
Hari ini semua mahasiswa baru harus mengikuti kemping, acara kemping ini merupakan rangkaian acara terakhir swaster. Kemping ini dilaksanakan mulai Jum'at pagi sampai minggu sore (perjusami).
****
Jum'at tepat pukul 03.00, Angeli sudah siap-siap untuk berangkat karena perjalanan menuju bumi perkemahan diperkirakan memakan waktu 2 jam, itu juga kalau perjalanannya lancar, bagaimana kalau macet? Pasti akan memakan waktu lebih banyak lagi.
Tepat pukul 06.30, semua mahasiswa harus berada di bumi perkemahan. Upacara pembukaan akan dilaksanakan tepat pukul 07.00.
Angeli keluar dari kamarnya membawa koper. Sontak membuat orang yang ada di ruang keluarga tertawa, terutama Reiner.
"Eh, Angel!" kamu itu mau kemping atau mau menginap di hotel?" tanya Reiner sambil tertawa.
"Memangnya kenapa? Suka-suka aku aja! Lagian kak Steven juga bawa koper!" sambil menunjuk Steven yang baru keluar dari kamanya sambil membawa koper.
"Emang Kak Steev mau ikut gitu?" tanya Reiner.
"Iya, aku sudah konfirmasi sama pihak kampus!" jelas Steven.
"Kalau gitu, aku juga mau pakai koper!" Reiner berlari secepat kilat membawa ranselnya ke dalam kamar dan menggantinya dengan koper.
(Readers jangan ditiru ya. Masa kemping bawa koper? Emang gak susah apa?)
__ADS_1
Atas perintah Aaron, semua yang akan berangkat harus sarapan dulu. Setelah sarapan mereka membawa barang-barangnya keluar dan memasukkannya ke dalam bagasi mobil.
"Aku dan Angeli pakai mobil merah ini." sambil menunjuk ke arah mobil kesayangan Angeli "Nanti diperjalanan Rayna dan Andani akan ikut bersama kita!" jelas Steven.
"Sementara Reiner, Cahya dan Awan pakai mobil hitam ini." menunjuk ke arah mobil hitam Angeli yang selalu dipakai Angeli kuliah, "Nanti di jalan Surya akan ikut bersama kalian!" jelas Steven lagi.
"Bagaimana dengan Rio kak? tanya Angeli.
"Barangnya sudah dimasukkan ke dalam mobil, dia berangkat naik motor. Kalau ada keperluan mendesak, kita dapat meminta tolong padanya!" jelas Steven.
"Sudah hampir pukul empat, ayo kita berangkat! Rayna, Surya dan Andani pasti sudah menunggu di pinggir jalan depan rumah mereka."
Tanpa banyak basa basi lagi, mereka langsung memasuki mobil dan berangkat.
"Iya dong. Kakak kan harus jagain kamu." jawab Steven.
Angeli tidak bertanya lagi pada Steven, ia memandang seorang perempuan yang selalu bermain ayunan di ayunan kesayangannya.
"Ada apa sayang? Kamu terus melihat kesana." tanya Steven heran.
"Setiap malam perempuan itu terus aja main diayunanku!" Angeli menunjuk ayunannya.
__ADS_1
"Perempuan mana? gak ada siapa-siapa." Steven hanya melihat ayunan yang terayun sendiri.
"Kakak gak melihatnya ya kak?" Angeli cemberut.
"Kamu pakai saja kaca mata hitam kamu, biar kamu gak melihat makhluk halus lagi!" perintah Steven.
"Aku sudah memutuskan untuk tidak memakai kaca mata hitam lagi di malam hari! Aku sudah tidak mau jadi bahan olokan orang-orang yang tidak tau siapa aku sebenarnya." tegas Angeli.
"Ya bagus, seharusnya sejak dulu kamu begitu." sahut Steven.
Tidak lama kemudian Angeli tertidur, Steven membiarkannya. Angeli tidak menyadari saat Rayna dan Andani masuk kedalam mobilnya.
Matahari telah terbit, siarnya pun menyinari wajah Angeli. Perlahan Angeli membuka matanya, "Udah sampai kak?" tanya Angeli.
"Belum, sebentar lagi." jawab Steven.
"Wah, pemandangannya indah banget." Angeli melihat pemandangan di sekitarnya dari kaca mobil.
Perlahan Angeli membuka kaca mobilnya, "Udaranya sejuk banget." sambil menghirup udara pegunungan itu.
"Angel, tutup pintunya! Bahaya!" perintah Steven.
__ADS_1
Angeli pun langsung menutup kaca mobilnya, dia melihat Rayna dan Andani tertidur di jok mobil belakang.
BERSAMBUNG...