
Surya merasa sangat khawatir kepada Angeli, dia takut kalau Doni melakukan hal-hal yang lebih buruk lagi.
(mengetik pesan)
Surya :
"Angel. Hati-hati. Setelah ini Doni pasti akan melakukan hal yang lebih buruk lagi sama kamu!"
Angeli :
"Tenang aja. Resiko apapun akan aku tanggung! Mati pun tak masalah. He."
Surya :
"Kamu jangan bercanda!"
Angeli :
"Kamu jangan terus kirim pesan! Aku gak mau kejadian kemarin terulang lagi. Dah!"
percakapan pun berakhir.
Angeli mengacungkan tangannya, "Kak Boni. Maaf, Doni tidak salah, yang salah adalah saya, kemarin dia menyuruh saya mengerjakan tugasnya, karena saya terlalu cape, jadi saya tidak sempat mengerjakan tugasnya." sahut Angeli membuat semua yang ada di dalam kelas kaget.
"Kenapa kamu mau mengerjakan tugas dia?" tanya Boni.
"Doni kan pacar saya, jadi saya harus menuruti keinginannya" Angeli menundukan kepalanya sambil tersenyum.
"Kalau mau dihukum, hukum saja saya." pinta Angeli.
Boni terdiam sejenak, dia pun berdiskusi dengan panitia yang lain.
"Oke, berdasarkan hasil keputusan kami, kami akan menghukum Doni dan membebaskan Angeli!" sahut Boni.
"Tapi kak...!" kata-kata Angeli terputus.
"Angel. Kamu jangan terus membela dia, dia itu bukan laki-laki yang baik untuk kamu, dia itu hanya memanfaatkan kamu! Kalau kakak boleh kasih saran, kamu lebih baik cepat-cepat putus sama dia! Oke adik manis?" sambil tersenyum kepada Angeli.
Mendengar kata-kata Boni semua mahasiswa menjadi ribut.
"Tenang semua!" pinta Boni. Semua langsung terdiam.
"Oke adik-adik kesayanganku, satu hal yang kakak minta dari kalian, kita sama-sama kuliah di kampus ini untuk mencari ilmu, jangan sampai kalian melakukan hal yang sama seperti Doni dan Angeli."
"Kakak harap semua tugas dikerjakan sendiri, karena itu yang akan membuat kita bangga. Untuk kamu Doni, hukuman akan dijalankan saat jam latihan!" jelas Doni.
__ADS_1
Waktu berlalu begitu cepat jam istirahat pun tiba, semua panitia meninggalkan ruang kelas.
Doni mendekati Angeli, "Angel. Kamu kenapa melakukan hal ini padaku?" bentak Doni.
"Maaf. aku kira kejadiannya tidak akan seperti ini." dengan nada manja.
"Oke, lain kali jangan ulangi lagi ya!" sambil berlalu meninggalkan Angeli. "Sial, kalau saja tujuanku bukan ancurin hidup Surya, kamu udah aku injek-injek sekarang juga." bisik hati Doni.
Melihat kelakuan Doni, Angeli senyum-senyum sendiri. "Rayna, ayo kita keluar sekarang!" ajak Angeli.
"Angel. "Surya memegang tangan Angeli.
"Apaan sih!" Angeli melepaskan tangannya.
"Jangan kurang ajar!" bentak Angeli.
"Angel, kamu itu tidak tahu siapa sebenarnya Doni itu!" perkataan Surya terputus.
"Surya sayang, kamu juga tidak tau siapa aku, jadi sudah jangan ikut campur ya!" Angeli berlari bersama Rayna meninggalkan Surya.
"Angel. Mungkin memang aku terlalu ikut campur urusanmu, tapi aku sayang banget sama kamu! Aku gak rela kalau kamu berada di gengaman Doni." Surya prustasi sendiri.
(terdengar suara pesan masuk)
Angeli:
Memecah pantai yang indah
Amukan ombak menjadi
Janganlah kau dekati."
Surya :
"What can I do?"
Angeli :
"Diam aja dulu, jaga diri baik-baik! kamu harus yakin aku akan baik-baik saja, karena disetiap langkahku disertai do'amu."
"Ikh. Si aku GR banget!"
Surya :
"Ikh, jadi pengen miliki kamu deh."
__ADS_1
Angeli :
"Ya Tuhan. mengapa engkau mengirimkan makhluk seperti ini padaku?"
Surya :
"Syukuri aja, ini sudah takdirnya, aku juga bahagia banget bisa kenal sama kamu."
"WAan melulu! Aku dicuekin!" ucap Rayna.
"Maaf" Angeli dengan nada manjanya sambil menyimpan hand phonenya.
"Kamu suka sama Surya ya?" tanya Rayna.
"Iya. Dia cinta pertama aku." Angeli sambil tersenyum.
"Kayaknya kamu juga cinta pertama dia deh. Soalnya dia gak pernah gitu sama perempuan." ucap Rayna.
Cahya mendekati Angeli dan Rayna, "Hay Rayna. Apa kabar?" tanya Cahya.
"Rayna aja ni yang ditanya? Aku enggak? Kenalin Aku Angel." sambil mengulurkan tangan.
Cahya tersenyum melihat kelakuan bosnya, "Cahya." sambil membalas uluran tangan Angeli.
"Rayna." ucapan Cahya terpotong.
"Aku pergi dulu ya. Takut ganggu kalian." sahut Angeli sambil berlalu pergi.
Tanpa sengaja Angeli melihat Doni dan Friska bermesraan. "Ikh menjijikan! Gak tau malu! Gak punya tempat romantis kali ya? Di kampus kayak gitu! semoga diketahui pihak kampus biar dihukum." bisik hati Angeli.
"Eh, kesempatan bagus, aku rekam untuk bukti minta putus sama dia." Angeli pun merekamnya.
"Ngintip orang pacaran Neng?" tanya Surya mengagetkan Angeli.
"Setan!" teriak Angeli yang kaget.
"Kalau aku setan, berarti kamu iblis." ucap Surya santai.
"Kenapa kamu gak langsung labrak aja! Terus minta putus!" Surya kesal.
"Belum saatnya. Aku udah bikin dia malu hari ini, jadi santai saja." jawab Angeli sambil menatap Surya.
Surya membalas tatapan Angeli tanpa berkata-kata, detak jantung mereka semakin kencang. Tanpa disadari Surya semakin mendekati Angeli.
Angeli yang menyadari hal itu langsung mendorong jidat Surya dengan ibu jarinya. "Jangan bandel oke!" sambil berlalu pergi meninggalkan Surya.
__ADS_1
"Kelakuan kamu semakin membuat aku sayang kamu, jadi pengen nikahin kamu." bisik hati Surya sambil senyum-senyum sendiri.
BERSAMBUNG...