
" Kamu menang nenek tua, sekarang kamu bahagia kan?"
" Kamu memang sangat senang jika aku menderita seperti ini..."
" Apa kamu pernah memikirkan perutku ini hah?! "
Harley terisak didepan batu nisan Paloma, hatinya memang sedih tetapi sekaligus bahagia karena pada akhirnya wanita bertubuh bulat itu bisa berkumpul kembali bersama dengan anak semata wayangnya yang mati tertembak lima tahun yang lalu.
Pemuda dingin ini pun menyandingkan nisan Paloma dengan nisan anaknya.
" Jangan salahkan aku nenek tua, aku tidak menyerah...Aku hanya tidak ingin kamu merasakan sakit lebih lama lagi...Kau tak sekuat itu Paloma..." Isaknya.
Harley tidak bisa membayangkan hari-hari yang akan dia lalui tanpa kehadiran Paloma di sisi nya, dulu wanita itu merupakan salah satu alasannya untuk selalu pulang kerumah setelah Max yang memang hadir terlebih dulu kedalam kehidupan sepinya.
Siapa yang akan membantunya menyembuhkan luka-lukanya jika dirinya kembali dalam keadaan tubuh penuh luka, siapa yang akan membuatkan lasagna makanan favorit nya, siapa yang akan menjaga Max selama dia pergi bertugas dan siapa yang akan mengkhawatirkan dirinya pikir Harley.
" Harley, langit sudah mendung...Sebaiknya kita pulang " Ucap Ferrari
" Kau bisa mengunjungi nya lagi besok Har " Ucap Chopper sambil menepuk bahunya.
Keduanya pun memeluk pemuda itu untuk memberinya kekuatan.
Pemakaman Paloma hanya dihadiri oleh Harley dan kedua teman wanitanya juga Max, anjing yang juga kesayangan Paloma itu terlihat begitu sedih karena kehilangan pengasuhnya. Harley tidak pernah mencari keberadaan keluarga wanita itu, karena baginya dirinya dan Max sudah lebih dari cukup untuk Paloma selama ini.
" Apa kamu yakin kamu bisa sendirian disini Har?" Tanya Chopper sesaat setelah mereka tiba dirumah pemuda itu.
" Kami bisa menemanimu jika kamu mau " Sambung Ferrari.
" Aku gak apa-apa, kalian jangan khawatir... Ada Max yang selalu menemaniku " Ucap Harley
Keduanya pun pergi meninggalkan teman pria mereka, untuk memberinya ruang dan waktu untuk berkabung.
Kini hanya tinggal Max dan dirinya dirumah besar itu.
" Apa kamu lapar boy?" Tanya Harley, sambil melangkah kan kakinya menuju dapur.
" Sepertinya aku masih punya makanan untuk kita " Lanjutnya sambil membuka pintu kulkas.
Harley terkejut saat melihat isi kulkas nya yang penuh dengan kotak-kotak makanan yang siap untuk dihangatkan, disana ada sebuah catatan untuknya. Rupanya Rosie telah menyiapkan semua ini sebelum kepergiannya sehari yang lalu.
Dear tuan muda yang dingin,
__ADS_1
Terimakasih karena telah kembali dan menyelamatkan nyawaku saat itu...
Maafkan ayahku karena telah menyakiti kalian, dan maafkan aku jika kehadiran ku telah mengingatkan kamu akan kejahatan yang pernah dilakukan oleh nya.
Semoga kamu suka masakanku
Love,
Rosie
Harley menaruh kertas kecil itu di pintu kulkas dengan sebuah magnet kecil untuk menahannya agar tidak jatuh, lalu mengambil satu kotak makanan berisi lasagna buatan Rosie. Dia pun menaruh kotak tersebut dan membuka tutupnya lalu memasukkannya kedalam microwave lantas mengatur suhu dan waktunya.
Tiga menit kemudian.
Ting!
Harley mengambil kotak tersebut dari dalam microwave dan menuangkannya keatas piring, lalu mulai menyantapnya.
" Enak...Mirip dengan buatan si nenek tua itu " Gumamnya, lalu melahap habis isi piring nya dengan mata yang berkaca-kaca.
Ruffh! Ruffh!
" Kamu makan ini saja ok " Harley menyodorkan mangkuk berisi ikan tuna kalengan kepada Max dan langsung disambut baik oleh sahabatnya itu.
Harley pun meninggalkan Max yang mulai melahap makanannya menuju kamarnya, dia melepaskan setelan jas nya dan menaruhnya kembali di lemari pakaian dan menggantinya dengan baju tidur. Kaos oblong putih dan celana tidur panjang berwarna abu-abu.
Tetapi saat dirinya baru saja akan merebahkan tubuhnya, tiba-tiba ponselnya bergetar. Dia melihat nomor yang tertera dan langsung menerima panggilan tersebut.
" Ya M?"
.
.
" Maaf menyuruhmu kemari disaat berkabungmu Harley, tapi tugas ini sangat penting " Ucap M sesaat setelah Harley memasuki ruangan pribadi milik wanita itu, disana sudah ada Ferrari dan Chopper yang sudah menunggu nya.
" Bagaimana dengan Max?" Tanya Chopper, dia yang pernah ikut menjaga anjing manis itu terlihat mengkhawatirkan mahluk berbulu tersebut.
" Aku menitipkan nya di sebuah pet hotel " Jawab Harley lalu menjatuhkan dirinya di sofa.
" Oke...Karena kalian sudah berkumpul semua, sebaiknya kita mulai pertemuan ini " Ucap M sambil menekan sebuah tombol.
__ADS_1
Muncul lah layar besar dihadapan mereka seiring dengan redupnya lampu diruangan itu, disana menampilkan profil beberapa orang lengkap dengan aset beserta kejahatan apa saja yang telah mereka lakukan.
" Kalian akan berangkat malam ini, ini identitas baru kalian " Ucap M sambil membagikan buku paspor serta kartu identitas dan sejumlah uang yang akan mereka pergunakan selama disana kepada ketiganya.
Harley menghela nafasnya dan memijat keningnya yang terasa sedikit berdenyut, pasalnya pria dingin itu baru saja mendarat setelah menempuh perjalanan selama satu jam dengan menggunakan pesawat helikopter yang dikirim oleh M untuk menjemput nya.
" Kau baik-baik saja nak?" Tanya M sambil mengelus punggung salah satu anggota terbaik nya itu.
" Aku baik-baik saja M, hanya sedikit pusing karena penerbangan tadi " Jawab Harley, lalu beranjak dari posisinya untuk menyusul kedua teman wanitanya yang sudah terlebih dulu meninggalkan ruangan itu.
" Hati-hati disana, tugas kali ini akan sedikit memutar otakmu Har " Ucap M.
Harley hanya mengangkat jempol tangan kanannya untuk menanggapi perkataan wanita itu, sambil berlalu dari hadapannya.
" M benar-benar gila karena memaksamu untuk menangani kasus ini Har " Ucap Ferrari, wanita berambut pirang itu tengah memasang seat belt nya. Ketiganya sudah berada didalam sebuah pesawat jet yang akan mengantarkan mereka langsung ke negara O.
" Kau seperti tidak mengenalnya saja Ferra, bukan M namanya jika tidak pernah memaksakan diri " Kekeh Chopper.
Harley hanya terdiam di kursi nya, saat ini dia sedang memikirkan kalimat terakhir yang disampaikan oleh M tadi.
Pria dingin itu lalu membuka kembali file yang tadi dilihatnya bersama, dan mulai memeriksa kembali satu-persatu orang yang akan dia hadapi nanti.
Salah satu pria diantara tiga pria di file tersebut langsung menarik perhatian pria dingin itu, dia menatapnya tajam dan menghela nafasnya berat. Meski baru sekilas saja Harley melihat pria itu tempo hari, tetapi dia masih hafal betul dengan wajah pria ini.
Sepertinya tadi saat M sedang menjelaskan tentang orang-orang itu, Harley kurang begitu fokus karena merasakan sakit di kepala nya.
" Kenapa nasibmu sungguh buruk sekali..." Batin Pria dingin itu.
Lalu mematikan kembali layar pipih tersebut dan menaruhnya kembali kedalam tas nya.
.
.
.
To be continue
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah...
Happy reading 😘🤗😘🤗😘
__ADS_1