Harga Diri Adalah Harga Mati

Harga Diri Adalah Harga Mati
Terungkap


__ADS_3

"Gel, kamu bisa gak, satu kali ini aja main ke rumahku? Nenekku ingin kenal sama pacar aku."


"Lho, kita kan udah putus?" Angeli kaget.


"Apapun yang kamu minta, akan aku kabulkan selagi aku bisa. Tolonglah, kali ini aja. Please..."


"Baiklah." jawaban Angeli membuat Surya merasa senang. Mereka pun pergi ke rumah Surya.


****


Sesampainya di rumah Surya, Surya langsung mengenalkan Angeli pada neneknya. "Nek, kenalkan ini Angel, pacar Surya." dengan nada bangga.


"Selamat siang Nek, saya Angel." sambil mengulurkan tangan.


Nenek Surya tersenyum saat melihat Angeli. Tapi, raut wajahnya berubah seketika saat Nenek Surya hendak mengulurkan tangannya.


"Kamu?" Nenek Surya terlihat kaget.


Seketika pikirkan Angeli terhempas pada bayangan masa lalunya. Oa mengingat dengan jelas kalau Nenek Surya adalah orang yang pernah ia serempet sebelum akhirnya dia dikeroyok oleh teman-temannya saat ia baru lulus SMA. (HDaHM eps. 2)


"Maafkan saya Nek." ucap Angeli sedih.


"Surya, Nenek tidak mau kamu berhubungan dengan anak yang tidak bertanggung jawab seperti dia."


"Selain tidak bertanggung jawab, dia juga tidak punya sopan santun."


"Nenek tidak akan pernah merestui hubungan kalian! Sampai kapanpun!"


"Nek, saya minta maaf atas kesalahan yang telah saya perbuat."


"Tentu saja Nenek memaafkan kamu, asal kamu jangan mendekati cucu saya lagi!"

__ADS_1


"Baik Nek, kalau begitu saya permisi dulu." Angeli meninggalkan Surya dan neneknya.


Surya yang tidak tahu permasalahan mereka, langsung berlari menyusul Angeli.


"Gel, sebenarnya apa yang terjadi? Tolong jelaskan padaku!"


Angeli hanya mencoba tersenyum sambil meneteskan air mata.


"Aku antar kamu pulang ya." Surya pun mengantarkan Angeli.


"Gel, maafkan Nenekku ya. Dia sebenarnya orang yang baik kok."


"Iya, aku tahu, nenek kamu pasti sangat baik. Makanya dia tidak mau melihat cucunya ada di genggaman orang yang salah."


"Angel, aku akan meyakinkan nenekku, kalau kamu orang yang baik."


"Untuk apa? Kita kan sudah putus!"


"Memangnya kamu tidak mau memperjuangkan cinta kita?"


"Sudahlah Surya, jodoh tak kan kemana."


"Iya, jodoh tak kan kemana. Tapi kita harus memperjuangkannya."


"Aku bukan orang yang layak untuk diperjuangkan."


"Kenapa kamu berbicara seperti itu?"


"Aku tidak mau basa-basi lagi denganmu." Angeli menghela nafas.


"Aku cacat Ya, sejak usia tiga tahun aku menderita gangguan syaraf otak."

__ADS_1


"Gel, aku bisa menerima kamu apa adanya."


"Mungkin, tapi keluargamu belum tentu."


"Aku akan coba yakinkan keluargaku."


"Kamu diam dulu! Aku belum selesai bicara!" Angeli membentak Surya.


Saking kagetnya, Surya menginjak rem yang menyebabkan Angeli terbentur pada kaca depan mobil Surya.


"Maaf. Aku tidak sengaja. Kamu tidak apa-apa kan?"


"Bawa aku ke taman." pinta Angeli sambil memegang kepalanya.


****


Sesampainya di taman, Angeli meneruskan ceritanya.


"Dulu, waktu aku masih kecil, aku selalu menjadi korban bully. Kecil, pendek, gak bisa apa-apa tanpa Reiner. Itu selalu kudengar dari mulut teman-temanku."


"Sejak saat itu aku selalu memakai high heel agar terlihat tinggi. Namun sialnya, urat kakiku jadi tidak normal. Aku tidak bisa berdiri tegak, apalagi berjalan dengan normal tanpa highheels."


Surya kaget mendengar penjelasan Angeli, "Aku bisa menerima kamu Gel." Surya meyakinkan.


"Mungkin kamu masih bisa menerimanya. Tapi, satu hal lagi yang ingin aku katakan padamu."


Angeli mengeluarkan air mata, yang dari tadi ia tahan.


"Apa? Katakan saja!" pinta Surya. "Aku akan merahasiakannya." Surya yakin kalau yang akan Angeli katakan adalah sebuah rahasia besar.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


Rekomendasi :



__ADS_2