
Angeli senyum-senyum sendiri mengingat masa lalunya dengan Vettel. Dia ingat dengan jelas kalau Vettel pernah menjadi teman bermainnya.
Flashback on :
Vettel pernah bertanya pada Angeli, "Menurutmu, seperti apa ciri-ciri orang yang tulus mencintaimu?"
"Orang yang benar-benar mencintaiku, tidak akan pernah berani menyentuhku disaat ia belum memilikimu sepenuhnya." jawab Angeli.
"Baiklah, kalau begitu, aku tidak akan pernah menyentuhmu sebelum aku menikahimu."
Setelah itu, mereka berpisah. Hal ini yang membuat Angeli sedih dan melupakan Vettel.
Flashback off.
****
Keesokan harinya, Angeli pergi ke kampus. Dia pergi ke kampus bukan untuk kuliah, tapi untuk berpamitan.
Saat Angeli memasuki kelas, Angeli melihat Friska sedang memaki-maki Awan. Melihat Awan seperti itu, Angeli langsung melabrak Friska.
"Fris! Kamu kenapa sih, selalu suka nindas orang lain!" Bentak Angeli kesal.
"Kenapa sih Gel, kamu itu suka banget belain orang cacat? Jangan-jangan, kamu juga cacat?" ucap Friska sinis.
"Emang kenapa kalau aku cacat? Bukankah kamu yang buat aku seperti ini?" Angeli mendorong Friska.
Pernyataan Angeli membuat Friska bingung. "Lihat aku!" bentak Angeli.
Friska yang merasa takut, langsung menatap Angeli.
__ADS_1
"Kamu ingat kan, kejadian saat pesta ulang tahunku yang ketiga?" Angeli menatap Friska dengan tatapan tajam.
"Maksud kamu apa?" Friska terlihat bingung.
Angeli langsung menceritakan kejadian saat ulang tahunnya yang ketiga. Sementara Friska terdiam seribu bahasa.
Tiba-tiba Doni datang, "Angel! Apa yang kamu lakukan? Aku kira kamu tidak akan kembali!"
"Tenang saja, aku tidak akan kuliah lagi disini. Aku datang kesini untuk pamitan." ucap Angeli pada Doni.
"Baguslah," ucap Doni.
"Friska! Tadinya, aku mau balas semua perbuatanmu padaku. Tapi, setelah aku berpikir jernih, rasanya aku tidak perlu repot-repot balas dendam. Biarlah Tuhan memberikan jalan terbaik untuk kita."
"Dan untuk kamu Doni! Aku sudah tahu hubungan persahabatan kamu dan Surya dari Cahya. Semua hancur karena kamu selalu merasa iri dengan apa yang didapat oleh Surya."
"Sekarang, aku cuma berharap kalian dapat kembali berbaikan. Don! Kamu mesti ingat, semua sudah diatur oleh Tuhan."
Begitulah Angeli, setelah ia mengingat semua kenangannya bersama Vettel. Dia langsung berubah drastis.
Semua kembali membaik, Angeli berpamitan pada teman-temannya dan semua staf kampus.
****
Akhir Januari, Angeli langsung mengemasi barang-barangnya dan berangkat ke Korea bersama Reiner dan Aaron. Sementara Mama Kirana, Papa Antonio dan kakak-kakak yang lainnya sudah ada di sana.
****
02 Februari
__ADS_1
Atas permintaan Vettel, Angeli dandan bagaikan seorang putri, "Cantik." ucap Steven sambil tersenyum.
"Ayo, kita berangkat! Semua sudah menunggu." ajak Steven.
Sepanjang perjalanan, Steven menutup mata Angeli.
"Surprise." ucap Vettel saat Steven membuka mata Angeli.
Angeli terdiam tidak bisa mengatakan apa-apa.
"Sejak pertama kali aku mengenalmu, aku ingat, kamu menginginkan kapal pesiar. Jadi, aku selalu berdo'a dan berusaha untuk mendapatkannya untukmu. Seseorang yang telah hadir dan singgah dihatiku."
"Dan hari ini, aku bisa mewujudkannya untukmu. Happy Birthday. Mari kita berlayar!" ucap Vettel.
"Terima kasih, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk membalas semua kebaikanmu." ucap Angeli terharu.
"Aku tidak akan meminta imbalan apapun. Aku hanya ingin kau setia padaku." sahut Vettel.
"Ayo, kita naik!" ajak Vettel.
"Maaf, aku sudah punya janji. Kalau aku punya kapal pesiar, orang yang pertama kali kuajak berlayar adalah Kak Steven." Angeli tersenyum sambil menarik tangan Steven menuju kapal pesiar itu.
Sementara Vettel hanya tersenyum melihat tingkah Angeli sambil berjalan dibelakangnya.
TAMAT
Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada semua yang telah mendukung saya, terutama kepada Manga Toon yang telah menerbitkan karya saya.
Man Ana? adalah rekomendasi novel untuk para remaja, baca dan ambil pelajaran yang ada di dalamnya :
__ADS_1