Harga Diri Adalah Harga Mati

Harga Diri Adalah Harga Mati
Syarat


__ADS_3

"Ya Tuhan. Angel, mata kamu bengkak banget." ucap Steven panik.


"Sipit banget." ucap Cris.


"Masih bisa lihat kegantengan Kakak kan?" tanya Ray.


"Gimana rasanya patah hati?" tanya Leon.


"Aku aktif karena permintaan Kak Cris." ucap Angeli.


"Bepindah haluan. Kasihan Kak Steven." ucap Reiner.


"Kirain jelangkung, datang tak diundang. Eh ternyata ada yang jemput." Ray bercanda.


"Udah!" ucap Cris. Semua pun terdiam membisu.


"Sebelumnya, aku mau minta maaf atas nama Cris Alexander. Aku tahu, kejadian beberapa hari yang lalu membuat Angel dan Steven menderita.


Aku juga tahu, keputusan yang Angel ambil sangat gegebah dan membuat Kak Aaron malu." jelas Cris.


"Mulai dari saat ini Cris Alexander, tidak akan mengganggu urusan Angelina Alexandria lagi." ucap Cris mulai mencurigakan.


"Aku juga akan meminta Angel pulang ke Bandung. Karena percuma saja kalau Angel tetap tinggal di Prancis. Gak mau kuliah juga." sambung Cris.


"Kalau kamu gak mau kuliah. Kamu ikut kakak aja ke India. Kamu jadi artis saja." ucap Ray memotong pembicaraan Cris.


"Ray!" Aaron mengisyaratkan agar Ray diam.


"Aku tahu, urusan kamu dengan Surya belum selesai. Jadi, aku minta kamu selesaikan masalah kamu dengan Surya!" Cris kembali berbicara.

__ADS_1


Angeli mulai terlihat menampakkan senyumannya.


"Tapi." Semua kaget.


"Ada syaratnya. Kalau kamu menerima syaratnya, akan aku penuhi semua janjiku. Kalau kamu tidak menerima syaratnya, aku akan tetap membiarkanmu seperti ini." jelas Cris.


"Apa syaratnya?" tanya Angeli.


Angeli tidak pernah memikirkan syarat apa yang akan dia terima, yang ada di dalam benaknya hanyalah ingin memperbaiki hubungannya dengan Surya.


"Kamu harus menikah dengan Vettel!" jelas Cris, sontak membuat semua kaget. Angeli pun tidak mengatakan apa-apa.


"Cris! Apa spesialnya anak asuh kamu itu?" tanya Aaron kesal.


"Sangat spesial." ucap Cris sinis.


"Bagus. Akhir pekan ini, kita semua kumpul di Prancis untuk merayakan pesta pertunangan Angeli. Saat lulus S1 nanti, baru Angeli menikah." jelas Cris.


"Aku off dulu." ucap Angeli langsung mematikan skypenya.


"Aku coba ke kamar Angeli dulu." ucap Leon sambil mematikan skypenya.


"Udah. Gak usah ada yang dibahas lagi! Sampai jumpa." Cris mematikan skypenya.


"Ya sudah. Bubar semuanya!" Steven marah.


Mereka pun langsung mematikan skypenya.


Leon berusaha menemui Angeli di kamarnya. Tapi hasilnya nihil. Angeli sama sekali tidak mau menemui Leon.

__ADS_1


Sementara di Bandung, Aaron dan Reiner menemui Steven yang berada di kamarnya.


Mereka berdua tahu, kalau korban yang paling tersakiti dari kejadian ini adalah Steven.


"Steev." ucap Aaron mendekati Steven yang sedang berbaring di atas tempat tidurnya.


"Apa Kak Steev, baik-baik saja?" tanya Reiner sambil berbaring di samping Steven. Steven hanya terdiam.


Aaron tahu kalau Steven bertingkah seperti itu, berarti dia sangat terpukul.


"Kak." ucap Steven. "Kita harus sampai di Prancis sebelum Kak Cris sampai disana." pinta Steven pada Aaron.


"Oke, Kakak usahakan." sahut Aaron.


"Satu hal lagi. Jangan sampai kejadian ini diketahui oleh Surya." sambil menatap Reiner.


"Siap." ucap Reiner.


"Kamu mau menginap disini?" tanya Steven pada Reiner.


Menyadari Steven tidak suka tidur dengan orang lain, Reiner langsung bangun dan turun dari tempat tidur Steven.


"Aku gak mau menginap kok." Reiner pun langsung pergi ke kamarnya.


"Steev. Jangan banyak pikiran! Kamu harus yakin, kalau semua akan baik-baik saja." ucap Aaron sambil menyelimuti Steven.


"Ya ampun Kak, gak usah selimutin aku juga kali. Aku kan bukan anak kecil.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2