
Keesokan harinya, Surya menanyakan keadaan Angeli Kepada Cahya. Namun sayangnya, Cahya tidak mengetahui kondisi Angeli.
"Aku tidak tahu keadaan Non Angel, karena dia tidak pernah keluar dari kamar." Hanya itu yang dikatakan Cahya.
****
Pulang kuliah, Surya langsung menuju ke rumah Reiner, karena Reiner izin tidak masuk kuliah. Reiner dan kakak-kakaknya menyiapakan keberangkatan ke Prancis.
Sesampainya di rumah Reiner. Surya langsung menanyakan keadaan Angeli. Namun jawaban yang dia dapatkan hanyalah, "Angel baik-baik saja. Kamu tidak usah mengkhawatirkan dia."
Suya merasa jawaban yang di ucapkan Reiner tidak memuaskan, "Rei. Aku mohon sama kamu. Jelaskan yang sebenarnya!"
Reiner yang melihat Surya seperti depresi langsung bertanya, "Apa yang diucapkan terakhir kali oleh Angel kepadamu?"
Surya mengingat dengan jelas perkataan Angeli, "Sudahlah aku tidak pantas untuk kamu! Lagi pula hidup aku tak kan lama lagi! Jadi sudahlah... Kamu nikmatin sisa hidup kamu! Aku harap... Kamu bisa menjadi wisudawan terbaik!' itu yang dikatakan Angeli." ucapnya meyakinkan.
"Ya udah, turuti saja keinginannya." Hanya itu yang dikatakan Reiner.
"Rei. Kamu pikir perasaanku pada Angel akan hilang begitu saja?" Surya merasa kesal terhadap Reiner.
Reiner menghela nafas, "Sur, aku tahu, kamu itu korban dari keegoisan Angeli. Tapi, korban yang sesungguhnya adalah Kak Steven."
"Hampir seluruh hidup Kak Steven dikorbankan untuk Angel. Dia selalu mendahulukan apapun yang Angel inginkan, bahkan dia tidak peduli pada perasaannya sendiri."
"Sedangkan kamu, kamu baru kenal dia Sur. Kamu gak tahu, baik buruknya dia. Bahkan, mungkin dia sudah melupakanmu." jelas Reiner.
__ADS_1
"Rei, kamu jahat banget ya. Kenapa kamu berbicara seperti itu?"
"Surya, sudahlah. Lihat di kampus, banyak perempuan-perempuan cantik yang lebih baik dari Angel. Tinggal pilih saja. Iya gak?" sambil mengangkat alisnya.
"Gak lucu tahu?" Surya sangat kesal.
"Sur, jangan main-main dengan perasaan! Jaga hati kamu. Perjalanan hidup masih panjang. Kalau jodoh gak akan kemana."
"Kalaupun Angel bukan jodoh kamu. Kamu minta yang lebih baik dari dia!" Reiner menepuk pundak Surya.
Surya hanya mengangguk mendengarkan perkataan Reiner.
"Udah, jangan main hati! Hati kan bukan mainan. Sana beli mainan!" Sambil tersenyum.
"Gak lucu!"
"Garing tahu."
Reiner tersenyum melihat raut wajah Surya yang masih terlihat kusut. "Sur, udah dong. Kegantengan kamu luntur lho, kalau kamu pasang wajah kayak gitu."
"Jangan bercanda melulu!" Surya menghela nafas. "Rei, bisa kamu ceritakan tentang Angel padaku?"
"Yang mana?" Reiner heran.
"Semua." tantang Surya.
__ADS_1
"Seiring berlalunya waktu, kamu akan tahu semua dari Angel."
"Maksud kamu apa?"
"Kami akan pergi ke Prancis untuk membujuk Angel agar mau pulang. Kami juga akan menyuruh dia menjelaskan semuanya pada kamu."
Jawaban Reiner membuat Surya merasa senang. Surya pun langsung pulang ke rumahnya.
****
Aaron, Steven, Reiner dan Rio berangkat ke Prancis.
Sesampainya di Prancis, Steven sangat kecewa, karena Cris sudah ada di sana. Rencana untuk membujuk Angeli, ia batalkan.
"Kalau berurusan dengan Kak Cris, masalahnya bisa semakin panjang." Pikir Steven.
Perlahan Steven mendekati kamar Angeli. Saat Steven hendak mengetuk pintu kamarnya, dia mendengar Angeli berbicara sendiri.
"Tidak seperti biasanya, Angel mengobrol seperti itu." bisik hati Steven.
Dia hanya mendengarkan percakapan Angeli di depan pintu.
"Ada apa Kak?" tanya Reiner sambil mendekati Steven.
"Aku pusing!" terdengar teriakan Angeli dari dalam kamar mengagetkan semua yang ada di depan pintu kamar.
__ADS_1
BERSAMBUNG...