HARLEY THE SECRET AGENT

HARLEY THE SECRET AGENT
Ultimatum


__ADS_3

BUM!


BRAK!


Mobil yang membawa Vladimir mendarat dengan keadaan terbalik, hingga menewaskan hampir semua penumpangnya. Beruntung Vladimir selamat karena sabuk pengamannya kuat menahan bobot tubuhnya, meski saat ini dia terluka cukup parah.


Vladimir berusaha untuk melepaskan sabuk pengamannya, dia bisa mencium bau bahan bakar yang menetes di sampingnya. Untuk itu dia harus bisa menyelamatkan dirinya sebelum mobilnya itu terbakar dan meledak, sementara di luar sana masih terdengar suara tembakan senjata api saling bersautan.


Vladimir terkejut ketika tiba-tiba saja dia melihat kaki seseorang sedang berlari ke arahnya, pria itu mengeluarkan senjatanya dan mengarahkan kepada orang tersebut. Dia harus mempersiapkan dirinya untuk hal paling buruk yang mungkin akan terjadi.


“Are you oke Mr.Vlad?” Tanya seorang wanita cantik, setelah dia berjongkok lalu membuka pintu secara paksa. Wanita yang dia kenali sebagai salah satu pelayannya itu dengan lihai memainkan pisaunya untuk memotong tali sabuk pengaman dan menarik tubuh dirinya keluar dari mobil yang sudah hancur tersebut, dan…


BUMMM!


“Aku berhutang nyawa padamu nona” Ucap Vladimir, dia bahkan lupa dengan nama gadis tersebut.


“Chopper tuan Vlad” Kekeh gadis itu, lalu membantu Vladimir untuk bangkit dari posisinya. Ternyata mereka terpental lumayan cukup jauh dari posisi awal mereka.


“Kita harus cepat tuan, sebelum mereka menyadari hilangnya anda diantara sisa-sisa tubuh para pengawal anda” Sambung Chopper, sambil memapah pria tampan dan dingin itu menuju tempat aman.


Tiba dipinggir jalan dimana sebuah mobil sedan merah telah menunggu mereka, pintu mobil itu terbuka setelah teman gadis Chopper menekan tombol otomatisnya. Wanita itupun membantu Vladimir untuk memasuki mobil lalu meminta Ferrari untuk segera menghilang dari sana setelah dia menempati kursi disampingnya.


“Kalian akan membawaku kemana?” Tanya Vladimir, setelah dia menyadari arah mobil yang ditumpanginya justru berlawanan dari rumah sekaligus markasnya.


“Anda terluka parah tuan Vladimir, kami akan membawa anda ke tempat aman” Chopper menjawab sambil menoleh ke arahnya.


“Saat ini anda sedang dicari oleh hampir semua musuh dan kolega anda tuan, saya pikir anda sedang tidak memungkinkan untuk kembali ke markas anda” Sambung Ferrari.


Vladimir pasrah dengan keputusan dua gadis itu, bahkan pria ini jatuh pingsan tak lama setelah perbincangan mereka.


Sementara di tiga tempat yang berbeda satu jam setelah kejadian.


Feliks tengah berbangga diri karena akhirnya saingan terberatnya telah berhasil dia musnahkan, lebih tepatnya seseorang telah memusnahkan pria itu entah oleh siapa.


Dia kembali membuat acara besar untuk merayakan kemenangannya, dan berencana untuk menghabisi para musuh yang sudah berhasil ditangkap oleh Dimitri dan anak buahnya dihadapan semua orang nanti.

__ADS_1


Ditempat lain satu kelompok misterius tengah meneliti serpihan mayat yang tersisa, dan kali ini mereka harus kecewa karena ternyata sasaran mereka tidak diketemukan dalam serpihan mayat tersebut.


“Kita harus menjalankan rencana B” Ucap salah satu dari mereka dan langsung di setujui oleh sisa anggota yang berada bersamanya.


Niat mereka untuk membuat replika wajah Vladimir musnah seketika, hingga dengan sangat terpaksa mereka pun harus mengambil jalan lain untuk bisa menjebak Feliks dan membawanya pergi dari sana.


“Sialan! Siapa mereka??” Hardik M, saat wanita itu mengetahui informasi tentang peristiwa sabotase yang terjadi di negara R dari Viper.


“Simpan saja keterkejutan mu itu M, aku akan mencari tahu semuanya, kau jangan khawatir mereka semua aman” Ujar Viper, sambil memainkan jemari tangannya dengan lincah di atas keyboard.


Tidak mungkin M akan menemui Rumius saat ini, karena itu bisa berakibat fatal untuk pria tua itu. Kemungkinan seseorang akan mengetahui jika Rumius masih hidup akan semakin besar jika dirinya semakin sering menemuinya, apalagi disaat-saat seperti ini dimana semua mata tertuju padanya.


“Bagaimana kondisinya?” Harley memasuki ruangan dimana Vladimir sedang mendapatkan perawatan dari kedua teman wanitanya


“Dia akan selamat, kau jangan khawatir”Jawab Ferrari.


“Harley mereka akan mengadakan kembali pertemuan besar, kali ini mereka akan mengeksekusi musuh-musuhnya didepan semua orang” Chopper memasuki ruangan dengan sebuah benda pipih berlayar lebar ditangannya.


“Bagus! Kita akan gunakan kesempatan itu untuk menghabisi semuanya” Jawab pria dingin itu, lalu memasang satu alat kecil di balik telinga dirinya dan Vladimir.


“Kau sudah mengetahui siapa yang telah menghadang mereka?” Lanjutnya.


Harley mengeratkan rahangnya, lalu menghela nafasnya kasar. Dia tidak percaya dengan informasi yang baru saja dia baca, apakah mungkin bagi dirinya melawan anggotanya sendiri? Lalu bagaimana dengan nasib M dan teman-temannya di sana jika langkah yang mereka tempuh mengalami sedikit saja kekeliruan?


Hal ini membuat Harley muak! Untuk menutupi kebobrokan seseorang dia harus menempuh jalan seperti ini, dirinya terpaksa mengurungkan niatnya untuk melancarkan rencana rahasianya bersama dengan kedua temannya itu.


“Kita harus mengubah rencana” Ucap Harley


“Apa kamu yakin?” Ferrari mendekat dan ikut membaca isi surat cinta yang dikirim oleh Rumius kepada anak kesayangannya itu.


“Tidak” Jawabnya sambil berlalu meninggalkan ruangan tersebut.


“Well Vladimir, sepertinya kamu harus bangun dengan cepat” Ucap Chopper.


Di kamar Harley.

__ADS_1


“Apa yang membuat 01 nekat melakukan hal itu? Apa hubungannya dia dengan Feliks? Atau jangan-jangan hubungan dia itu dengan Aleksei…” Gumam Harley, lalu menjatuhkan dirinya di atas ranjang.


Tiba-tiba dia ingat dengan cokelat yang diberikan oleh M, dia mengeluarkan makanan yang membuatnya alergi itu dari kotaknya dan membelahnya kemudian mengambil sebuah chip yang terbungkus plastik didalamnya.


“Ini antara Viper dan Rumius…” Gumamnya.


Harley kembali beranjak dari ranjangnya untuk menemui Chopper dan Ferrari, dia harus segera meneliti chip yang ditangannya itu sama hal nya dengan chip yang ada di dalam cokelat batangan milik keduanya.


.


.


“Apa kalian sudah siap gadis-gadisku?” Seru Rumius.


“Ready pak tua!” Jawab mereka hampir bersamaan, tetapi tidak dengan Ellena gadis itu masih risih dengan bagaimana cara pria tua itu memperlakukan para gadisnya juga sebaliknya.


Meski Ellena akui dia tidak bisa memandang rendah para gadis yang terlihat begitu anggun dan gemulai juga seksi tersebut, karena dibalik penampilannya yang aduhai mereka sebenarnya adalah para pembunuh berdarah dingin.


Cara Rumius memilih anggotanya ini cukup unik pikir Ellena.


Ellena kembali mengumpulkan keberaniannya, dia masih belum siap jika Harley sampai mengetahuinya nanti. Padahal prianya itu sudah wanti-wanti jika dia tidak suka Ellena bergabung dengan anggota Rumius.


“No baby! Itu terlalu berbahaya! Aku tidak bisa membayangkan jika sesuatu yang buruk terjadi kepadamu…” Ucap Harley sesaat setelah dia menguji kehebatan burung Hering miliknya.


“Issshhh…Kenapa yang aku ingat malah burung hering nya sih??” Gumam Ellena sambil menepuk kepalanya.


.


.


.


To be continued


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah 😊

__ADS_1


Satu episode sebelum melanjutkan acara training hari ini


Happy reading 🤗


__ADS_2