
Hari Kamis, hari keempat swaster. Dimana seluruh mahasiswa wajib menyaksikan demonstrasi program ekstrakurikuler kampus. Seluruh mahasiswa harus mengenakan kaos olah raga sekolah asal.
Waktu menunjukkan pukul 10.00, Angeli baru terbangun dari tidurnya. Dia melihat sebuah kotak berwarna marun dibalut pita pink terletak di sampingnya.
Tanpa pikir panjang, Angeli langsung membuka kotak itu. Saat Angeli membukanya ia kebingungan karena isinya hanya tiga lembar kertas kusam bekas remasan.
Perlahan ia membuka kertas yang pertama ia ambil dan membaca isinya.
JERIT HATI
Mendungnya hari tak semendung hatiku
Derasnya hujan tak sederas tangisan batinku
Teriakan petir tak sekeras jeritan jiwaku
Gemuruh awan tak serisau hatiku
Lambaian pohon menari-nari
Kilat menyambar seakan melambaikan tangan
Mengajak aku menghampirinya
Memberi harapan yang kian sirna
Wahai diri...
Kemanakah kau akan pergi...?
Melangkahkan kaki tiada pasti
Mencari cinta yang selalu dinanti
Sampai tiba saatnya menghampiri
"Ini kan? puisi yang aku buat saat kelas 2 SMP? Dulu aku membuangnya. Siapa yang menyimpannya? " bisik hati Angeli.
Angeli membalik kertas itu, di belakangnya terdapat tulisan "Puisi ini sengaja aku simpan, karena aku merasa puisi ini adalah kisah hidupku. Puisi ini juga membuatku ingin dekat denganmu."
Angeli menyimpannya dan mengambil kertas kedua.
TANDA TANYA...?
Liku kehidupan
Kadang membuatku tak bertahan
Jatuh bangun aku dikesendirian
__ADS_1
Menghela nafas yang kian menyesakkan
Betapa lelah aku berjalan dalam putaran kehidupan
Beribu rintangan berjuta tantangan
Hingga menimbulkan pertanyaan
Yang entah kapan kutemukan jawabannya
Haruskah aku berhenti di sini...?
Membiarkan pertanyaan tanpa jawaban!
Ataukah aku harus berlari...?
Mencari-cari jawaban untuk pertanyaan itu?
Entah apa yang harus aku lakukan
Entah sampai kapan aku mampu bertahan
Menahan pahit manisnya kesendirian
Ditengah kegelapan terbelenggu kebimbangan
Akankah aku bisa menghadapi kenyataan...?
Mungkin... Aku harus bisa merelakan
Hidupku... Sebuah TANDA TANYA
"Ini juga puisi yang aku buat saat kelas 2 SMP yang aku buang juga?" Angeli membalik kertasnya dan membaca tulisannya, "Puisi ini menarik hatiku untuk memilikimu."
Angeli langsung membuka kertas ketiga dan membacanya.
HADIRLAH CAHAYA
Tersesat aku dalam kegelapan
Melewati lorong-lorong kesunyian
Mencari setitik cahaya harapan
Yang entah kapan kutemukan
Kegelapan semakin menghampiri
Ingin rasanya kujauhi
__ADS_1
Namun ku tak bisa ingkari
Semua yang t'lah terjadi
Merintih aku kesakitan
Tiada siapa yang mengobati
Menangis aku kesepian
Tiada siapa yang menemani
Kemana aku harus pergi...?
Meninggalkan gelap ini
Kemana harus kucari...?
Setitik cahaya yang selalu kunanti
Harapku...
Hadirlah cahaya...
Hingga kegelapan segera berlalu
Meninggalkan kesendirianku
"Puisi ini membawaku masuk ke dalam hidupmu dan ingin menjadi cahayamu."
"Sebenarnya siapa yang memungut semua puisi yang aku buang ini?" bisik hati Angeli.
"Buka HP. Siapa tau dia mengirim pesan." Angeli langsung nembuka hand phonenya.
(membuka pesam WhatsApp)
+62××××
"Aku harap kamu sudah menerima dan nembaca kotak yang kutitipkan pada kak Aaron."
+62××××
"Aku tahu Kak Aaron sudah meminta izin untukkmu, kamu tidak bisa masuk kuliah. Tapi, Aku berharap kamu bisa menyaksikan demonstrasi ekskul karate. Jam 13.00. Terima kasih."
Angeli menyimpan hand phonenya.
"Sepertinya aku tau siapa kamu." bisik hati Angeli, pesan yang lain menumpuk di WhatsApp dibiarkan saja. Angeli langsung mandi dan siap-siap.
Angeli mengenakan kaos olah raga SMAnya, dimasukkan kedalam rok rempel hitamnya, karena dia tidak suka memakai celana pasangan kaos itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG...