
Steven terkejut melihat Angeli yang baru datang dari kamar dengan dandanan cantik.
"Mau kemana? Kesambet ya? Kamu gak ada jadwal pemotretan kan?" tanya Steven.
"Mau ketemu seseorang. Aku gak kesambet tapi kerasukan." jawaban Angeli membuat Steven bingung.
Tidak lama kemudian Reiner, Rio dan Surya datang. Angeli langsung mendekati Reiner.
"Kunci mobil." sambil mengulurkan tangan.
"Eh, aku pinjem dari Kak Aaron ya." ucap Reiner.
"Balikin!" Reiner pun mengembalikan kunci mobil Angeli.
Mendengar suara Angeli ribut Aaron membuka pintu kamarnya, "Rio. Kamu kemari!" Rio beranjak pergi menuju kamar Aaron.
"Rei. Pokoknya aku gak mau mobil kesayangan aku kamu pakai lagi!" Bentak Angeli.
"Dan satu lagi, goresan yang ada di mobil itu biar aku yang cat kembali, jangan dibawa ke bengkel!" Angeli terus berbicara.
"Kalau aku dicuekin terus kayak gini, aku pulang aja deh!" Surya merasa tidak dianggap.
"Eh. Maaf, aku lupa. Silahkan duduk Surya!" Angeli merasa malu.
"Kenalin, ini kakak kesayangan aku, namanya Steven.
__ADS_1
Setelah berkenalan Steven. Reiner, Angeli dan Surya mengambil foto-foto mereka.
Sementara Aaron dan Rio masih berdiskusi di dalam kamar Aaron.
"Bagaimana dengan Andani?" tanya Aaron.
"Tadi Non Angeli bertemu dengan dia, tapi tidak ada percakapan diantara mereka." tegas Rio.
"Siapa yang pertama kali Angeli kenal?" tanya Aaron, karena Angeli tidak pernah menyakiti orang yang pertama kali ia kenal, sebandel apapun dia.
"Menurut perkiraan saya, Surya pak" tegas Rio.
"Kamu sudah selidiki siapa Surya?" Aaron penasaran.
"Saya sudah mendapatkan info lengkap tentang Surya, Surya merupakan anak teladan sejak SD sampai sekarang. Bukan karena prestasinya tetapi karena jiwa nasionalis dan jiwa sosialnya."
"Kamu dapat informasi ini dari bu Citra?" tanya Aaron lagi.
"Bukan Pak, informasi dari bu Citra masih kurang, jadi saya cari informasi dari pihak lain" jelas Rio.
"Apa kamu yakin informasi yang kamu terima itu memang benar?" Aaron ragu.
"Yakin pak!" jawab Rio.
"Memangnya kamu dapat informasi ini darimana? Sampai begitu yakinnya!" Aaron masih ragu.
__ADS_1
"Dari Author pak. Author membocorkan semua tentang Surya supaya saya tidak terlalu cape mencari informasi tentang Surya." tegas Rio.
"Oke. Kamu terus awasi orang-orang di sekeliling Angeli! Kamera, perekam suara, semua harus siap. Jangan biarkan ada yang menyentuhnya sedikitpun." perintah Aaron.
"Siap pak." tegas Rio.
"Ya sudah kamu boleh keluar sekarang! Tolong suruh Steven kesini!" perintah Aaron.
"Baik pak." Rio pun berlalu meninggalkan Aaron.
Rio berjalan menghampiri Steven.
"Kak Steven, pak Aaron menunggu di kamar".
"Oke." Steven pun pergi menemui Aaron.
"Ada apa kak?" tanya Steven.
"Aku pusing dengan permintaan Angeli! Suruh orang yang ada di Jakarta untuk mengantarkan mobil Angeli dua-duanya!"
"Terus minta tolong Pak Satya aja cari supir buat Angeli! Besok jam lima pagi harus sudah ada disini! Aku mau istirahat dulu." Aaron berbaring dan langsung tertidur.
"Yah. Dikorbankan lagi deh." ucap Steven dalam hati sambil bergegas melaksanakan tugas dari Aaron.
Steven memang sudah terbiasa menjadi korban suruhan kakak-kakaknya demi Angeli.
__ADS_1
BERSAMBUNG...