HARLEY THE SECRET AGENT

HARLEY THE SECRET AGENT
Aksi Superhero


__ADS_3

Salah satu keuntungan lain dari memalsukan sebuah kematian adalah terlepasnya perhatian dari musuh, itulah yang dirasakan oleh Harley beserta kedua teman wanitanya Ferrari dan Chopper. Apalagi dengan kostum superhero yang mereka kenakan saat ini, tidak ada yang akan mengira bahwa Hawk Eye adalah Harley, Black Widow adalah Ferrari dan Wonder Woman adalah Chopper.


Jangan tanya kostum apa yang dikenakan oleh para gadis Rumius, yang jelas pria manapun akan menahan nafasnya ketika melihat apa yang melekat ditubuh mereka.


Meski rencana si tua Rumius dinilai Harley sebagai rencana yang tidak masuk diakal, tetapi anak angkat dari pria tua tampan itu yakin jika Rumius pasti sudah memperhitungkan secara matang aksi mereka ini.


“Mereka sudah berada di lokasi” Ucap Harley melalui alat komunikasi yang tersemat ditelinga kirinya.


Saat ini posisi pria dingin itu berada di paling atas tumpukan-tumpukan kontainer yang ada di dermaga tua dimana Alejandro dan 01 sepakat untuk bertemu, dia bahkan bisa melihat sebagian dari pasukan Alejandro dan klan lain yang bersembunyi juga para agen yang telah bersiaga sebelum pasukan Alejandro tiba disana.


“Hallo John, lama tidak berjumpa” Ucap Alejandro setelah sopir dari mobil yang ditumpangi dirinya dan 01 mematikan sorot lampu depan kendaraannya, dan masing-masing dari mereka keluar dari mobil sport yang mereka tumpangi itu.


“Hentikan omong kosong mu itu Alejandro, dan jelaskan padaku apa ini!” 01 melempar sebuah amplop hitam bersegel kepala naga ke atas kap mobil milik Alejandro.


“Omong kosong apa ini John?!” Balas Alejandro, lalu mengambil amplop tersebut dan membuangnya.


“Kau kan yang telah membocorkan misi rahasia kita ke media?! Kau bahkan telah membunuh agen-agen ku Alejandro?!”John geram dan mencengkram kerah kemeja yang dikenakan oleh Alejandro.


“Hei bodoh! Jaga bicaramu itu! Kau lah yang telah mengantarkan kembali pria itu ke markas ku! Kau bahkan telah membuat sandiwara dengan menculiknya kembali! Kau pikir aku ini bodoh hah!” Alejandro melepaskan cengkraman tangan John dari kerah bajunya, lalu menghempaskan tangan pria itu.


Klak…Klak…Klak…


Bunyi kokangan pistol pun terdengar saling bersautan antara para pengawal John dan Alejandro.


“Turunkan senjata kalian!” Seru Alejandro saat dirinya dengan cepat mengeluarkan pistol dan mengarahkan senjatanya ke tubuh John.


“Kau tak akan bisa keluar dari sini Alejandro!” Ejek John, pria ini bahkan tidak mengangkat tangannya saat musuhnya itu menodongkan senjatanya.


“Sebaliknya kawan, kau kalah jumlah! Serang mereka!” Seru Alejandro.


Dan terjadilah peperangan kecil di dermaga tua itu, dengan sigap dua orang agen melindungi John dari serangan Alejandro dan anak buahnya dan memindahkan pria tersebut untuk berlindung ditempat yang aman.


Dor! Dor! Dor!


Korban mulai berjatuhan dari masing-masing pihak, persenjataan yang mereka gunakan sama kuat dan canggihnya. Tak jarang mereka saling melemparkan granat hingga memporak-porandakan dermaga tua tersebut.


John dan Alejandro saling mengejar diantara lorong sempit dan tumpukan kontainer-kontainer tua yang sudah dalam keadaan terbengkalai tersebut.


Brummmm! Brak!


Sebuah mobil jeep anti peluru menerjang dan dan berhenti tak jauh dari posisi dimana John berlindung saat ini.

__ADS_1


“Cepat naik!” Ucap salah satu agen sambil membukakan pintu sampingnya untuk John.


Secepat kilat John berlari ke arah pintu dan menaikinya sementara para agennya melindungi pria tersebut dari terjangan peluru musuh.


“Bawa kita keluar dari sini!” Titah John kepada sopirnya.


Tak ingin kehilangan John, Alejandro pun memerintahkan anak buahnya untuk segera menjemputnya dan mengejar kendaraan yang di tumpangi oleh John hingga terjadilah aksi saling kejar mengejar dan saling menembak.


“Lebih dekat lagi!” Pinta Alejandro kepada sopirnya, pria itu menurunkan kaca samping mobilnya dan bersiap untuk menembaki John.


“Tambah kecepatan! Jangan sampai tembakannya mengenai kita!” Titah John.


Dor! Dor! Dor!


“Panggil bala bantuan!” Kembali John memerintahkan para agennya.


Tak lama kemudian datanglah beberapa agen John dengan menggunakan sepeda motor sambil menembakkan senjatanya ke arah mobil yang ditumpangi oleh Alejandro.


“Sialan!” Maki Alejandro.


“Cepat panggil bantuan!” Lanjut pria itu sambil terus melancarkan serangannya.


Dari kejauhan sebuah mobil bus sekolah dan sebuah mobil truk terlihat menghalangi jalan, rupanya kedua mobil tersebut saling bertabrakan dan berhenti tepat ditengah jalan.


Begitu pun dengan mobil yang ditumpangi oleh Alejandro, mereka mengikuti arah mobil jeep yang membawa John menuju jalan raya.


“Mereka memasuki jalan tol” Ucap sopir truk melalui walkie talkie nya.


“Arahkan mereka ke wahana wisata tua di perbatasan kota!” Balas seorang wanita yang tak lain adalah Chopper, wanita ini tengah asik melihat aksi seru mereka dari udara.


Dia dan Harley terbang dengan menggunakan pesawat helikopter, sementara sisa tim nya sudah mendahului mereka dan bersiap untuk menyambut kedatangan musuh-musuhnya di tempat tersebut.


“Satu mobil memisahkan diri ke arah utara” Chopper kembali memberitahukan teman-temannya, saat dirinya melihat salah satu mobil dari rombongan John telah mengambil rute yang lain.


“Serahkan mereka kepadaku” Ucap Emir.


Pria itupun melakukan manuver dan mengarahkan pesawat helikopter yang dia terbangkan mengikuti arah mobil tadi.


“Huh sombong sekali dia” Cibir Harley.


Semenjak Harley kembali ke mansion Rumius salah satu pria yang dia waspadai selain pria tua gila itu adalah manusia salju ini, jika Rumius karena selalu mencuri persediaan lasagna nya, jika Emir karena Harley tak suka dengan cara pria itu menatap Ellena nya.

__ADS_1


“Aku bisa mendengarkan perkataan mu tuan Harley” Balas Emir.


“Aku tahu itu bodoh!” Balas Harley kesal.


Kekesalannya bertambah karena Rumius memberikan sebuah misi penting kepada pria itu daripada kepada dirinya, alasannya karena misi tersebut terlalu mudah bagi Harley.


Emir mendapatkan misi khusus dari Rumius untuk meringkus 01, dan sudah bisa dia pastikan jika pria itu tengah berada didalam mobil yang tiba-tiba memisahkan diri tersebut.


“Mereka sudah tiba di lokasi” Ucap Chopper, lalu mendaratkan helikopter nya tak jauh dari taman bermain tua tersebut.


Dor! Dor! Dor!


Sreeeett…BUMMM!!!


“Waktunya beraksi teman-teman”Ucap seorang pria tua tampan melalui alat komunikasi yang tersemat di masing-masing telinga para agennya.


TRAK! TRAK! TRAK!


Tiba-tiba saja lampu menyala di seluruh taman dan membuat peperangan kecil itu terhenti sejenak, apalagi dengan kehadiran para superhero yang berdiri di berbagai tempat dan ketinggian.


Bayangan mereka terlihat begitu keren!


“Permainan apa ini?!” Teriak Alejandro.


Begitupula dengan John, pria itu malah langsung memerintahkan para agen yang tersisa untuk melepaskan tembakannya ke arah mereka.


Sleb!


Srak!


Dor!


“Ini tidak mungkin!” Pekik John


.


.


.


To be continue

__ADS_1


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah


Happy reading


__ADS_2