
Angeli menuju kampus sambil berlari-lari kecil, "untung saja tidak telat." ucap Angeli dalam hati. Angeli pun duduk di samping kursi Rayna, tiba-tiba ada pesan masuk.
Surya :
"Kasih, bila hujan turun lihatlah ke luar hitung titik airnya, sebanyak itulah rasa cintaku untukmu."
Angeli :
"Ikh, ini kan musim kemarau ngapain kamu kirim kata-kata kayak gitu, gitu ya kata-kata orang yang jatuh cinta!"
"Kalau putus pasti kata-katanya kayak gini : "Kasih, bila hujan turun lihatlah ke luar hitung titik airnya, sebanyak itulah rasa kecewaku padamu! Hahaha...."
"Ini siapa ya?"
Surya :
"Cahayaku, kamu tega ya sama aku kayak gitu? Jahat!"
Angeli :
"Baru tau ya kalau aku Jahat?"
Surya :
"Walaupun kamu jahat aku tetap cinta."
Angeli :
"Kamu tuh kenapa sih? Hari gini ngomong-ngomong cinta! Emang kamu siapanya aku?"
Surya :
"Aku kan calon suami kamu, he."
Angeli :
__ADS_1
"Aduh. Kayaknya aku mau terbang deh. Terus jauh ke langit ke tujuh, biar aku gak ketemu lagi sama kamu yang SKSD! Baru kenal kemarin aja udah gitu ikh! Ngajak perang hah?"
Surya :
"Maaf, Angel. Aku gak tau kenapa, aku berani bersumpah baru kali ini aku gombal sama perempuan. Aku benar-benar sudah tergila-gila sama kamu."
Angeli :
"Siapa sih yang gak tergila-gila sama aku. Aku kan bidadari. Hahaha."
Percakapan via WhatsApp pun berhenti karena kegiatan swaster hari kedua dimulai.
Saat jam istirahat semua mahasiswa berkumpul di taman belakang kampus untuk makan bersama. Kali ini Angeli memilih untuk duduk di antara Rio dan Rayna, Surya pun sengaja duduk di depan Angeli.
Sesekali Surya tersenyum melihat Angeli, sementara Angeli pura-pura tidak peduli padahal ia sangat senang.
Makan bersama telah selesai, semua mahasiswa beristirahat sebelum menerima materi swaster selanjutnya.
"Rayna, Aku ke toilet dulu ya." ucap Angeli pada Rayna.
"Gak usah, aku kan bukan anak kecil lagi." sambil tersenyum meninggalkan Rayna.
Sepanjang perjalanan Angeli merasa senang, akhirnya dia mendapatkan teman perempuan. Angeli senyum-senyum sendiri sampai toilet.
Saat Angeli hendak masuk ke toilet, ia merasa ada yang mengikutinya. Tapi ia tidak menghiraukannya.
Saat Angeli keluar dari toilet, "Hay." terdengar suara seorang laki-laki.
"Kamu Doni?" tanya Angeli kaget. "Kamu ngapain disini? Ini kan toilet khusus perempuan!"
"Aku ngikutin kamu." jawab Doni.
"Ngapain juga ngikutin aku!" Angeli bergegas pergi meninggalkan Doni.
Tapi Doni menarik tangan Angeli, "Mau tidak mau kamu harus jadi pacar aku!" dengan nada mengancam.
__ADS_1
"Lepaskan tanganku!" teriak Angeli.
"Aku akan melepaskan tanganmu kalau kamu mau jadi pacar aku!" tegas Doni.
"Kalau aku tidak mau jadi pacar kamu?" bentak Angeli.
"Aku akan berbuat kurang ajar sama kamu dan aku akan nyakitin Surya!" ancam Doni.
"Iya. Aku mau jadi pacar kamu!" dengan terpaksa Angeli mengatakan hal itu.
"Oke. Ayo kita pergi dari sini!" ajak Doni.
Dengan berat hati Angeli menuruti keinginan Doni, "Eh foto dulu ya." sambil selfie.
Doni langsung mengirim fotonya kedalam grup WA kelas yang baru saja dibuat kemarin atas saran ketua panitia.
Serentak semua menjadi heboh, Angeli yang tidak tahu kalau fotonya di upload ke grup bersikap biasa saja.
Surya merasa sakit hati dengan perbuatan Doni, Surya yakin kalau Doni merencanakan sesuatu yang jahat terhadap Angeli.
Saat Surya melihat Angeli berjalan dengan Doni, dia langsung melabrak Doni dan menarik tangan Angeli.
"Lepaskan aku!" bentak Angeli pada Surya.
"Kamu tuh apa-apaan sih!" Angeli merasa heran.
"Kamu benar jadian sama Doni?" tanya Surya kesal.
"Iya, memangnya kenapa?" jawaban Angeli membuat hati Surya hancur.
Seketika Surya melepaskan tangan Angeli dan berlalu meninggalkannya.
"Angel. Kenapa kamu melakukan hal ini padaku? Apa memang selama ini kamu tidak suka padaku? Apa kamu hanya menganggap aku fans beratmu saja? Kenapa kamu memilih Doni? Kamu tidak tahu sebenarnya Doni itu siapa? Dia bukan anak baik Gel! Dia juga pacar Friska sejak SMA."
"Doni? Sebenarnya apa yang kamu rencanakan?" gumam Surya sepanjang perjalanan menuju kelas.
__ADS_1
BERSAMBUNG...