HARLEY THE SECRET AGENT

HARLEY THE SECRET AGENT
Lokasi Misi : W ( Menyelamatkan Ellena )


__ADS_3

Ellena membulatkan matanya saat dirinya tersadar dan mendapati Harley tengah menautkan bibirnya dengan bibir miliknya, sesaat dia terkejut dan mencoba untuk menolak tetapi sesaat kemudian dia mulai menerima perlakuan itu.


“Huffhhh…” Ellena terengah-engah, wajahnya pun merona. Sejenak dia bisa melupakan rasa sakit di pelipis dan sekujur tubuhnya akibat benturan tadi.


“ Maafkan aku” Ucap Harley, lalu mendekap tubuh gadis itu.


“Aku pikir kamu…”


“Dia baik-baik saja Har, kita harus keluar dari sini secepatnya sebelum polisi dan media memenuhi tempat ini” Ucap Ferrari, sambil memegangi bahunya.


Harley beranjak dengan Ellena dipelukannya, sejenak gadis itu mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Marylin ingin tahu apakah temannya itu dalam kondisi yang baik atau tidak.


“Pergilah, aku baik-baik saja” Seru Marylin. Gadis itu tidak mengerti dengan ucapan Jessie, tetapi instingnya mengatakan bahwa dia harus menyuruh mereka untuk segera keluar dari tempat itu dan meninggalkan dirinya di sana. Toh sebentar lagi tim penolong akan datang dan dia sudah siap dengan seribu jawaban jika polisi meminta keterangan darinya nanti.


“Thanks Mary, aku berhutang padamu” Ucap Ellena, lalu memeluk dan mencium temannya itu dan menghilang bersama dengan ketiga orang yang mengaku sebagai keluarganya tersebut dari hadapan Marylin.


“Tuhan! Aku harap aku melakukan hal yang benar!” Ucap Marylin sambil mendongakkan kepalanya, lalu meringis kesakitan.


Ferrari menuntun ketiga temannya itu melewati bagian belakang gedung tersebut, dia sudah yakin jika mobil yang harley kendarai tadi saat ini sudah tidak mungkin bisa digunakan lagi. Mobil itu pasti sudah ikut hancur bersama dengan mobil lainnya akibat ledakan bom tadi.


Ferrari mencoba untuk menghubungi seseorang agar menjemput mereka di pelataran parkir belakang gedung rumah sakit itu, dan sesampainya di sana mobil yang akan menjemput mereka pun sudah menunggu.


“Biar aku periksa bahu mu” Ucap Harley kepada Ferrari. Saat ini mereka sudah tiba di sebuah apartemen yang akan mereka jadikan sebagai markas sementara, setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih lima belas menit.


Krak!


Krak!


“CRAP!” Umpat wanita berambut pirang itu, rasa sakit akibat benturan tadi tidak seberapa dibandingkan rasa sakit akibat pergeseran tulang dan sendi lengan yang telah kembali pada porosnya yang baru saja dilakukan oleh Harley. Tetapi tidak lama kemudian rasa sakit itu hilang seketika.


“ Thanks Har” Ucapnya, sambil menggoyangkan bahu dan lengannya.

__ADS_1


“Bagaimana denganmu Chopp?” Tanya Harley pada teman wanita berambut hitamnya, lalu memeriksa kondisi tubuhnya.


Ternyata Chopper pun mengalami hal yang sama dengan Ferrari, bedanya Chopper mengalami pergeseran sendi di lengan kanannya, sementara Ferrari di lengan kirinya.


Suara akibat pergeseran tulang dan sendi itupun kembali terdengar, diikuti oleh umpatan yang keluar dari mulut Chopper. Ellena bergidik ngeri melihat apa yang dilakukan oleh Harley kepada teman-temannya, rasanya pasti sakit sekali pikirnya.


Setelah selesai dengan kedua temannya, kini giliran dia memeriksa kondisi tubuh Ellena. Harley meminta gadis itu untuk berdiri sementara dia membolak-balik tubuhnya, memeriksa kemungkinan yang sama seperti halnya yang dialami oleh kedua teman wanitanya. Beruntung kondisi gadis itu baik-baik saja, hanya pelipis kirinya saja yang lecet serta lebam. Harley pun membersihkan luka tersebut lalu mengobatinya dan menutupnya dengan plester luka.


“Har, M bilang dia baru bisa mengirimkan orang untuk menjemput Ellena lusa” Ucap Chopper, lalu menutup kembali layar ponselnya.


“Aku bisa pulang ke apartemenku dan menunggu di sana” Ellena menatap ketiganya secara bergantian. Toh masalah ini tidak ada kaitannya dengan dirinya, jadi sepertinya tidak akan jadi masalah besar jika Ellena menunggu orang yang akan menjemputnya di sana pula.


“Aku punya ide yang lebih bagus” Ucap Ferrari, lalu meraih ponselnya dan mulai menghubungi seseorang.


.


.


“Ikut saja denganku” Pinta Harley, lalu membukakan pintu mobil untuk gadis itu serta mengulurkan tangannya.


Harley membawa Ellena ke sebuah ruangan rawat inap VIP, dimana Marylin berada saat ini. Sengaja dia membawa gadis itu kesana agar bisa menemani teman dekatnya itu selama dirinya menjalankan tugas dan selama M belum mengirimkan orang untuk menjemputnya.


Harley merasa jika tempat itu merupakan tempat yang paling aman untuk sementara ini, ketimbang Ellena harus bosan menunggu di apartemennya dengan resiko yang sangat besar. Mereka tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh para penjahat itu selanjutnya, apakah mereka akan kembali meledakkan sebuah gedung atau menembaki orang-orang seperti waktu itu.


“Marylin?” Ucap Ellena saat Harley membukakan pintu ruangan itu untuk dirinya.


“Ellena?! Tuhaan!! Terimakasih karena telah mengirimkan Ellena kembali padaku!” Ujarnya dengan suara tingginya, lalu merentangkan kedua tangannya agar teman dekatnya itu berhamburan kedalam pelukannya. Meski separuh dirinya saat ini tengah terbalut perban.


“Bolehkan saya menitipkan Ellena disini bersamamu? Lagi pula sepertinya kamu sedang butuh ditemani saat ini” Ucap Harley, sambil berjalan mendekati keduanya.


“Tentu saja! Percayakan saja dia padaku!” Jawab Marylin dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


Harley pun pamit kepada keduanya setelah melakukan perbincangan singkat dan mencium puncak kepala Ellena.


“ Ya Tuhan! Kakak laki-lakimu itu sungguh sangat manis “ Ucap Marylin sambil memegangi kedua pipinya dan menggelengkan kepalanya.


“Oke, dimana dia sekarang?” Tanya Harley dingin dan datar. Mode yang biasa dia gunakan ketika sedang menjalankan misinya.


Chopper mulai memutar kemudinya keluar dari pelataran parkir gedung itu dan menginjakkan kakinya di atas pedal gas untuk menambah kecepatan laju mobilnya.


“Mereka ada di gedung X” Jawab Ferrari sambil memainkan jemari tangannya di layar laptopnya.


“Apa mereka sudah siap di posisinya?” Kembali Harley bertanya, kali ini tanpa melihat ke arah Ferrari yang memang duduk di kursi belakang.


“Mereka sudah sangat siap Har” Jawab Ferrari, sambil menekan ear piece yang tersemat di telinganya.


Chopper sengaja memarkirkan mobilnya didepan gedung yang berseberangan dengan gedung X, mereka pun memasuki gedung tersebut dan menaiki tangganya hingga ke lantai 4 lalu memasuki sebuah ruangan dimana tim nya telah melakukan pengintaian terhadap gedung X sejak mereka mengetahui keberadaan komplotan itu dari sumber terpercaya.


Luar biasanya adalah letak kedua gedung tersebut berlokasi di sebuah pemukiman padat penduduk, bahkan saat ini kamar yang dijadikan oleh tim sebagai ruang pengintai bersebelahan dengan kamar seorang wanita malam dan mucikari!


“Informasi terbaru?” Pinta Harley, sambil menatap layar monitor didepan salah seorang anggota tim.


“Mereka tengah bernegosiasi Har” Jawab pria tadi sambil menyerahkan sebuah headphone kepadanya.


.


.


.


To be continue


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini

__ADS_1


Happy reading 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2