
Hari ketiga swaster, Angeli sudah siap berangkat semua tugas sudah dimasukkan kedalam tas.
Angeli menuruni tangga menuju ruang makan, dia sarapan bersama orang-orang yang ada di rumah.
Setelah sarapan Angeli berpamitan, tidak lupa ia membawa bekal yang telah disiapkan. Angeli pun berangkat bersama Cahya.
Sepanjang perjalanan tidak ada sepatah katapun yang diucapkan Angeli. Begitupun dengan Cahya, dia tidak berani membuka pembicaraan kalau tidak ada hal-hal yang benar-benar penting.
"Turunkan aku di jalan utama sebelum belokan ke arah kampus!" perintah Angeli kepada Cahya.
"Kenapa Non?" tanya Cahya.
"Pokoknya turunkan saja di sana!Panggil aku Angel!" jelas Angeli.
Angeli turun di pinggir jalan utama, sebenarnya agar identitasnya tidak diketahui. Angeli akan tetap seperti itu sebelum putus dengan Doni.
"Kenapa diam saja? Maju saja bawa mobiku ke kampus!" perintah Angeli kepada Cahya.
"Aku akan berjalan pelan mengikuti Angel. Itu perintah Pak Aaron" sahut Cahya.
"Baiklah, tapi jaga jarak! jangan sampai ada yang curiga!" perintah Angeli.
"Baik." ucap Cahya.
Mereka pun langsung menuju kampus.
"Hay Rayna." Angeli menghampiri Rayna yang sudah ada di depan kampus.
"Angel. Kamu kelihatan senang sekali?" tanya Rayna.
Angeli mengangguk, "Aku mau memberi kejutan pada Doni." sambil tersenyum, "Ayo, kita ke kelas sekarang!"
"Angel. Maaf ya sebelumnya, Doni itu..." ucap Rayna terputus.
"Sudahlah jangan membahas Doni lagi! Nanti kamu akan melihat kejutan yang aku berikan pada Doni" Angeli tersenyum, sementara Rayna merasa khawatir.
"Memangnya kamu akan memberi kejutan apa pada Doni?" tanya Surya dari belakang mengagetkan Angeli.
"Surya." Angeli tersenyum "kamu jangan coba-coba mengacaukan kejutanku ya! Karena kamu juga pasti akan senang!" jelas Angeli.
"Rayna, kamu ke kelas duluan! Aku ada perlu sama Angel." perintah Surya.
__ADS_1
"Baiklah.' Rayna pun pergi meninggalkan mereka.
"Angel." Surya memegang tangan Angeli.
"Lepaskan!" bentak Angeli, "kamu jangan kurang ajar!"
"Angel. Aku mau tanya, apa yang kamu lakukan semalam di kamar Kak Steven?" Surya penasaran.
"Menurut kamu?" tantang Angeli, sambil berlalu pergi meninggalkan Surya.
Merasa kesal Surya langsung mengirim pesan WhatsApp pada Angeli.
Surya :
"Angel!Aku serius!"
Angeli :
"Apanya?"
Surya :
Angeli :
"Nggak! Hanya satu macem!"
Surya :
"Apa?"
Angeli :
"Kepo!"
Surya :
"Please, jawab!"
Angeli :
"Tidur!"
__ADS_1
Surya :
"Sambil?"
Angeli :
"Merem!"
Surya :
"...?"
Angeli :
"Aku tidur di sofa kamar kak Steven, karena di kamarku ada setannya, jadi aku takut."
Percakapan berakhir karena para panitia masuk ke kelas.
Setelah pembukaan (tegur sapa), panitia meminta mahasiswa untuk mengumpulkan tugas.
Satu persatu makalah di periksa oleh panitia, betapa terkejutnya saat Boni memeriksa makalah Doni.
"Doni. Mana yang namanya Doni?" tanya Boni.
Doni pun mengacungkan tangan.
"Apa-apaan ini!" sambil membuka makalah Doni, "ternyata bukan cuma hati kamu yang kosong, otak kamu juga kosong!" bentak Boni.
Semua mahasiswa tertawa melihat makalah Doni kosong, tidak ada tulisannya sama sekali.
"Covernya doang bagus! Isinya bersih kayak gini!" sambung Boni.
Surya menatap Angeli yang senyum-senyum sendiri, "Jadi ini kejutan kamu Angel." bisik hati Surya.
"Kamu suka kejutannya Rayna?" Angeli tersenyum pada Rayna.
"Angel. Kamu hati-hati! Doni tidak akan tinggal diam!" ucap Rayna.
"Kalau dia tidak akan tinggal diam, aku juga tidak akan diam" jawab Angeli meyakinkan Rayna.
BERSAMBUNG...
__ADS_1