
Aaron mencoba memancing pembicaraan Angeli, ia ingin tahu sejauh mana Angeli mengenal Doni.
"Aku jadian sama Doni karena terpaksa, dia ngancam aku!" Angeli menundukan kepalanya.
"Kenapa kamu tidak menghajarnya?" tanya Aaron.
"Katanya aku harus anggun, aku harus lemah lembut, aku tidak boleh berantem lagi!" bantah Angeli.
"Terus, kalau Doni mau nerkam kamu, kamu juga gak akan melawan?" Aaron memberikan rekaman saat Surya dan Doni bertengkar.
Angeli memperhatikan video yang diberikan Aaron, Angeli merasa sangat kesal pada Doni. Setelah selesai melihat semuanya Angeli mengembalikan hand phone Aaron.
"Kamu anak cerdas! kamu bisa melakukan yang terbaik! kakak yakin itu!" Aaron mengambil hand phonenya.
"Ya sudah kamu tidur dulu! Tenangkan pikiran kamu!" ucap Steven.
"Surya...?" ucapan Angeli terhenti karena tidak tahu harus mengatakan apa lagi.
"Tenang saja, dia menginap di kamar Reiner." jawab Steven.
Setelah dipastikan Angeli tidur nyenyak, Aaron dan Steven beranjak meninggalkan Angeli.
"Kak, kakak jangan larang Angel punya pacar ya! Aku yakin dia bisa jaga diri!" pinta Steven pada Aaron.
"Oke. Kalau itu membuat Angeli bahagia!" jawab Aaron. "Tapi aku tidak mau dia dekat-dekat dengan Doni! Bagaimana pun caranya Angel harus segera putus dengan Doni!" terlihat raut wajah kesal Aaron.
Steven mengunci pintu kamar Angeli, "Kak bagaimana keadaan Angeli?" tanya Surya yang dari tadi khawatir pada Angeli.
"Angel kadang mempunyai firasat yang sangat kuat, kadang dia sedih sendiri tanpa tau sebabnya, kadang dia khawatir tidak tau apa yang akan terjadi!"
"Pada intinya Angel sering merasa sedih atau khawatir, pernah juga sampai stres tidak tau arah tujuan tanpa sebab, tapi ia tidak tau apa yang akan terjadi." jelas Steven.
__ADS_1
Surya hanya terdiam mendengar perkataan Steven, "Tenang saja calon adik ipar, dia baik-baik saja" sambil menepuk pundak Surya, "Tidulah sudah malam!" Steven berlau meninggalkan Surya.
Entah kenapa mendengar perkataan Steven, Surya merasa sangat bahagia. "Bagaimana cara halus untuk memutuskan hubungan Angel dan Doni? Kalau aku salah langkah, aku takut Angel membenciku." ucap Surya dalam hati.
Perlahan Surya mengeluarkan hand phonenya dan mengetik pesan WhatsApp pada Angeli, "Aku gak peduli Angeli sudah tidur, pasti dia akan baca besok" ucap Surya dalam hati.
Surya :
"Secercah cahaya menyinari hati
Membisik diri ingin memiliki
Dalam diam aku menanti
Dalam senyum aku mencari
Titik celah yang tertutup awan hitam."
"Katakan padaku apakah awan hitam itu akan pergi?"
"Katakan padaku wahai cahayaku?"
"Haruskah aku menghancurkan awan hitam itu?"
Angeli :
"Gak nyangka ya laki-laki tampan nomor satu di kampus, perawakan TNI tapi hati selai strawbery."
(Surya kaget melihat balasan dari Angeli)
Surya :
__ADS_1
"Belum tidur? maksud kamu apa 'hati selai strawbery'?"
Angeli :
"Manis-manis gimana gitu."
Surya :
"He, tanggapi dong puisinya!"
Angeli :
"Layaknya sang Surya menyinari hati
Menyibak awan hitam pergi
Tanpa menyakiti"
"Udah malam. Tidur!"
Surya :
"Baik tuan Putri."
Percakapan pun berakhir.
Walaupun Surya belum memiliki Angeli, tapi mendapat perlakuan Angeli seperti itu kepadanya, dia sangat merasa senang.
Surya pun berbaring di sofa ruang keluarga Alexander, betapa terkejutnya Surya melihat Angeli melewatinya dan memasuki kamar Steven.
"Apa yang dilakukan Angeli? Apa yang dilakukan kak Steven? Apa Angeli tidak sebaik yang aku bayangkan?" gumamnya dalam hati, pertanyaan itu terus menghantuinya sampai ia terlelap.
__ADS_1
BERSAMBUNG...