjakan tugas bersama-sama." jawab Surya.


"Wajah ganteng kamu kenapa babak belur begitu?" tanya Aaron pura-pura tidak tahu.


"Tidak apa-apa kak, cuma ada sedikit masalah saja." jawab Surya santai.


Angeli tiba-tiba datang menghampiri, "Kak, Cahya sudah didaftarkan?" tanyanya pada Aaron.


"Sudah, besok langsung masuk." jawab Aaron.


Angeli melihat Surya, "Eh Surya, kamu sudah datang? Wajah kamu kenapa?" tanya Angeli dengan perasaan tak karuan.


"Eh, Surya. Apa kabar?" tanya Cahya, sambil memeluknya.


"Baik." jawab Surya.


"Kamu kenapa?" sambil menepuk pipi Surya.


"Biasalah laki-laki." sambil tersenyum.


"Kalian saling mengenal?" tanya Aaron.


"Surya adik kelas saya waktu SMA" jelas Cahya.


"Bagus, aku akan mencari informasi tentang Surya dari dia." gumam Aaron dalam hati. "Ya sudah kalian kerjakan tugas kalian, kakak tinggal dulu!" sambil berlalu meninggalkan mereka.

__ADS_1


"Aku akan bangunkan Reiner." sahut Steven sambil beranjak menuju kamar Reiner.


Mereka mulai mengerjakan tugas dengan teliti.


Tiba-tiba hand phone Angeli berdering.


Angeli : "Hallo."


Doni : "Hallo juga, gimana tugasnya udah beres?"


Angeli : "Belum, ini juga sedang mengerjakan."


Doni : "Pokoknya tugasku harus beres ya!"


Angeli : "Tenang saja aku akan mengerjakan semuanya, pasti beres deh."


Doni : "O ya Angel, kamu sudah bisa mencintai aku kan?"


Angeli : "Ya iyalah. Aku sudah bisa mencintai kamu." (padahal di hatinya mengatakan 'Surya' tanpa disadari Angeli mengelus rambut Surya yang duduk didekatnya)


Angeli : "Tentu saja aku akan memberikan semua yang kamu inginkan, memangnya kamu menginginkan apa dariku? Aku kan tidak punya apa-apa." (suara Angeli semakin manja membuat Surya semakin sakit hati)


Doni : "Aku ingin, ingin, ingin apa ya? akh kalau aku ngomong sekarang kayaknya terlalu cepat deh."


Angeli : "ikh kok gitu sih. Nyebelin...!" (dengan tidak sadar Angeli mencubit pipi Surya)


Doni : "Aku ingin miliki semua yang ada pada dirimu. Kamu ngerti kan?"


Angeli : " Eh maaf ya lowbat, dah!" (Angeli mematikan hand phonenya).


Saat Angeli menyimpan hand phonenya, ia baru sadar kalau yang ada di sampingnya adalah Surya.


"Eh maaf, kamu dari tadi disini ya?" sambil tersenyum malu, "Maaf ya aku tidak bermaksud kurang ajar padamu, aku kira tadi Kak Steven.


Surya tidak mempedulikan perkataan Angeli karena dia sedang dibakar api cemburu.

__ADS_1


Melihat Surya yang bersikap dingin, Angeli beranjak dari dekat Surya. Dia kembali menyelesaikan tugasnya.


"Tugasku sudah beres. Kamu jilid ya nona rapi!" Reiner memberikan tugas yang siap dijilid pada Angeli.


"Siappp. Siapa lagi yang mau aku bantu jilid?" tanya Angeli.


"Walaupun Angeli nyebelin, tapi dia jago memasang jilid makalah, hasilnya rapi banget." ucap Reiner.


"Iya. Sini biar aku bantu jilid semuanya." sahut Angeli.


"Angeli ternyata baik juga, dia bersedia membantu pekerjaan orang lain, sekalipun tugas milik anak ARTnya sendiri." ucap Surya dalam hati.


"Biar aku bantu ya!" Surya mendekati Angeli.


"Gak usah, biar aku sendiri aja." jawab Angeli.


Lembar demi lembar disusunnya dengan rapi, dia menjilid semua tugasnya dengan rapi.


Setelah semua beres Surya melihat ada nama Doni di salah satu cover makalah hasil Angeli. Surya marasa kaget, "Angel. Kamu kerjakan tugas Doni?" tanya Surya.


"Iya, memangnya kenapa? Doni kan pacar aku, jadi ya wajar kalau aku mengerjakan tugasnya." jawaban Angeli terlihat bahagia sehingga membuat Surya semakin marah.


"Tugasnya udah beres, aku mau pulang sekarang!" Surya terlihat BT.


Melihat Surya seperti itu, Angeli merasa khawatir, "Surya kamu gak mau nginep sama Rei?" tanya Angeli dengan harapan Surya tidak pergi.


"Tidak." aku mau pulang saja.


"Surya." Angeli menghadang Surya.


"Ada apa?" tanya Surya yang merasa gak karuan.


"Aku punya firasat buruk. Aku mohon kamu jangan pulang ya." tatapan Angeli memelas.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2