
Setelah Om Boyke berlalu, Steven mengajak Angeli berkomunikasi, tapi hasilnya nihil, sama sekali tidak ada reaksi dari Angeli.
Aaron yang baru pulang mengantarkan Reiner diminta mengajak berkomunikasi dengan Angeli, tetapai hasilnya tetap saja seperti itu.
Sementara Mama Kirana dan Papa Antonio tidak bisa mengajak Angeli berkomunikasi karena kesedihan yang melanda mereka tidak bisa disembunyikan.
Melihat hal itu Aaron meminta kedua orang tuanya beristirahat.
Mama Kirana mendekati Angeli dan berbisik "Angel sayang. Mama sangat menyayangimu. Bangunlah nak. Jangan biarkan mama meneteskan air mata lagi. Ayolah nak. Kita nikmati sisa hidup yang telah diberikan Tuhan untuk kita, jangan pantang menyerah nak!" Mama Kirana mengecup kening Angeli.
Stelah itu, Papa Antonio pun berbisik pada Angeli "Nak, selama ini kita semua berjuang untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Jika kamu masih punya banyak keinginan, bangunlah! semangatlah! Buktikan kalau kamu bisa mewujudkan semua mimpimu disisa hidupmu." Papa Antonio pun mengecup kening Angeli.
Mama Kirana dan Papa Antonio pun berlalu meninggalkan Angeli.
Tidak lama kemudian Om Boyke datang dan memasang infus.
Om Boyke memegang tangan Angeli dan berkata "Lumayan, terus ajak komunikasi dan beri semangat!"
"Iya Om." sahut Aaron dan Steven.
"Om, ini sudah larut malam, lebih baik om menginap di sini" Pinta Aaron.
"Baiklah." Om Boyke menyetujui.
"Steev, antar Om ke kamar tamu, terus kamu tidur! Malam ini kakak yang akan menemani Angeli. Besok pagi kamu yang menjaga Angeli!" perintah Aaron.
__ADS_1
Aaron tidak mau Steven yang menjaga Angeli seperti biasanya karena tadi pagi Aaron sudah membuat Steven kesal, jadi ia takut kondisi Steven tidak stabil untuk menjaga Angeli.
Aaron semalaman mengajak Angeli berkomunikasi, sementara itu Steven istirahat.
Pagi pun tiba, Angeli masih belum ada perubahan. Steven pun masuk kamar.
"Semalam kamu tidur dimana? Kamar kamu ini kan?" Tanya Aaron.
" He, maaf kak, semalam aku tidur di kamar kakak. Aku lupa tidak meminta izin." Steven malu.
"Akh, sudahlah." sambil mengacak-acak rambut Steven.
Itulah Aaron apabila menunjukkan kasih sayang kepada adik-adiknya.
"Masih belum sadar juga? Steev apa ada hal yang sangat diinginkan oleh Angeli yang belum tercapai?" tanya Om Boyke.
Steven terdiam mengingat-ingat apa yang diinginkan oleh Angeli.
"Om mau berangkat sekarang, kalau kamu sudah ingat apa yang diinginkan Angeli, kamu beri dia semangat untuk mencapainya." tegas Om Boyke.
"Baik om." sambil terus mengingat-ingat keinginan Angeli.
Mama Kirana dan Papa Antonio memasuki kamar.
"De. Sebelum berangkat kamu sarpan dulu!" pinta Papa Antonio kepada Om Boyke.
__ADS_1
"Terima kasih Kak, tapi aku mau sarapan di rumah saja. Istriku sudah menyiapkannya." Sambil tersenyum dan pamitan meninggalkan mereka.
"Ma, Pa, biar aku yang menjaga Angeli. Mama dan papa kan harus menyiapkan untuk keberangkatan besok." Pinta Steven.
"Baiklah, tapi kamu sarapan dulu!" perintah Mama Kirana.
"Nanti saja ma, silahkan saja mama dan papa duluan. Maaf ma. Bukannya menolak, tapi perasaan Steev belum tenang. Steev ingin Angeli sadar dulu." Bantah Steven.
" Baiklah." ucap Papa Antonio dan Mama Kirana bersamaan.
Steven duduk di dekat Angeli, dia memegang tangan kiri Angeli dan tersenyum. "Angel. Melihat kamu berbaring seperti ini, aku teringat sosok anak kecil yang imut dan lucu."
"Anak itu terkadang melakukan hal-hal yang konyol. Dan menurutku hal yang paling konyol yang sering dia ucapkan adalah 'Semangat demi kapal pesiar!' Apa kamu ingat Angel?" sambil mengelus tangan Angeli.
"Angel, bangunlah! Buktikan kamu bisa mendapatkan kapal pesiar itu! dan buktikan kalau aku Steven Alexander adalah orang pertama yang akan kamu ajak berlayar bersamamu!" Steven pun menecup kening Angeli.
Tiba-tiba Angeli sadar dan mengatakan "Kak Steven. Aku sayang kakak."
Seketika itu Angeli bangun dan memeluk Steven.
BERSAMBUNG...
Rekomendasi :
__ADS_1