
"Cepat juga gadis itu mendapatkan pengganti" Ucap seorang sopir taksi yang kebetulan sedang menunggu seorang penumpang disekitar mansion Rumius.
"Semua wanita sama saja, begitu disodori harta hatinya begitu cepat berpaling" Seorang penumpang baru saja memasuki taksi tersebut.
"Sepertinya tugas kita akan lebih cepat selesai, aku berharap gadis itu akan cepat menikah agar kita bisa kembali ke pusat lebih awal" Sang sopir taksi mengarahkan kemudinya menjauhi areal mansion tersebut.
"Apa kamu melihat mobil yang ada didepan kita tadi? Aku mencurigai mobil itu" Sang penumpang menatap mobil yang masih terlihat melalui kaca spion disampingnya.
"Kau tahu lah orang sekaya itu sudah pasti banyak penjahat yang mengincarnya, itu tidak termasuk dalam tugas kita kawan" Kekeh sang sopir.
Sementara didalam mansion.
"Apakah sopir taksi itu sudah pergi?" Ferrari memasuki ruangan kontrol, dan menaruh segelas jus nanas didepan Chopper.
"Yeah, dengan seorang pria" Jawab Chopper.
"Mereka belum akan pergi sebelum Tonny menikahi Ellena" Lanjutnya.
"Mobil yang itu belum pergi juga?" Ferrari membesarkan gambar dilayar monitor nya.
"Belum, biasa....Anak baru" Kekeh Chopper, lalu meminum jus nanas yang dibawakan oleh Ferrari untuknya.
"Ini pasti buatan Ellena" Lanjutnya setelah menelan jus tersebut.
"Dia sedang menjadi rebutan Rumius dan Harley di dapur" Kekeh Ferrari.
Chopper dan Ferrari mendapatkan tugas dari Rumius untuk mengawasi siapa pun yang mengikuti Ellena, sengaja rumor kepulangan anak sang milyuner dari sekolahnya dan hubungan antara Ellena dan Tonny menjadi topik hangat di negara tersebut. Semua merupakan strategi yang dibuat oleh Rumius untuk menutupi peristiwa yang sebenarnya, juga dia ingin agar pelaku kejahatan sepuluh tahun yang lalu muncul dengan sendirinya.
Terbukti dengan semakin banyaknya kemunculan agen-agen yang diam-diam mengawasi gadis itu, dan bukan hanya agen suruhan dari agensi.
"Itu punyaku!" Harley mengambil satu loyang Lasagna yang baru saja matang untuk dirinya, dia bahkan menahan rasa panas ditangannya demi menyelamatkan makanan favoritnya itu dari tangan jahil Rumius.
"Hei! Ini rumahku! Apa yang ada di rumahku berarti milikku!" Rumius tidak mau kalah, dia mencoba untuk merebut Lasagna itu dari tangan Harley.
__ADS_1
"Diam kalian berdua! Aku membuat banyak makanan itu!" Ellena berkacak pinggang sambil meninggikan volume suaranya.
"Kau! Letakkan makanan itu di meja dan duduk di sana atau malam ini tidur diluar!" Lanjut Ellena sambil menunjuk ke arah kursi makan tak jauh dari tempatnya.
Rumius tertawa puas melihat reaksi anak angkat yang dia juluki manusia kutub Utara itu, ternyata dia tidak ada apa-apa nya jika Ellena sudah marah pikirnya.
"Dan kamu, duduk di sana dan tunggu masakan ku matang" Ucap Ellena kepada Rumius, sontak tawa lebar pria tua itu langsung terhenti dan berganti dengan gelak tawa si manusia kutub Utara.
"Nah kan bagus kalau begitu" Ellena kembali melanjutkan ritual memasak nya, sementara kedua ayah dan anak itu saling menatap tajam seakan ingin membunuh dengan tatapan matanya.
Tiga hari kemudian.
Sesuai dengan janji Ellena kepada Marilyn bahwa dia akan memberikan kabar mengenai kedua orangtuanya, hari ini gadis itu memutuskan untuk menemui kembali sahabat baiknya di apartemen nya.
"Jadi mereka terlibat dalam sebuah..." Marilyn tidak kuasa meneruskan perkataannya, orang tua yang selama ini dia kenal sebagai sosok yang baik ternyata terlibat dalam sebuah bisnis ilegal.
"Mary, jangan mengambil keputusan terlalu cepat...Kita belum tahu kejadian yang sesungguhnya" Pinta Ellena, sambil merengkuh pundak sahabat nya.
"Tapi Elle selama ini aku memang tidak pernah tahu usaha apa yang sebenarnya digeluti oleh mereka..." Marilyn tertunduk malu.
Selama hidupnya Marilyn hanya tahu jika kedua orangtuanya seringkali pergi ke luar kota untuk urusan bisnis, dia bahkan kehilangan kasih sayang dari mereka sejak kecil. Tetapi meski demikian kedua orangtuanya itu selalu memenuhi kebutuhan hidup Marilyn dengan baik, bahkan boleh dibilang berlebih.
Tidak ada gelagat aneh dari keduanya dari dulu, mereka adalah orang-orang yang sangat baik pikir Marilyn.
Jadi ketika Ellena membawa kabar terbaru tentang mereka, sulit bagi Marilyn untuk memercayai nya. Satu hal yang akan Mary lakukan adalah menemukan mereka apapun resikonya dan menanyakan hal itu secara langsung kepada mereka.
"Mom, dad...Dimana kalian??" Batin Marilyn.
Ellena meninggalkan sahabatnya itu dan kembali ke rumahnya, seperti biasa dia berpesan kepada Marilyn untuk lebih berhati-hati lagi karena banyaknya kemunculan agen-agen rahasia yang entah berada dibawah agensi mana.
Tepat pada saat Ellena pergi, ponsel milik Marilyn berbunyi. Gadis itu mendapatkan telepon dari nomor tidak di kenal, meski awalnya merasa ragu tetapi pada akhirnya Marilyn merespon panggilan tersebut.
"Ha....Hallo..." Ucap Marry, gadis itu berusaha untuk menenangkan dirinya ketika tiba-tiba dia mengenali sang pemilik suara diseberang sana.
__ADS_1
"Mary sayang, sepertinya aku telah meremehkan mu selama ini...Kau mempunyai sesuatu yang aku inginkan sayang, dan aku mempunyai hal yang sama yang sangat kamu inginkan tentunya" Pria tersebut terkekeh.
"Mary!!! Jangan dengarkan dia!"
"Mom..!!! Mommy dimana?!!' Pekik Marilyn.
"Jika kamu ingin mommy dan daddy mu selamat, temui aku seorang diri..." Ucapnya, lalu mengatakan alamat yang harus Marilyn datangi dengan beberapa syarat.
Marilyn bimbang apakah dia harus mengatakan hal tersebut kepada sahabatnya Ellena atau tidak, pasalnya pria tersebut telah mengancam jika dirinya berani datang dengan membawa bantuan maka nyawa orang-orang yang dicintainya itu terancam maut.
Waktu berpacu dengan sangat cepat bagi Marilyn, dia masih harus menghubungi pengacara untuk mempersiapkan berkas-berkas usaha milik kedua orangtuanya yang termasuk kedalam persyaratan yang diberikan oleh orang yang telah tega menculik mereka.
"Ya Tuhan... Semoga apa yang aku lakukan ini benar adanya" Gumam Marilyn.
Air mata tak hentinya membasahi kelopak matanya, dirinya tidak menduga jika pria yang selama ini begitu baik kepadanya ternyata adalah orang yang begitu berbahaya.
Jason atau siapapun itu namanya terlihat sebagai sosok yang ramah dan perhatian, pengusaha muda yang dikenal Marilyn ketika musibah teror yang menimpa kota nya dulu itu bahkan terakhir membantu Mary untuk mencari keberadaan mommy dan daddy nya.
Tetapi entah mengapa Jason pun tiba-tiba menghilang setelah pria itu menguras rekening milik Mary dengan dalih dia akan menemui seseorang yang telah mengetahui keberadaan kedua orang tua Mary, tetapi kecurigaan nya timbul setelah ponsel milik pria itu tidak lagi dapat Mary hubungi.
Marilyn meninggalkan apartemen nya pada pukul 17.00 waktu setempat, dia masih harus menempuh perjalanan selama setengah jam untuk bisa sampai di lokasi yang diberikan oleh Jason.
"Dia keluar dari apartemen nya" Ucap seseorang yang tengah asik dengan mesin mobilnya yang mogok tepat didepan pintu masuk apartemen dimana Mary tinggal.
.
.
.
To be continued
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah
__ADS_1
Happy reading 🤗😘🤗🤗