
Surya tidak menghiraukan perkataan Angeli, dia berjalan menuruni anak tangga dengan perasaan marah, sedih, kecewa, cemburu semua menjadi satu.
"Surya! Aku mohon sama kamu! Kamu jangan pulang! Kalau terjadi sesuatu padamu aku tidak akan memaafkan diriku sendiri!" perkataan Angeli membuat langkah Surya terhenti.
"Angel. Sebenarnya kamu mau apa?" gumam Surya dalam hati "Apa yang sebenarnya kamu rasakan?"
Merasa tak dianggap Angeli pergi ke kamarnya dan membanting pintu, sontak semua yang ada disana kaget.
Surya langsung balik badan kembali menaiki tangga dan menghampiri pintu kamar Angeli. Dia mengetuk-ngetuk pintu sambil memanggil nama Angeli, tetapi tidak ada jawaban.
Steven langsung mendekati Surya, "Ada masalah apa?" tanya Steven kepada Surya.
"Sepertinya Angel marah." Surya kebingungan.
"Apa yang dia mau?" tanya Steven penasaran.
"Dia menyuruh aku menginap, katanya punya firasat buruk." ucap Surya.
"Oke. Aku akan coba bicara pada Angeli, kamu nginep saja!" Steven membuka pintu kamar Angeli dengan kunci cadangan yang ia miliki.
"Kalian juga belum makan, lebih baik kalian makan dulu!" Steven pun masuk ke kamar Angeli.
"Iya kalian makan saja dulu!" sahut Reiner sambil mengikuti Steven.
"Ngapain kamu ikut-ikutan?" tanya Steven.
"Kepo." jawab Reiner.
Steven mendekati Angeli yang sedang berbaring di tempat tidurnya.
"Eh, Angel! Kamu tuh kenapa sih gaje banget sama Surya!" bentak Reiner.
__ADS_1
"Situ ngapain disini? Keluar dari kamarku!" Angeli melemparkan bantal ke arah Reiner.
"Kamu sebenarnya kenapa sayang?" tanya Steven lemah lembut.
"Error!" jawab Angeli.
"Makan dulu yu!." ajak Steven.
"Gak mau! hidup aku bukan untuk makan!" jawab Angeli BT.
"Terus, hidup kamu untuk amuk-amukan gaje gitu?" ledek Reiner.
"Apaan sih? keluar deh!" Angeli kesal.
"Rei, udah! kalau kamu ribut terus kamu keluar aja!"
Reiner pun diam dan duduk di dekat Steven, "Kamu suka pada Surya?" tanya Steven pada Angeli.
"Kak. Surya itu first love nya Angel, dia suka salting kalau di dekat Surya" ucap Reiner.
"Cie." Steven sambil menggelitik Angeli.
"Apaan sih kakak?" sambil membuka selimut yang menutupi wajahnya.
"Wajahnya merah gitu. Kayak tomat busuk." ledek Reiner sambil tertawa.
"Ada apa ini kayaknya seneng banget?" Aaron mendekati mereka.
"Ini kak, anak gadis papa akhirnya jatuh cinta juga!" Reiner tertawa lagi.
"Jatuh cinta? syukurlah ternyata kamu normal" ledek Aaron.
__ADS_1
"Aaaa, kalian semua jahat!" Angeli berteriak.
"Angel, kalau menurut aku, kamu tembak aja Surya! daripada kedahuluan sama orang lain!" goda Reiner.
"Enak aja kamu bilang! Emangnya aku perempuan apaan! Mau ditaruh dimana harga diri aku?" Angeli kesal.
"Alah, kau ini! emang di depan Surya kamu masih punya harga diri?" ledek Reiner.
"Maksud kamu apa Rei? Apa yang sudah dilakukan Surya sama Angeli?" tanya Aaron sedikit kesal.
"Hari pertama kuliah kak, baru aja kenal masa udah tukeran makanan! Seumur hidupnya kak, dia gak pernah yang namanya tukeran makanan, jangankan sama orang yang baru dikenal, sama aku aja gak pernah!"
"Dia kan super pelit! alasan aja mempertahankan harga diri! tapi nyatanya hilang dalam sekejap di depan Surya!" jelas Reiner.
"Itu refleks, gak sengaja." Angeli menutupi wajahnya yang semakin memerah karena malu.
"Habislah kau di tangan Surya." Reiner tertawa. Angeli semakin kesal pada Reiner.
Atas perintah Aaron, Reiner pun pergi meninggalkan kamar Angeli.
Suasana sejenak menjadi hening, "Apa benar yang dikatakan Reiner?" tanya Aaron.
"Iya. Memangnya kenapa? marahin aja aku! Aku tau aku salah! Seharusnya aku menjaga perasaan aku! Seharusnya aku menjaga sikap aku!" Angeli menutup wajahnya dengan tangan.
"Adik perempuanku satu-satunya ini memang hebat ya, di zaman seperti ini mampu mengendalikan diri dari pergaulan yang kacau! Tetap jaga diri kamu baik-baik ya sayang." Aaron mengelus rambut Angeli.
Mendengar kata-kata Aaron, Angeli hanya mengangguk. "Kalau kamu suka sama Surya, kenapa kamu jadian sama Doni? Kenapa kamu tidak tunggu Surya nembak kamu saja."
"Surya kelihatannya anak yang baik!" sahut Aaron, "Doni? Ada yang aneh dengan Doni. Apa dia merencanakan sesuatu yang jahat padamu?" tanya Aaron.
BERSAMBUNG...
__ADS_1