
Rumius pun memutuskan untuk menemui Harley di ruangan pribadinya. Pria tua ini menceritakan kejadian sesungguhnya dibalik peristiwa kecelakaan pesawat yang terjadi sepuluh tahun yang lalu, yang adalah cara agensi untuk menutupi pengunduran dirinya dari instansi rahasia tersebut.
Ini juga cara agar Peter dan sang mantan istri tidak lagi berusaha untuk menganggu hidupnya, bagaimanapun skandal yang telah dilakukan wanita itu telah mencoreng nama baiknya sebagai pimpinan tertinggi di agensi saat itu.
Tak lama salah satu pengawal Rumius membawa seorang gadis yang tengah tidak sadarkan diri kedalam ruangan itu dan langsung membuat kemarahan pemuda dingin itu pecah seketika.
“Apa yang telah kamu lakukan kepadanya kurang ajar?!!!” Pekik Harley lalu melayangkan tinjunya di wajah kedua pria yang menaruh tubuh Ellena ke atas sofa.
“Tenangkan dirimu bocah tengik! Aku yang memerintahkan mereka untuk membawanya kesini!” Rumius mencoba untuk menahan tubuh Harley, agar dia tidak menyerang kedua pengawalnya lagi.
“Max! Anjingku! Dia bisa mati…!”
Wuff! Wuff! Wuff!
Max berlari menghampiri majikannya itu sebelum Harley sempat melanjutkan kata-katanya, lalu menerjangnya dan menjilati wajahnya. Sementara seorang pria dengan jas robek memasuki ruangan itu dengan nafas yang terengah-engah.
“Kau tak perlu membiusnya seperti itu Rumius, dia ini hanya warga sipil biasa” Ucap Harley saat dirinya membenahi posisi tidur Ellena, setelah berhasil melepaskan dirinya dari kungkungan Max.
“Kau yang memerintahkan kepadanya agar tidak membukakan pintu untuk orang lain kan? Ya salah kamu sendiri itu…” Kekeh pria tua itu sambil menikmati cerutunya.
“Tapi jangan dibius juga dong brengsek!” Keluh Harley, dan ketika dia melihat seringai mencurigakan dari ayah angkatnya ini pikiran buruk pun muncul di otaknya.
“Apa lagi yang kamu tambahkan di dalam obat bius itu pria tua?!!”
“Kau akan melihatnya nanti” Rumius terkekeh, lalu memerintahkan pengawalnya untuk menunjukan kamar pribadi Harley dan meminta mahluk kutub utara itu untuk segera memindahkan Ellena kesana.
“Aku akan membalas mu brengsek! Lihat saja nanti!” Pekik harley saat dia berlari meninggalkan ruangan Rumius sambil membawa Ellena yang sudah mulai mengeluarkan suara-suara aneh dari mulutnya.
Harley terus mengutuk kelakuan ayah angkatnya yang sejak dulu tidak juga berubah, pria tua itu selalu berhasil mengerjainya dengan ide-ide gilanya. Tetapi kali ini menurut Harley tingkah Rumius sudah sangat keterlaluan dengan menambahkan serbuk perangsang di semprotan obat biusnya.
Harley terpaksa harus mengurus sendiri Ellena, dulu saja jantungnya itu sudah seperti mau loncat dari tempatnya saat pertama kali dia melucuti pakaian Ellena ketika gadis itu terluka padahal gadis itu masih remaja.
Sekarang ini bahkan nafasnya begitu sesak karena terpaksa harus melihat tubuh polos Ellena kembali saat dia sedang melucuti pakaiannya, dia harus sesegera mungkin merendam tubuh gadis yang sudah tidak remaja lagi itu kedalam bak yang sudah dia isi dengan air es.
__ADS_1
“Dasar bodoh! Air es itu tidak akan berguna untuknya, apa dia sebodoh itu sampai berpikir bahwa seorang Rumius akan memberikan obat perangsang biasa?” Rumius tertawa terbahak-bahak sambil menatap layar monitornya. Ini adalah kado yang dia berikan untuk Harley sebagai hadiah pertemuan kembali dengannya.
( Dasar ayah gak punya akhlak! #othor )
“RUMIUUUSSSSS!!!!” Pekik Harley saat Ellena menggempurnya habis-habisan.
Gadis itu bahkan tidak memperdulikan rasa sakit saat wilayah terlarangnya tertembus senjata sakti milik Harley.
Sore hari di markas pusat, sistem telah mengenali sebuah percobaan pembobolan dan secara otomatis seluruh gedung itu terkunci hingga sistem pulih kembali dan secara otomatis akan membuka kunci di seluruh ruangan di dalam gedung tersebut.
Saat ini yang mereka bisa lakukan adalah membuka kuncian di setiap ruangan dengan cara manual, dan hanya beberapa ruangan saja yang bahkan tidak bisa dibuka dengan cara manual. Salah satunya adalah ruangan dimana Peter berada saat ini.
Viper dan tim nya sedang menggempur habis-habisan sistem si pembobol, sementara M dan ketiga top agen nya tengah menyelidiki kemungkinan adanya agen yang membelot.
“Perketat ruang tahanan!” Titah M kepada sebagian agen nya, dia mencurigai adanya usaha penyelamatan Peter yang sedang dilakukan oleh Aleksei saat ini.
Wanita itu juga memerintahkan Ferrari dan timnya untuk bersiap di posisinya, dan memerintahkan Chopper dan Danny serta timnya untuk bersiaga.
“Harley..Semoga kamu datang tepat waktu” Batin M
“Beri aku waktu satu jam lagi M” Jawab bocah jenius itu tanpa melihat ke arah lawan bicara, sementara M mulai melihat adanya pergerakkan diluar gedung melalui monitor CCTV.
“Wow! Gak disangka dia datang secepat ini!” Viper memperbesar tampilan di layar monitornya, dan memperlihatkan wajah Dimitri di sana.
“Kita tidak punya banyak waktu Viper, kita harus segera memulihkan sistem!” M mengusap wajahnya kasar.
“Hei! Lihat sisi baiknya, setidaknya kita bisa mengulur waktu selama sejam sebelum mereka memasuki gedung ini…Itu pun jika mereka bisa” Viper kembali melakukan aksinya, setelah M meninggalkan ruangannya.
Saat M keluar dari ruangan Viper, dia bertemu dengan 01 yang sedang berjalan menuju ke arahnya dengan didampingi beberapa agen terbaiknya.
M pun melaporkan situasi terbarunya kepada pimpinan tertinggi di instansinya tersebut, dan
BUMM!
__ADS_1
“Berlindung!” Pekik M lalu menuntun 01 dan tim nya memasuki ruangan Viper kemudian menguncinya.
“Itu dari dalam M!” 01 mendengus kesal, pria tinggi besar itu mengusap wajahnya kasar.
“Siapa yang telah melakukan itu M?!” Lanjutnya.
“Kami sedang menyelidikinya pak!” Jawab M, lalu menghubungi seseorang dengan ponselnya.
“Sebaiknya kau lakukan dengan cepat M! Aku tidak mau tahu!”
Bersamaan dengan itu terdengar suara tembakan bersautan dari arah luar ruangan tersebut, M segera memeriksa kembali monitor CCTV dengan Viper. Dari sana dia bisa melihat agen mereka tengah terlibat baku tembak dengan sesamanya, seketika M mendengus kesal.
“Sepertinya anda semua harus meninjau ulang persyaratan untuk bergabung dengan agensi ini M” Ucap Viper, lalu menekan sebuah tombol yang seketika mengeluarkan asap diluar ruangannya.
Mereka juga bisa melihat seseorang tengah membawa Peter melalui layar monitor disampingnya.
“Sudah aku duga” Lanjut Viper, diikuti anggukan kepala wanita yang berdiri dibelakangnya.
Sementara di luar gedung M dan Viper mulai melihat kericuhan dari tim lawan, satu persatu dari mereka berhasil dilumpuhkan tanpa terlihat siapa yang telah menghabisi mereka.
“Dia datang tepat waktu M” Ucap Viper, lalu menekan tombol enter yang membuat sistem pulih seketika.
Viper sebenarnya hanya mengulur waktu saja selama ini, karena sebenarnya sistem telah berhasil mereka pulihkan sejak 45 menit yang lalu.
.
.
.
To be continue
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah
__ADS_1
Happy reading