
"Kamu tahu Andani kan? Aku berteman dengan dia sejak kelas VIII. Dia mendekatiku gara-gara puisi-puisi yang aku buang dia pungut. Dia merasa senasib denganku."
"Singkat cerita, aku menginjak kelas XI SMA, Andani menyatakan cintanya padaku. Saat itu aku shok berat, aku baru tahu kalau Andani seorang *****."
"Aku menolak mentah-mentah perasaan Andani, karena Andani seorang perempuan. Namun, Andani tidak menyerah begitu saja."
"Akhirnya, aku mencelakai Angel." Tiba-tiba Andani menghampiri mereka. Andani memang sengaja mengikuti mereka.
"Angel mendapatkan benturan yang sangat keras pada tubuhnya. Sehingga ia harus dioprasi."
"Untung saja keluarga Alexander sangat bijak. Mereka menyelidiki masa laluku yang sangat memprihatinkan."
"Mereka tidak menghukumku, tapi mereka memasukanku ke tempat rehabilitasi. Hingga akhirnya aku kembali normal."
"Sejak saat itu, aku tidak boleh mendekati Angel lagi. Sejak saat itu juga aku tidak tahu kabar Angel."
"Sudahlah, itu semua sudah terjadi." Angeli kembali menangis. "Walaupun aku menangis darah, percuma saja! Tidak akan mengubah segala yang telah terjadi."
"Angel, apapun yang terjadi, aku akan menerimamu." Surya mencoba menenangkan Angeli.
"Terima kasih. Tapi sayangnya..." Angeli kembali menangis.
"Katakan saja!" pinta Surya.
"Lukaku terlalu dalam. Kecelakaan itu menyebabkan aku tidak bisa mempunyai keturunan."
__ADS_1
"Jadi, untuk apa kamu mengharapkanku lagi. Masa depanku suram Ya. Mungkin, kamu bisa menerima aku. Tapi keluarga kamu, tidak mungkin bisa menerimanya."
Surya tak sanggup mengatakan apa-apa, matanya berkaca-kaca.
"Sudahlah Surya, bukankah ini semua adalah takdir Tuhan?" Angeli menghapus air matanya. "Tuhan tahu yang terbaik untuk kita." Angeli menampakkan senyuman yang begitu berat.
"Angel, maafkan aku. Aku tidak tahu kalau akhirnya akan seperti ini." sesal Andani.
"Aku akan memaafkanmu, dengan syarat kamu harus berpenampilan anggun layaknya perempuan normal. Tidak tomboy seperti itu."
"Pamrih dong."
"Itu bukan pamrih. Itu untuk kebaikanmu sendiri. Supaya kamu banyak yang naksir. Gak jomblo melulu." Angeli mencairkan suasana.
"Aku baru tahu, senyuman manis kamu kayak gitu." ucap Andani pada Angeli.
Surya mengantarkan Angeli pulang.
****
Sesampainya di rumah, Angeli langsung mencari info tentang Vettel. Setelah bertanya pada Aaron, akhirnya Angeli menyimpulkan bahwa Vettel adalah anak dari pegawai Papa Antonio. Vettel hidup sebatang kara, sejak orang tuanya meninggal.
"Akhirnya, aku bisa mengingatmu." bisik hati Angeli.
Saking senangnya Angeli langsung menelpon Vettel.
__ADS_1
Angeli : "Hallo Vettel. Apa kabar?"
Vettel : "Baik. Apa kamu sudah mengingatnya?"
Angeli : "Iya, aku sudah mengingat semua."
Vettel : "Oke, karena kamu sudah mengingat semua, dua Februari nanti kamu harus sudah sampai di Korea. Aku akan menyiapkan parayaan ulang tahun sweat 17 kamu."
Angeli : "Kamu tahu kan, kalau aku tidak suka pesta ultah. Lagipula, di KTP aku, usiaku 18 tahun."
Vettel : "Iya, aku tahu usia kamu dituakan satu tahun karena usia kamu terlalu muda kan kalau satu kelas dengan Reiner. Aku juga tahu, kamu tidak suka pesta ultah. Ini pesta pertama dan terakhir yang termegah yang aku adakan untuk kamu."
Angeli : "Oke. Aku akan kesana."
Vettel : "Aku tunggu. Udah dulu ya, aku banyak urusan.
Angeli : " Oke. Dah."
Angeli langsung menutup telpon tanpa menunggu jawaban dari Vettel.
"Entah kenapa, aku sangat merasa bahagia." bisik hati Angeli.
BERSAMBUNG...
Rekomendasi :
__ADS_1