Harga Diri Adalah Harga Mati

Harga Diri Adalah Harga Mati
Apa yang kamu sembunyikan? bag. 1


__ADS_3

Mendengar perkataan Reiner, Doni langsung bergegas pergi, "Surya liat aja, aku akan rebut Angel dari kamu!" bisik Doni kepada Surya, sambil berlalu pergi begitu saja.


"Rei, Aku belum jadian sama Surya! Kenapa kamu ngomong gitu!" Angeli kesal.


"Aku udah tau perjanjian kalian! Aku anggap kalian udah jadian aja! Kalau dua minggu lagi Angeli mengembalikan bunganya, ya berarti putus!" Reiner tersenyum.


"Hebat ya, pacar pertama dua hari! pacar kedua, dua minggu, nanti pacar ketiga dua bulan, hahaha." sambil berlalu pergi meninggalkan Angeli.


"Reiner. Kamu apa-apaan sih?" Angeli kesal.


"O ya satu lagi, karena Cahya sedang mengantarkan someone spesialnya kamu pulang aja sama Surya! Aku mau pulang sama Awan!" Reiner berlalu pergi.


"Aku juga bisa pulang sama kamu!" teriak Angeli, namun Reiner tidak mempedulikannya.


"Kalau begitu aku pamit dulu." ucap Andani.


"Iya hati-hati." jawab Angeli.


"Rio, aku mohon sama kamu jangan langsung bertindak pada Andani tanpa sepengetahuanku sekali pun itu perintah kak Aaron!" pinta Angeli.


"Baik non! Kalau begitu saya duluan, permisi non!" Rio pun langsung pulang.


"Ehm. Tinggal kita berdua." Surya tersenyum.


"Seneng ya?" tanya Angeli.


"Seneng banget. Baru jam setengah tiga, jalan-jalan dulu yu." ajak Surya.


"Kamu gak punya perasaan ya? Aku masih lemes kayak gini!" Angeli cemberut.


"Sebentar saja ya." bujuk Surya.

__ADS_1


"Aku gak mau!" Angeli marah.


"Aku maksa!" sambil meraih tangan Angeli.


"Jangan pegang-pegang!" Angeli mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Surya.


"Gak mau!" Surya tidak mau mengalah.


"Kalau gak mau, aku akan laporin kelakuan kamu sama kak Aaron!" ancam Angeli.


"Ya udah, kita pulang sekarang yah." bujuk Surya sambil melepaskan tangan Angeli.


Mereka pun langsung melangkah menuju parkiran dan naik mobil Surya.


Di dalam mobil Surya langsung bertanya pada Angeli, "Angel. Kamu diapain sama Doni? sampai-sampai kamu nangis segitunya?" Surya menatap Angeli.


"Bukan urusanmu!" Angeli memalingkan wajahnya.


Mereka pun terdiam seribu bahasa.


"Surya, nanti berhenti dulu di terminal ya." pinta Angeli.


"Mau ngapain? Mau naik angkot lagi?" tanya surya kesal.


"Bukan. Aku cuma ingin berdiam diri aja dulu, boleh ya?" pinta Angeli dengan nada manja, Surya pun mengangguk tidak bisa menolak keinginan Angeli.


"Angel. Kenapa sih nada kamu manja banget, bikin hati aku gak karuan aja!" bisik hati Surya.


"Surya. Waktu hari pertama kuliah kamu kan pakai motor, kenapa gak pakai motor lagi?" tanya Angeli.


"Kepo." sambil tersenyum.

__ADS_1


Sesampainya di terminal, Angeli hanya terdiam membisu memperhatikan orang-orang berlalu lalang.


"Hey. Jangan melamun!" Surya mengagetkan Angeli.


Angeli hanya melirik Surya tanpa berkata apa-apa.


"Jajan dulu yu!" ajak Surya.


"Jajan apa?" tanya Angeli sambil kembali mengenakan kaca matanya.


"Apa aja yang kamu mau. Aku traktir deh." rayu Surya.


Angeli melihat sekeliling, "Gimana kalau jajan bakso?" sahut Angeli.


"Boleh. Yu!" Sambil melangkah ke arah jongko penjual bakso.


"Kamu yang pesen!" pinta Surya.


"Lho, kok aku? kan kamu yang mau traktir?" ucap Angeli.


"Udah kamu aja yang pesen, samakan aja!" sambil pergi mencari tempat duduk.


"Pak, saya pesan baksonya dua porsi, campur saja, jangan pakai bihun." pinta Angeli kepada penjual bakso.


"Baik Neng." ucap tukang bakso.


"Saya tunggu di sana ya pak" Angeli pun pergi menuju tempat duduk dekat Surya.


"Sebenarnya apa yang kamu sembunyikan Angel? dari tadi kamu diam terus?" bisik hati Surya, tidak berani bertanya langsung.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2