
Malam sebelum Mama Kirana dan Papa Antonio berangkat, keluarga Alexander berkumpul di ruang keluarga, tapi suasana agak sepi. Karena Cris, Ray dan Reiner tidak ada di rumah.
Cris Alexander merupakan kakak kedua Angeli, Cris memilih untuk mengurus bisnis papanya di Korea, sedangkan Ray Alexander adalah kakak ketiga Angeli, dia adalah seorang youtuber. Sekarang ia berada di India.
Angeli merasa sangat lelah, ia pun memutuskan untuk tidur. Setelah Angeli tertidur Aaron menceritakan rencananya kepada Mama Kirana dan Mapa Antonio.
Steven yang dari awal tidak setuju, langsung menentang Aaron. Tapi sayangnya Mama Kirana dan Papa Antonio menyetujui rencana Aaron.
Akhirnya Steven mengalah dan hanya mengucapkan "Kalau suatu saat nanti terjadi sesuatu pada Angeli, jangan pernah salahkan aku!" sambil menuju meninggalkan ruang keluarga.
Di dalam kamar Steven tidak bisa istirahat, dia hanya mondar-mandir merasa gelisah tak menentu.
Tiba-tiba Angeli masuk ke kamar Steven, "Kak. Aku tidak bisa tidur dengan tenang. Aku mau tidur disini!" langsung berbaring di atas tempat tidur Steven.
"Angel! Kamu sudah besar! Jangan tidur di kamarku!" Steven kesal, tetapi Angeli sudah terlelap.
Steven keluar dari kamar, dia pun terlelap di sofa ruang keluarga.
"Steev. Steev. Bangun sudah pagi!" Steven membuka mata dan melihat Leon yang membangunkannya.
"Kenapa kamu tidur disini?" tanya Leon.
"Angeli tidur di kamarku." jawab Steven BT.
"Steev. Kamu jangan banyak pikiran! Ikuti aja dulu rencana kak Aaron! Kamu jangan terlalu fokus pada Angeli dulu, utamakan kuliahmu! Lagipula Jakarta dan Bandung kan dekat!" Leon memberi semangat.
"Iya kak." Jawab Steven agak keberatan.
"Ayo semangat! Cepat mandi! Terus sarapan! Kamu kan mau mengantarkan aku, mama dan papa ke bandara kan?"
__ADS_1
Steven pun menuruti perintah Leon.
****
Aaron, Steven dan Angeli mengantar Mama Kirana, Mapa Antonio dan Leon ke bandara.
Saat hendak pulang Aaron meminta Angeli untuk ikut mobilnya, tapi Angeli menolak karena ingin pulang bersama Steven.
Aaron menyetujui, tapi dengan syarat harus langsung pulang ke rumah. Mereka pun menyetujuinya.
Sesampainya di rumah, tanpa basa-basi Aaron langsung menyuruh Angeli ke ruang keluarga. Steven pun ikut menemani.
"Angel. Kamu sudah daftar kuliah?" tanya Aaron santai.
"Sudah Kak, aku mau mengambil jurusan manajemen bisnis, akuntansi atau matematika, kalau bisa sih kau mau mengambil semuanya." Tegas Angeli.
"Benarkah?" Angeli heran.
"Ya. Kamu masih suka tantangan kan?" Nada Aaron menantang.
"Jadi, Kakak mau memberi aku tantangan?" tanya Angeli.
"Iya lah! Harga kapal pesiar kan gak murah." tegas Aaron.
"Tapi kak, melihat keuangan kakak. Kakak mampu kan untuk memberikannya dengan percuma!" tantang Angeli
"Ya, ya, ya, Mama dan papa pun akan dengan mudah memberikannya untukmu. Tapi, Kenapa kamu repot-repot menabung, padahal kan kamu tinggal minta pada mama dan papa!" Aaron tersenyum.
"Iya. Memang benar, aku tinggal minta saja. Tapi, aku ingin mendapatkan kapal pesiar itu dengan jerih payahku sendiri!" Angeli menegaskan.
__ADS_1
Steven yang duduk di dekat Angeli tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
"Terus. Apa tantangan yang akan kakak berikan padaku?" sambil mengerutkan alisnya.
"Kamu ikut kakak ke Bandung! Di sana kamu harus mengikuti semua tantangan dari kakak selama kamu kuliah S1. Kalau kamu berhasil, saat wisuda nanti aku akan memberikan kapal pesiarnya." Tegas Aaron.
"Berarti empat tahun donk ka? Itu waktu yang sangat lama." Angeli kecewa.
"Harga yang kecil untuk menebus semua kesalahan-kesalahanmu di masa lalu!" tegas Aaron.
"Maksud kakak?" Angeli heran.
"Aku sudah membicarakan rencana ini kepada mama dan papa, mereka setuju, karena mereka ingin melihat perubahanmu!" Aaron menegaskan.
Angeli terdiam, ia yakin kalau mama dan papanya setuju berarti sama saja dengan perintah mereka. Ia ingin dikemudian hari menjadi anak kebanggaan keluarga Alexander.
Tanpa basa-basi Angeli mangatakan "Aku setuju!"
"Angel! Tantangan yang akan diberikan kak Aaron sangat berat, itu bisa mempengaruhi syaraf otak kamu, bahkan bisa membahayakan jiwa kamu!" Steven membentak sambil berdiri.
"Kak! Aku bukan anak kecil lagi kan?" Angeli berdiri dan meneteskan air mata. Seumur hidupnya baru kali ini Steven membentak dia, Steven yang biasanya lemah lembut hari ini seakan terasa menjadi orang asing.
"Maafkan Kakak." Steven berbalik badan sambil memeluk Angeli.
BERSAMBUNG...
Rekomendasi :
__ADS_1